• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Senin, Juli 6, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Senin, Juli 6, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Diari Akmal: Sepak Bola Kita Salah Asuhan

Riandi Riandi
Kamis, 27/08/2020 - 17:09 WIB
in Analisis
Akmal Marhali, Serie A

Akmal Marhali

Share on FacebookShare on Twitter

ACEHFOOTBALL.net — Ingatkah Anda dengan “Salah Asuhan”? Sebuah novel karya Abdoel Moeis yang diterbitkan tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Novel yang terbit di Hindia Belanda dianggap sebagai karya Sastra Indonesia modern terbaik sepanjang masa.

Bercerita tentang anak muda bernama Hanafi yang menikah dengan Rapiah sebagai balas jasa mamaknya, Sutan Batuan, yang membantu biaya sekolah Hanafi. Tapi, Hanafi tak cinta lalu menceraikan Rapiah, dan menikah dengan Corrie du Busse, wanita Indo-Prancis.

Kehidupan rumah tangga Hanafi-Corrie tak berjalan mulus. Setelah sering cekcok, Corrie pergi ke Semarang dan meninggal karena kolera. Hanafi sangat menyesal dan pulang ke Solok. Ia pun meninggal dalam penyesalan.

Seperti itu pula catatan perjalanan sepakbola Indonesia dalam 30 tahun terakhir setelah juara Sea Games 1991. Pondasi yang dibangun rapuh. Pola pikir instan, melupakan pembinaan. Kompetisi profesional penuh masalah.

INFO BOLALAINNYA

Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

04/07/2026 - 11:38 WIB
Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

04/07/2026 - 10:07 WIB
Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

02/07/2026 - 10:25 WIB
Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

28/06/2026 - 21:18 WIB

Kolamnya kotor. Bibit potensial (pemain muda) tak bisa hidup sehat dalan ekosistem yang tidak sehat. Bukan berkembang, malah tertular virus. Kompetisi asal meriah, asal joged. Menghalalkan berbagai cara. Menepikan sportifitas, fairplay. Bak katak dalam tempurung. Pola pikir instan mengakar mulai dari pembina, pengelola klub. Lalu, menular sampai pemain bahkan suporter.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) misalnya. Alih-alih menjalankan pembinaan sesuai amanat Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005, mereka justeru bangga sebagai pembuka jalan naturalisasi.

Selalu tampil terdepan sebagai lembaga yang paling berjasa dalam proses naturalisasi. Pengurus federasi (baca: PSSI), sibuk dengan target yang dicanangkan di setiap event dengan melupakan persiapan.

Pengelola klub lebih suka membeli barang jadi daripada membangun akademi. Semua nyaris tak memberikan motivasi dan edukasi bagaimana menciptakan pemain berkualitas lewat nutrisi sejak usia dini.

BACA JUGA: Diari Akmal: Perlu Edukasi Nutrisi Sejak Dini

Bahkan, demi ambisi kadang menitipkan pemain dan mencuri umur. Revolusi budaya dan mindset perlu dilakukan untuk memperbaiki pondasi. Potong satu generasi (cara pandang) di semua elemen sepakbola nasional bila ingin berprestasi.

Bola kita butuh generasi baru. Berani?

View this post on Instagram

BOLA KITA SALAH ASUHAN #SOS-26082020- Ingat SALAH ASUHAN? Sebuah novel karya Abdoel Moeis yang diterbitkan tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Novel yang terbit di Hindia Belanda dianggap sebagai karya #sastraIndonesia modern terbaik sepanjang masa. Bercerita tentang anak muda bernama Hanafi yang menikah dengan Rapiah sebagai balas jasa mamaknya, Sutan Batuan, yang membantu biaya sekolah Hanafi. Tapi, Hanafi tak cinta lalu menceraikan Rapiah, dan menikah dengan Corrie du Busse, wanita Indo-Prancis. Kehidupan rumah tangga Hanafi-Corrie tak berjalan mulus. Setelah sering cekcok, Corrie pergi ke Semarang dan meninggal karena kolera. Hanafi sangat menyesal dan pulang ke Solok. Ia pun meninggal dalam penyesalan. Seperti itu pula catatan perjalanan #sepakbolaIndonesia dalam 30 tahun terakhir setelah juara #SeaGames1991. Pondasi yang dibangun rapuh. Pola pikir instan, melupakan pembinaan. Kompetisi profesional penuh masalah. Kolamnya kotor. Bibit potensial (pemain muda) tak bisa hidup sehat dalan ekosistem yang tidak sehat. Bukan berkembang, malah tertular virus. Kompetisi asal meriah, asal joged. Menghalalkan berbagai cara. Menepikan sportifitas, fairplay. Bak katak dalam tempurung. Pola pikir instan mengakar mulai dari pembina, pengelola klub. Lalu, menular sampai pemain bahkan suporter. Kemenpora misalnya. Alih-alih menjalankan pembinaan sesuai amanat UU Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 justeru bangga sebagai pembuka jalan naturalisasi. Selalu tampil terdepan sebagai Lembaga yang paling berjasa dalam proses naturalisasi. Pengurus #PSSI, sibuk dengan target yang dicanangkan di setiap event dengan melupakan persiapan. Pengelola klub lebih suka membeli barang jadi daripada membangun akademi. Semua nyaris tak memberikan motivasi dan edukasi bagaimana menciptakan pemain berkualitas lewat nutrisi sejak usia dini. Bahkan, demi ambisi kadang menitipkan pemain dan mencuri umur. Revolusi budaya dan mindset perlu dilakukan untuk memperbaiki pondasi. Potong satu generasi (cara pandang) di semua elemen #sepakbolanasional bila ingin berprestasi. #BolaKita butuh generasi baru. BERANI? #akmal #akmalmarhali #semangatmenolakmenyerah #BangkitSepakbolaIndonesia

A post shared by akmalmarhali (@akmalmarhali20) on Aug 26, 2020 at 7:23am PDT

***

Diari Akmal adalah nama rubrik baru di acehfootball, yang tak lain catatan pribadi Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer (SOS). Bung Akmal, tak keberatan, postingannya di Instagram @akmalmarhali20 ditayangkan lebih luas pada situs ini.

—–

Tags: Akmal Marhalisepakbola indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Operator Liga 1 Jumpai Baintelkam Polri, Ini Tujuannya

Next Post

Jika Pindah, Manchester United Masuk Pilihan Messi?

BERITA BOLA LAINNYA

Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

23/06/2026 - 17:57 WIB
Tiga Gol Messi

Tiga Gol Messi

17/06/2026 - 22:35 WIB
Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

08/06/2026 - 17:38 WIB
Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

07/05/2025 - 10:36 WIB
Catatan Cek Boy: PON Kelar Fasilitas Jangan Terlantar

Catatan Cek Boy: PON Kelar Fasilitas Jangan Terlantar

24/09/2024 - 22:56 WIB
Catatan Cek Boy: From Hero to Zero and Back to The Best

Catatan Cek Boy: From Hero to Zero and Back to The Best

17/09/2024 - 16:17 WIB
Catatan Cek Boy: Pesona Wajah Baru Stadion Haji Dimurthala

Catatan Cek Boy: Pesona Wajah Baru Stadion Haji Dimurthala

06/09/2024 - 10:42 WIB
Catatan Cek Boy: Tim Sepak Bola PON Aceh, Here We Go!!!.

Catatan Cek Boy: Tim Sepak Bola PON Aceh, Here We Go!!!.

02/09/2024 - 16:29 WIB
Catatan Cek Boy: Harapan Tinggi Pada Tim Sepak Bola PON

Catatan Cek Boy: Harapan Tinggi Pada Tim Sepak Bola PON

22/08/2024 - 13:38 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Empat Tim Pastikan Promosi ke Liga Nusantara 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mesir Terancam Tanpa Salah Hadapi Australia di Babak 32 Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unaaha FC Kalah Dramatis, PSN Ngada Cetak Gol Menit 90+4

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prancis vs Swedia, Duel Bersejarah Setelah 96 Tahun Piala Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Gol Penalti Mbappe Antar Prancis Tantang Maroko

Gol Penalti Mbappe Antar Prancis Tantang Maroko

05/07/2026
Diaz: Mental Maroko Jadi Kunci Kemenangan

Diaz: Mental Maroko Jadi Kunci Kemenangan

05/07/2026
Desire Doue: Persaingan Bikin Prancis Makin Kuat

Desire Doue: Persaingan Bikin Prancis Makin Kuat

04/07/2026
Kisah Tanjung Verde Yang Menjadi Fenomena Dunia

Kisah Tanjung Verde Yang Menjadi Fenomena Dunia

04/07/2026
Lisandro Bilang Tak Ada yang Menyerah di Argentina

Lisandro Bilang Tak Ada yang Menyerah di Argentina

04/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia