• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Selasa, Agustus 18, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Selasa, Agustus 18, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Diari Akmal: Sepak Bola Kita Salah Asuhan

Riandi Riandi
Kamis, 27/08/2020 - 17:09 WIB
in Analisis
Akmal Marhali, Serie A

Akmal Marhali

Share on FacebookShare on Twitter

ACEHFOOTBALL.net — Ingatkah Anda dengan “Salah Asuhan”? Sebuah novel karya Abdoel Moeis yang diterbitkan tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Novel yang terbit di Hindia Belanda dianggap sebagai karya Sastra Indonesia modern terbaik sepanjang masa.

Bercerita tentang anak muda bernama Hanafi yang menikah dengan Rapiah sebagai balas jasa mamaknya, Sutan Batuan, yang membantu biaya sekolah Hanafi. Tapi, Hanafi tak cinta lalu menceraikan Rapiah, dan menikah dengan Corrie du Busse, wanita Indo-Prancis.

Kehidupan rumah tangga Hanafi-Corrie tak berjalan mulus. Setelah sering cekcok, Corrie pergi ke Semarang dan meninggal karena kolera. Hanafi sangat menyesal dan pulang ke Solok. Ia pun meninggal dalam penyesalan.

Seperti itu pula catatan perjalanan sepakbola Indonesia dalam 30 tahun terakhir setelah juara Sea Games 1991. Pondasi yang dibangun rapuh. Pola pikir instan, melupakan pembinaan. Kompetisi profesional penuh masalah.

INFO BOLALAINNYA

Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Sepak Bola Aceh Jangan Seperti Seulawah RI 001

30/07/2026 - 12:39 WIB
Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

19/07/2026 - 18:08 WIB
Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

19/07/2026 - 17:56 WIB
Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

16/07/2026 - 14:19 WIB

Kolamnya kotor. Bibit potensial (pemain muda) tak bisa hidup sehat dalan ekosistem yang tidak sehat. Bukan berkembang, malah tertular virus. Kompetisi asal meriah, asal joged. Menghalalkan berbagai cara. Menepikan sportifitas, fairplay. Bak katak dalam tempurung. Pola pikir instan mengakar mulai dari pembina, pengelola klub. Lalu, menular sampai pemain bahkan suporter.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) misalnya. Alih-alih menjalankan pembinaan sesuai amanat Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005, mereka justeru bangga sebagai pembuka jalan naturalisasi.

Selalu tampil terdepan sebagai lembaga yang paling berjasa dalam proses naturalisasi. Pengurus federasi (baca: PSSI), sibuk dengan target yang dicanangkan di setiap event dengan melupakan persiapan.

Pengelola klub lebih suka membeli barang jadi daripada membangun akademi. Semua nyaris tak memberikan motivasi dan edukasi bagaimana menciptakan pemain berkualitas lewat nutrisi sejak usia dini.

BACA JUGA: Diari Akmal: Perlu Edukasi Nutrisi Sejak Dini

Bahkan, demi ambisi kadang menitipkan pemain dan mencuri umur. Revolusi budaya dan mindset perlu dilakukan untuk memperbaiki pondasi. Potong satu generasi (cara pandang) di semua elemen sepakbola nasional bila ingin berprestasi.

Bola kita butuh generasi baru. Berani?

View this post on Instagram

BOLA KITA SALAH ASUHAN #SOS-26082020- Ingat SALAH ASUHAN? Sebuah novel karya Abdoel Moeis yang diterbitkan tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Novel yang terbit di Hindia Belanda dianggap sebagai karya #sastraIndonesia modern terbaik sepanjang masa. Bercerita tentang anak muda bernama Hanafi yang menikah dengan Rapiah sebagai balas jasa mamaknya, Sutan Batuan, yang membantu biaya sekolah Hanafi. Tapi, Hanafi tak cinta lalu menceraikan Rapiah, dan menikah dengan Corrie du Busse, wanita Indo-Prancis. Kehidupan rumah tangga Hanafi-Corrie tak berjalan mulus. Setelah sering cekcok, Corrie pergi ke Semarang dan meninggal karena kolera. Hanafi sangat menyesal dan pulang ke Solok. Ia pun meninggal dalam penyesalan. Seperti itu pula catatan perjalanan #sepakbolaIndonesia dalam 30 tahun terakhir setelah juara #SeaGames1991. Pondasi yang dibangun rapuh. Pola pikir instan, melupakan pembinaan. Kompetisi profesional penuh masalah. Kolamnya kotor. Bibit potensial (pemain muda) tak bisa hidup sehat dalan ekosistem yang tidak sehat. Bukan berkembang, malah tertular virus. Kompetisi asal meriah, asal joged. Menghalalkan berbagai cara. Menepikan sportifitas, fairplay. Bak katak dalam tempurung. Pola pikir instan mengakar mulai dari pembina, pengelola klub. Lalu, menular sampai pemain bahkan suporter. Kemenpora misalnya. Alih-alih menjalankan pembinaan sesuai amanat UU Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 justeru bangga sebagai pembuka jalan naturalisasi. Selalu tampil terdepan sebagai Lembaga yang paling berjasa dalam proses naturalisasi. Pengurus #PSSI, sibuk dengan target yang dicanangkan di setiap event dengan melupakan persiapan. Pengelola klub lebih suka membeli barang jadi daripada membangun akademi. Semua nyaris tak memberikan motivasi dan edukasi bagaimana menciptakan pemain berkualitas lewat nutrisi sejak usia dini. Bahkan, demi ambisi kadang menitipkan pemain dan mencuri umur. Revolusi budaya dan mindset perlu dilakukan untuk memperbaiki pondasi. Potong satu generasi (cara pandang) di semua elemen #sepakbolanasional bila ingin berprestasi. #BolaKita butuh generasi baru. BERANI? #akmal #akmalmarhali #semangatmenolakmenyerah #BangkitSepakbolaIndonesia

A post shared by akmalmarhali (@akmalmarhali20) on Aug 26, 2020 at 7:23am PDT

***

Diari Akmal adalah nama rubrik baru di acehfootball, yang tak lain catatan pribadi Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer (SOS). Bung Akmal, tak keberatan, postingannya di Instagram @akmalmarhali20 ditayangkan lebih luas pada situs ini.

—–

Tags: Akmal Marhalisepakbola indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Operator Liga 1 Jumpai Baintelkam Polri, Ini Tujuannya

Next Post

Jika Pindah, Manchester United Masuk Pilihan Messi?

BERITA BOLA LAINNYA

Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

12/07/2026 - 11:11 WIB
Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

09/07/2026 - 09:10 WIB
Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

04/07/2026 - 11:38 WIB
Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

04/07/2026 - 10:07 WIB
Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

02/07/2026 - 10:25 WIB
Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

28/06/2026 - 21:18 WIB
Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

23/06/2026 - 17:57 WIB
Tiga Gol Messi

Tiga Gol Messi

17/06/2026 - 22:35 WIB
Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

08/06/2026 - 17:38 WIB
Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

    Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persiraja Ikat Lima Pemain Lokal, Dua Dikontrak Tiga Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Balas Kekalahan di Fase Grup, Tuna FC Juara AMFI Aceh Cup 2026

Balas Kekalahan di Fase Grup, Tuna FC Juara AMFI Aceh Cup 2026

17/08/2026
Arsenal Libas Man City, Angkat Trofi Community Shield ke-18

Arsenal Libas Man City, Angkat Trofi Community Shield ke-18

17/08/2026
16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

14/08/2026
Wasit Terbaik Afrika Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Gagal Pimpin Piala Dunia, Omar Artan Wasiti Piala Super Eropa

14/08/2026
WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

13/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia