ACEHFOOTBALL.net – Bek Timnas Inggris, Dan Burn, mengaku masih sulit mempercayai dirinya kini berada di panggung Piala Dunia 2026 setelah menempuh perjalanan karier panjang dari sepak bola amatir hingga menjadi bagian dari skuad The Three Lions.
Pemain bertahan Newcastle United berusia 34 tahun itu baru melakoni debut internasionalnya tahun lalu. Kini, ia menjadi salah satu dari 26 pemain yang dibawa pelatih Thomas Tuchel ke putaran final Piala Dunia di Amerika Serikat.
Timnas Inggris tiba di markas mereka di Kansas City pada Sabtu (13/6/2026) setelah menjalani pemusatan latihan di Florida. Selama berada di sana, Inggris melakoni dua laga uji coba melawan Selandia Baru dan Kosta Rika, yang keduanya berhasil dimenangkan.
Burn berbicara kepada wartawan usai mengikuti sesi latihan di Swope Soccer Village yang berlangsung dalam cuaca panas. Latihan tersebut juga disaksikan puluhan anak-anak yang hadir memberikan dukungan kepada skuad Inggris.
Dalam sesi yang berlangsung santai itu, Thomas Tuchel tampak lebih banyak mengamati dari pinggir lapangan. Pelatih asal Jerman tersebut mengenakan hoodie dan topi, sementara bendera Amerika Serikat dan Inggris berkibar di area latihan.
Bagi Burn, tampil di Piala Dunia pada usia 34 tahun merupakan pencapaian yang sangat istimewa.
Bek berpostur 2,01 meter itu pernah menghabiskan sebagian besar kariernya di kasta bawah sepak bola Inggris, bahkan sempat bermain di kompetisi non-liga bersama Darlington sebelum akhirnya menembus Liga Primer Inggris bersama Brighton & Hove Albion dan kemudian bergabung dengan Newcastle United pada 2022.
“Rasanya agak tidak nyata. Jika saat saya masih bermain untuk Darlington di Conference dan League Two ada yang mengatakan saya akan berada di sini, mungkin saya akan menjawab tidak, apalagi pada usia seperti sekarang,” kata Burn.
Namun, ia berusaha menikmati setiap momen yang dijalaninya di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
“Saya hanya ingin menikmati setiap momen. Semua ini masih sangat baru bagi saya. Hampir semuanya adalah pengalaman pertama. Karena itu saya sangat antusias berada di sini,” ujarnya.
Burn menegaskan dirinya siap memberikan kontribusi maksimal bagi tim, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.
“Saya ingin membantu tim semaksimal mungkin, apakah itu bermain sejak awal atau masuk dari bangku cadangan, membantu memenangkan pertandingan atau mempertahankan keunggulan,” katanya.
Menurut Burn, skuad Inggris saat ini tidak hanya memiliki kualitas individu yang tinggi, tetapi juga kekompakan tim yang kuat dalam upaya meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka setelah sukses pada 1966.
Ia menilai suasana di dalam tim sangat positif dan para pemain berusaha membangun hubungan yang lebih dekat satu sama lain.
“Sangat mudah ketika berada di turnamen seperti ini untuk hanya melakukan percakapan biasa, seperti menyapa dan menanyakan kabar. Tetapi kami benar-benar meluangkan waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Hal-hal kecil seperti itu bisa menjadi pembeda dalam turnamen besar,” ujarnya.
Inggris akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia pada Rabu (17/6/2026) di Arlington, Texas.
Burn mengakui Kroasia akan menjadi lawan yang sangat berat. Tim tersebut merupakan finalis Piala Dunia 2018 di Rusia dan finis di peringkat ketiga pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Itu akan menjadi ujian yang berat bagi kami, terutama karena merupakan pertandingan pertama. Jika melihat di atas kertas, itu mungkin laga terberat di grup. Namun kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan siap menghadapinya,” kata Burn.
Selain Kroasia, Inggris juga tergabung di Grup L bersama Ghana dan Panama. The Three Lions menargetkan melangkah jauh dalam turnamen dan mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
|- Sumber: Supersport.com





















Komentar