ACEHFOOTBALL.net – Pelatih Timnas Curacao, Dick Advocaat, optimistis timnya mampu memberikan kejutan saat menghadapi Jerman pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026, Minggu (15/6/2026).
Meski mengakui Jerman lebih diunggulkan, pelatih asal Belanda itu yakin Curacao memiliki peluang untuk “mencuri poin” dari juara dunia empat kali tersebut.
Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi Curacao yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia. Selain itu, Advocaat juga mencatatkan rekor sebagai pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 78 tahun.
Turnamen kali ini menjadi Piala Dunia ketiga yang dijalani Advocaat sebagai pelatih kepala setelah sebelumnya menangani Belanda dan Korea Selatan di ajang yang sama.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Advocaat mengatakan pencapaian Curacao lolos ke Piala Dunia merupakan hasil dari semangat kebersamaan yang luar biasa.
“Semangat tim dalam skuad ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Sebagai sebuah negara, kami akan memberikan segalanya untuk pulau ini. Namun kami bukan favorit,” kata Advocaat.
Menurutnya, situasi yang dihadapi saat ini berbeda dengan ketika ia menangani negara-negara besar.
“Ketika Anda melatih Belanda atau tim besar lainnya, Anda termasuk favorit. Sekarang, menjadi bagian dari perjalanan Curacao saja sudah luar biasa,” ujarnya.
Advocaat menegaskan timnya ingin menunjukkan kemampuan terbaik di panggung dunia.
“Kami ingin memperlihatkan kepada mereka apa yang bisa kami lakukan dan seberapa besar nilai kami. Bagi masyarakat Curacao, apa yang telah kami capai dalam dua tahun terakhir adalah sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Tantangan berat memang menanti Curacao di Grup E. Selain Jerman, mereka juga harus menghadapi Ekuador yang finis sebagai runner-up kualifikasi zona Amerika Selatan serta Pantai Gading, salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.
“Saya pikir kami harus mencuri beberapa poin, tetapi dengan cara yang sah. Kami ingin menunjukkan bahwa kami memiliki rencana yang baik,” ujar Advocaat.
Ia mengakui Jerman akan lebih banyak menguasai permainan.
“Jerman akan menjadi tim yang dominan dan itu sesuatu yang normal,” tambahnya.
Sementara itu, kapten Curacao, Leandro Bacuna, mengatakan timnya akan tetap tampil lepas dan menikmati momen bersejarah tersebut.
Sikap santai skuad Curacao bahkan sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah video para pemain bernyanyi dan menari tanpa mengenakan kaus di bus tim menjadi viral.
“Kami adalah bangsa yang juga suka berpesta. Kami senang bersenang-senang,” kata Bacuna.
Gelandang yang pernah memperkuat Aston Villa itu menegaskan dirinya dan sebagian besar rekan setimnya yang lahir di Belanda tetap memiliki kebanggaan besar terhadap tanah leluhur mereka.
“Kadang ada yang mengatakan saya bukan benar-benar berasal dari Curacao. Tetapi orang tua kami pergi mencari peluang yang tidak selalu tersedia di Curacao,” ujarnya.
“Namun kami adalah orang Curacao dan kami mencintai Curacao,” tegas Bacuna.
Laga melawan Jerman akan menjadi ujian pertama bagi Curacao dalam debut mereka di Piala Dunia. Meski berstatus tim debutan dan tidak diunggulkan, semangat tinggi yang ditunjukkan skuad asuhan Dick Advocaat membuat mereka bertekad memberikan perlawanan sengit kepada salah satu raksasa sepak bola dunia tersebut.
|- Sumber: Supersport.com





















Komentar