ACEHFOOTBALL.net – Timnas Jepang harus menghadapi pukulan berat menjelang laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 melawan Belanda.
Kapten sekaligus gelandang senior mereka, Wataru Endo, memutuskan mengakhiri karier internasionalnya setelah gagal pulih dari cedera yang dideritanya.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah tim pelatih menilai kondisi Endo tidak memungkinkan untuk tampil di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara tersebut.
Endo, yang kini berusia 33 tahun, mengumumkan pensiun dari tim nasional pada Kamis (12/6/2026), hanya beberapa hari sebelum Jepang memainkan laga pertamanya melawan Belanda di Dallas, Minggu (14/6/2026).
Moriyasu mengakui keputusan itu merupakan salah satu momen tersulit dalam karier kepelatihannya.
“Pada akhirnya saya harus menilai apakah dia masih bisa bermain dan tetap berada dalam tim atau tidak. Saya yang mengambil keputusan terakhir,” kata Moriyasu dalam konferensi pers di Dallas, Sabtu.
Pelatih yang tampak emosional itu mengaku merasa berat saat menyampaikan keputusan tersebut kepada Endo.
“Ketika saya menyampaikan keputusan itu kepada Wataru, saya merasa sangat tidak enak harus mengatakan hal tersebut,” ujarnya.
Menurut Moriyasu, Endo menerima keputusan itu dengan sikap yang sangat dewasa meskipun jelas merasakan kekecewaan mendalam.
“Saya tentu tidak bisa mengetahui persis apa yang ia rasakan. Namun dia sangat memahami dan menghormati keputusan tersebut. Tentu saja dia terluka.
Keluarganya, orang-orang yang mencintainya, para pendukung, dan semua yang selama ini mendukungnya juga ikut terluka,” katanya.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada mereka semua. Namun demi kepentingan tim dan negara, keputusan itu harus diambil. Itu sangat berat,” tambahnya.
Endo menjalani debut bersama Timnas Jepang pada 2015 dan mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan 73 penampilan serta empat gol untuk Samurai Biru.
Gelandang Liverpool tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu figur sentral dalam skuad Jepang.
Absennya Endo menjadi kehilangan besar bagi Jepang yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi.
Tim asuhan Moriyasu disebut-sebut memiliki peluang melangkah jauh setelah menunjukkan performa impresif dalam laga persahabatan, termasuk kemenangan atas Inggris di Stadion Wembley sebelum turnamen dimulai.
Selain kehilangan Endo, Jepang juga harus tampil tanpa winger Brighton & Hove Albion, Kaoru Mitoma, yang masih dibekap cedera.
Meski demikian, Moriyasu menegaskan skuadnya tidak boleh larut dalam situasi tersebut.
“Ketika hal-hal yang tidak terduga terjadi, kami harus memastikan tidak terlalu terkejut atau terganggu oleh keadaan itu,” ujarnya.
Moriyasu sendiri dikenal sebagai arsitek di balik keberhasilan Jepang menaklukkan Spanyol dan Jerman pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun langkah Jepang saat itu terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia.
Kini, ia berharap generasi baru Jepang mampu melangkah lebih jauh.
“Kami mungkin dianggap sebagai kuda hitam. Tetapi untuk mewujudkannya, kami harus keluar dari zona nyaman dan berani mendorong kemampuan kami hingga batas tertinggi,” kata Moriyasu.
Selain Jepang dan Belanda, Grup F juga dihuni Tunisia dan Swedia. Persaingan ketat diperkirakan akan mewarnai perebutan dua tiket menuju babak gugur.
Meski kehilangan kaptennya di saat-saat terakhir, Jepang tetap bertekad membuka Piala Dunia 2026 dengan hasil positif dan menjaga mimpi meraih prestasi terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
|- Sumber: Supersport.com





















Komentar