ACEHFOOTBALL.net — PSPS Pekanbaru memilih Jakarta sebagai lokasi pemusatan latihan terakhir sebelum menghadapi kompetisi Championship 2026/27.
Setelah komposisi skuad dilengkapi, Askar Bertuah kini mulai memusatkan perhatian pada laga perdana Grup Barat menghadapi PSIS Semarang.
Skuad asuhan Akhyar Ilyas sudah berada di Jakarta sejak awal Agustus. Pemusatan latihan tersebut dipilih untuk memaksimalkan persiapan sekaligus menghemat waktu perjalanan menuju pertandingan pembuka di Semarang.
“PSPS memutuskan TC di Jakarta dan nanti lanjut ke Semarang sekaligus menghadapi laga pembuka,” kata Manajer PSPS Miftakhul Fahamsyah.
Miftakhul mengatakan, selama masa persiapan tersebut PSPS tidak lagi menggelar latihan di Riau. Keputusan itu diambil agar pemain tidak terkuras tenaganya akibat perjalanan pulang-pergi Pekanbaru-Jakarta.
“PSPS juga melakukan uji coba selama TC di Jakarta,” ujarnya.
Program pemusatan latihan di Jakarta sekaligus dimanfaatkan PSPS untuk mengukur kesiapan skuad melalui sejumlah pertandingan uji coba. Salah satunya menghadapi Persis Solo.
“Beberapa hari lalu sudah dengan Persis Solo, selanjutnya kami akan beruji coba dengan tim Super League, Isenmulang Kalteng FC,” kata Miftakhul.
Menurutnya, pemusatan latihan di Jakarta dinilai cukup efisien karena sejumlah klub juga memilih ibu kota sebagai lokasi persiapan menghadapi musim baru.
Kondisi tersebut membuat PSPS lebih mudah mendapatkan lawan uji coba dengan level kompetitif.
Setelah menyelesaikan rangkaian TC di Jakarta, PSPS berencana bertolak lebih awal ke Semarang. Selain untuk menjaga kondisi pemain, keberangkatan lebih cepat dilakukan agar tim memiliki waktu beradaptasi dengan lingkungan pertandingan.
PSPS juga dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba tambahan di Semarang sebelum menghadapi PSIS pada laga pembuka Championship 2026/27.
Dengan strategi tersebut, Askar Bertuah berharap persiapan pramusim tidak hanya membentuk kondisi fisik pemain, tetapi juga mematangkan organisasi permainan dan kesiapan menghadapi atmosfer kompetisi sejak pertandingan pertama.




















Komentar