ACEHFOOTBALL.net — Era baru Timnas Prancis resmi dimulai. Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, ditunjuk sebagai pelatih kepala Les Bleus menggantikan Didier Deschamps.
Penunjukan tersebut bukan hanya menyita perhatian karena nama besarnya, tetapi juga karena nilai kontraknya yang menjadikan Zidane sebagai salah satu pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.
Berdasarkan laporan L’Equipe, Zidane menerima gaji pokok sebesar 316.000 euro per bulan atau sekitar 3,6 juta euro (sekitar Rp74 miliar) per tahun.
Nilai tersebut masih dapat meningkat hingga 450.000 euro per bulan atau 5,4 juta euro (sekitar Rp111 miliar) per tahun jika memenuhi sejumlah klausul bonus yang tercantum dalam kontraknya.
Dengan nilai gaji pokok itu, Zidane masuk dalam lima besar pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia.
Posisi teratas masih ditempati Carlo Ancelotti bersama Timnas Brasil dengan bayaran 10 juta euro per tahun (sekitar Rp206 miliar).
Di bawahnya terdapat Mauricio Pochettino yang menangani Amerika Serikat (6 juta euro), Thomas Tuchel bersama Inggris (5,8 juta euro), serta Fabio Cannavaro yang melatih Uzbekistan (4 juta euro).
FFF Minta Pengecualian Khusus
Untuk merekrut Zidane, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) harus meminta pengecualian khusus kepada Kementerian Olahraga Prancis.
Sebelumnya, pemerintah Prancis menetapkan batas maksimal kompensasi bagi pegawai federasi olahraga sebesar 450.000 euro per tahun. Namun, FFF berpendapat sosok sekaliber Zidane membutuhkan paket remunerasi yang kompetitif agar bersedia menerima jabatan tersebut.
Federasi juga meyakini popularitas dan daya tarik komersial Zidane akan menghasilkan pemasukan yang jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Permohonan itu akhirnya disetujui sehingga Zidane resmi dipercaya memimpin Les Bleus.
Kontrak Hingga Piala Dunia 2030
FFF secara resmi mengumumkan penunjukan Zidane pada 28 Juli 2026. Mantan pelatih Real Madrid itu menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030.
Agenda pertamanya adalah mempersiapkan Prancis menghadapi UEFA Nations League 2026/2027, sebelum menjalani turnamen besar pertamanya bersama Les Bleus di Euro 2028.
Dalam konferensi pers perdananya, Zidane mengaku bangga akhirnya mendapat kesempatan melatih tim nasional negaranya.
“Melatih Timnas Prancis adalah kebanggaan terbesar dalam karier saya, tetapi juga membawa tanggung jawab yang sangat besar,” kata Zidane.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden FFF, Philippe Diallo, serta memberikan penghormatan kepada Didier Deschamps yang telah membangun fondasi kuat selama 14 tahun menangani Timnas Prancis.
Menunggu Lima Tahun
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Zidane untuk kembali ke dunia kepelatihan.
Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, ia memilih menolak berbagai tawaran dari klub-klub elite Eropa karena memang menjadikan kursi pelatih Timnas Prancis sebagai tujuan utama kariernya.
Selama dua periode menangani Real Madrid (2016–2018 dan 2019–2021), Zidane mencatat sejarah dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.
Selain itu, ia juga membawa Los Blancos meraih dua gelar La Liga serta sejumlah trofi domestik dan internasional lainnya.
Kini, setelah menunggu lima tahun, Zidane akhirnya memulai babak baru sebagai arsitek Timnas Prancis dengan target mengembalikan Les Bleus ke puncak sepak bola dunia. []
















Komentar