ACEHFOOTBALL.net – Wasit asal Somalia, Omar Artan, menyebut kesempatan memimpin laga Piala Super Eropa atau UEFA Super Cup 2026 sebagai “Piala Dunia”-nya sendiri setelah sebelumnya gagal bertugas di Piala Dunia 2026.
Artan dipercaya menjadi wasit pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Aston Villa di Salzburg, Rabu (12/8/2026). Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSG 2-1.
Penunjukan Artan terasa istimewa karena sebelumnya ia kehilangan kesempatan memimpin pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA sempat memasukkan namanya dalam daftar wasit turnamen tersebut.
Namun, Artan tidak mendapat izin masuk Amerika Serikat ketika tiba di Bandara Internasional Miami.
Setelah peristiwa tersebut, UEFA memberi Artan kesempatan memimpin Piala Super Eropa. Ia kemudian menjalankan tugas sebagai pengadil dalam pertandingan PSG melawan Aston Villa.
Dalam unggahan UEFA di X pada Kamis (13/8/2026), terlihat bola pertandingan dari laga tersebut. Artan menuliskan pesan khusus pada bola itu.
“Ini adalah Piala Dunia saya.”
UEFA kemudian memberikan keterangan, “Kenang-kenangan Piala Super yang istimewa dari Omar Artan.”
Artan juga menyampaikan apresiasi melalui akun Instagram miliknya. Ia berterima kasih kepada UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) atas dukungan selama proses tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang mewujudkan hal ini,” tulisnya.
“Terutama kepada UEFA yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan, serta menyambut saya di benua mereka dengan tangan terbuka.
“Juga kepada konfederasi saya sendiri, CAF, atas dukungan dan perannya dalam mewujudkan hal ini,” tutupnya.
Ditolak Masuk AS
Artan sebelumnya gagal menjalankan tugas di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk Amerika Serikat. Kejadian tersebut berlangsung ketika ia tiba di Bandara Internasional Miami.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan Artan “dikaitkan dengan orang-orang yang diduga anggota organisasi teroris”, sehingga “membuat pelancong tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat”.
Artan membantah tuduhan tersebut.
Peristiwa itu memicu kemarahan di Somalia. Ia bahkan mendapat sambutan besar ketika kembali ke negaranya.
Kesempatan memimpin Piala Super Eropa 2026 kemudian menjadi pengalaman penting bagi Artan setelah kegagalannya berangkat ke Piala Dunia 2026.
Bagian dari Kerja Sama UEFA-CAF
Penunjukan Artan berkaitan dengan kesepakatan UEFA dan CAF pada akhir April 2026. Kerja sama tersebut dibuat untuk memperkuat hubungan antara dua konfederasi sepak bola.
Langkah UEFA juga muncul di tengah hubungan yang tegang dengan FIFA dan Presiden Gianni Infantino.
Salah satu persoalan terkait rencana membuka akses investasi swasta ke Piala Dunia. Rencana tersebut akhirnya batal setelah mendapat penolakan keras, termasuk dari UEFA.
Dalam beberapa pekan terakhir, UEFA juga sempat menyuarakan ancaman boikot terhadap sejumlah turnamen FIFA sebagai bagian dari tekanan kepada Infantino.
Artan kemudian menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin Piala Super Eropa. Kesempatan tersebut menjadi panggung penting baginya untuk kembali menunjukkan kapasitas di level tertinggi sepak bola Eropa setelah gagal bertugas di Piala Dunia 2026.
Sumber: Yahoo Sports


















Komentar