ACEHFOOTBALL..net — Piala Dunia FIFA 2026 menjadi ajang yang kurang menggembirakan bagi wakil Asia. Meski mencatat rekor dengan mengirim sembilan negara ke putaran final, hanya Australia dan Jepang yang mampu melangkah ke babak 32 besar.
Dalam ulasan resminya yang dipublikasikan Selasa (22/7/2026), FIFA menilai penampilan negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) masih berada di bawah ekspektasi. Lima tim, yakni Irak, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uzbekistan, mengakhiri turnamen tanpa satu pun kemenangan dan finis di dasar klasemen grup masing-masing.
Sementara itu, Iran dan Korea Selatan gagal lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik meski tampil cukup kompetitif sepanjang fase grup.
Australia dan Jepang Jadi Harapan Asia
Australia kembali membuktikan konsistensinya dengan lolos dari fase grup untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Meski akhirnya tersingkir secara dramatis melalui adu penalti melawan Mesir pada babak 32 besar, Socceroos dinilai memiliki fondasi kuat melalui munculnya sejumlah pemain muda seperti Patrick Beach, Lucas Herrington, Paul Okon-Engstler, dan Nestory Irankunda.
Namun, FIFA mencatat Australia masih memiliki persoalan di lini depan setelah hanya mencetak dua gol dalam empat pertandingan.
Jepang juga berhasil mencapai babak 32 besar. Kemenangan besar atas Tunisia dan kebangkitan dramatis melawan Belanda menjadi catatan positif, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Brasil setelah sempat unggul lebih dahulu.
Pelatih Hajime Moriyasu dikabarkan akan tetap menangani Samurai Biru hingga Piala Asia mendatang sebelum regenerasi tim dilanjutkan menuju Piala Dunia 2030.
Iran Nyaris Lolos Tanpa Kekalahan
Iran menjadi salah satu tim yang paling disayangkan gagal melaju ke fase gugur. Tim asuhan Amir Ghalenoei tidak sekalipun menelan kekalahan setelah bermain imbang melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Namun, hasil tersebut belum cukup membawa mereka masuk delapan besar peringkat ketiga terbaik.
Federasi Sepak Bola Iran memastikan Ghalenoei tetap dipercaya memimpin tim dengan fokus melakukan regenerasi skuad menjelang Piala Asia.
Irak dan Yordania Tunjukkan Harapan
Irak memang pulang tanpa poin setelah kalah dari Norwegia, Prancis, dan Senegal. Meski demikian, FIFA melihat banyak perkembangan positif, terutama karena mayoritas pemain masih berada pada usia produktif.
Striker Aymen Hussein mencetak gol kedua sepanjang sejarah Irak di Piala Dunia dan menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu membawa negaranya tampil lebih baik pada edisi berikutnya.
Yordania juga mencatat sejarah dengan mencetak gol pertamanya di Piala Dunia melalui Ali Olwan saat menghadapi Austria. Meski kalah dalam tiga pertandingan, penampilan mereka dinilai cukup kompetitif, termasuk saat menghadapi finalis Argentina.
Usai turnamen, Federasi Sepak Bola Yordania menunjuk legenda Maroko Badou Zaki sebagai pelatih baru menggantikan Jamal Sellami.
Korea Selatan, Qatar dan Arab Saudi Bersiap Berbenah
Korea Selatan membuka turnamen dengan kemenangan atas Ceko, tetapi kemudian kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan sehingga gagal lolos dari fase grup.
Dengan Son Heung-min yang kini berusia 34 tahun, Korea diperkirakan akan menjalani regenerasi besar-besaran dengan Lee Kang-in menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan memimpin generasi baru.
Qatar juga belum mampu menghapus kekecewaan setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Meski berhasil meraih poin pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka melalui hasil imbang melawan Swiss, kekalahan dari Kanada dan Bosnia-Herzegovina membuat langkah mereka terhenti di fase grup.
Arab Saudi pun mengalami nasib serupa. Hanya mampu bermain imbang melawan Uruguay dan Cabo Verde sebelum kalah dari juara dunia Spanyol, Green Falcons dinilai masih membutuhkan peningkatan kualitas di sektor penyerangan.
Uzbekistan Dapat Pelajaran Berharga
Debutan Uzbekistan memang kalah dalam seluruh pertandingan fase grup, tetapi tetap mencatat sejarah melalui gol pertama mereka di Piala Dunia yang dicetak Abbosbek Fayzullaev ke gawang Kolombia.
Gol spektakuler Eldor Shomurodov saat menghadapi DR Kongo bahkan masuk nominasi Hyundai Goal of the Tournament.
Menurut FIFA, pengalaman pertama tampil di panggung dunia akan menjadi modal penting bagi generasi muda Uzbekistan untuk berkembang menuju Piala Dunia 2030.
Secara keseluruhan, FIFA menilai Piala Dunia 2026 menjadi bahan evaluasi besar bagi sepak bola Asia. Meskipun masih tertinggal dari kawasan lain, kemunculan sejumlah talenta muda diyakini dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan negara-negara Asia pada turnamen mendatang.



















Komentar