ACEHFOOTBALL.net — Mantan Manajer Tim Nasional Indonesia U-19 Piala AFF 2011, Kennedi Husen, menjagokan Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Menurut Ketua Harian KONI Aceh itu, La Roja datang ke partai final dengan komposisi pemain paling lengkap dibandingkan tim lain sepanjang turnamen.
Salah satu pemain yang paling menarik perhatian Kennedi adalah Lamine Yamal. Meski baru berusia 19 tahun, winger Barcelona tersebut dinilai telah menunjukkan kematangan bermain yang jarang dimiliki pemain seusianya.
“Meski masih berusia muda, tetapi mentalnya sangat kuat. Dia tidak pernah terlihat gugup saat menghadapi pertandingan besar,” kata Kennedi kepada acehfootball.net, Minggu (19/7/2026).
Menurut Ketua Pengprov Wushu Aceh itu, kualitas mental Yamal sudah terbukti ketika Spanyol menghadapi Prancis pada babak semifinal.
Saat itu, banyak pengamat lebih mengunggulkan tim asuhan Didier Deschamps yang dihuni sederet pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Namun, Spanyol justru tampil dominan. Yamal bermain tanpa beban dan menjadi salah satu motor serangan yang membuat pertahanan Prancis terus berada di bawah tekanan.
“Di pertandingan sebesar semifinal, Yamal tetap tenang. Itu menunjukkan dia memiliki karakter pemain besar. Tidak semua pemain muda mampu tampil seperti itu,” ujarnya.
Kennedi menilai modal tersebut menjadi bekal penting saat Spanyol menghadapi Argentina pada laga final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Stadion MetLife, New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Ia melihat kondisi skuad asuhan Luis de la Fuente sedang berada dalam performa terbaik. Selain memiliki kualitas individu yang merata, kepercayaan diri para pemain juga terus meningkat setelah menyingkirkan Prancis dengan permainan yang sangat meyakinkan.
Meski demikian, Kennedi mengingatkan bahwa Argentina bukan lawan yang mudah. Menurutnya, juara bertahan dunia itu memiliki mental juara yang telah teruji, terutama setelah beberapa kali bangkit dari ketertinggalan sepanjang fase gugur.
“Argentina selalu menemukan cara untuk menang. Mereka punya pengalaman, karakter, dan sosok Lionel Messi yang tetap menjadi pembeda,” katanya.
Ia menilai duel final nanti akan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola. Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola, tempo permainan, dan kolektivitas tim, sedangkan Argentina lebih mengedepankan efektivitas, transisi cepat, serta kemampuan memanfaatkan momentum melalui kreativitas Messi dan ketajaman Julian Alvarez.
“Kalau Spanyol mampu mempertahankan ritme permainan seperti saat melawan Prancis dan tidak memberi ruang bagi Messi untuk mengembangkan permainan, saya optimistis La Roja bisa mengangkat trofi Piala Dunia 2026,” pungkas Kennedi. []




















Komentar