ACEHFOOTBALL.net – Pemerintah Ghana secara resmi mengajukan protes kepada Kanada setelah gelandang tim nasionalnya, Thomas Partey, ditolak memperoleh visa untuk mengikuti laga Piala Dunia 2026 di negara tersebut.
Melalui pernyataan yang dipublikasikan Menteri Luar Negeri Ghana, Sam Okudzeto Ablakwa, Sabtu (14/6/2026), pemerintah Ghana menyebut keputusan Kanada sebagai tindakan yang “tidak adil” dan berlebihan terhadap salah satu pemain kunci Black Stars.
“Ghana telah mengirimkan nota protes resmi kepada Pemerintah Kanada,” demikian isi pernyataan tersebut.
Dalam nota diplomatik itu, Ghana juga meminta Kanada meninjau kembali keputusan yang membuat Partey tidak dapat memasuki wilayah negara tersebut untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia.
Thomas Partey saat ini bermain untuk Villarreal dan sebelumnya memperkuat Arsenal. Gelandang berusia 32 tahun itu tengah menghadapi proses hukum di Inggris terkait tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan pelecehan seksual yang diajukan oleh empat perempuan berbeda atas dugaan peristiwa yang terjadi antara 2020 hingga 2022.
Namun, Partey telah menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut. Persidangan kasusnya baru dijadwalkan berlangsung tahun depan sehingga secara hukum ia masih berstatus belum terbukti bersalah.
Pemerintah Ghana menilai keputusan Kanada yang mendasarkan penolakan visa pada dakwaan yang belum diputus pengadilan menimbulkan pertanyaan serius mengenai prinsip keadilan.
“Meskipun Ghana menghormati hak kedaulatan Kanada dalam menerapkan hukum imigrasinya, penggunaan dakwaan yang belum terbukti secara hukum sebagai dasar keputusan menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keadilan dan proporsionalitas,” tulis pemerintah Ghana.
FIFA telah mengonfirmasi bahwa Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari pemusatan latihan Ghana di Boston, Amerika Serikat, menuju Kanada untuk pertandingan pembuka Grup L melawan Panama yang akan berlangsung di Toronto pada 17 Juni mendatang.
Meski demikian, Partey masih berpeluang tampil pada dua laga berikutnya di fase grup. Ghana dijadwalkan menghadapi Inggris dan Kroasia dalam pertandingan yang seluruhnya berlangsung di Amerika Serikat.
Situasi tersebut membuat Partey tetap bisa memperkuat Ghana selama pertandingan dimainkan di wilayah Amerika Serikat.
Namun, masalah serupa berpotensi muncul kembali apabila Ghana lolos ke babak gugur dan harus kembali bertanding di Kanada.
Pemerintah Ghana menyatakan akan mempertimbangkan berbagai langkah diplomatik dan hukum yang tersedia berdasarkan hukum Kanada maupun hukum internasional untuk memastikan kasus Partey mendapat penilaian yang adil.
Ghana juga mendesak Ottawa membatalkan keputusan tersebut demi menjunjung prinsip keadilan dan asas-asas utama hukum umum (common law).
Sementara itu, otoritas imigrasi Kanada menolak memberikan rincian terkait kasus individu. Dalam keterangannya, mereka menegaskan bahwa keselamatan warga Kanada tetap menjadi prioritas utama.
Lembaga imigrasi Kanada menyatakan seluruh aturan diterapkan secara konsisten tanpa memandang kewarganegaraan, profil individu, maupun peran seseorang dalam turnamen.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat mengaku mengetahui adanya proses hukum yang sedang dihadapi Partey.
Namun, otoritas AS menegaskan bahwa pemain tersebut belum pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan tetap diberikan visa untuk masuk ke Amerika Serikat.
Kasus ini menjadi salah satu kontroversi pertama yang mencuat pada Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bagi Ghana, absennya Partey pada laga pembuka menghadapi Panama menjadi kerugian besar mengingat perannya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Black Stars.
|- Sumber: Supersport.com





















Komentar