• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Jumat, April 24, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Jumat, April 24, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Sumpah Saripah Untuk Shaun Evans

Redaksi Redaksi
Sabtu, 25/08/2018 - 22:15 WIB
in Timnas Indonesia, Analisis
Sumpah Saripah Untuk Shaun Evans
Share on FacebookShare on Twitter

NAMA Shaun Robert Evans mendadak membuat merah muka publik sepakbola Indonesia. Ini terjadi karena putusan kontroversinya dalam pertandingan babak 16 besar Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (24/8/2018)

Dalam laga Zulfiandi dkk bermain tanpa rasa takut menghadapi Uni Emirat Arab. Tim asal Timur Tengah itu disanjung-sanjung punya keunggulan dari lawannya, Indonesia.

Wasit kontroversial asal Australia ini memimpin laga Indonesia versus UEA. Pada pertandingan ini, dia memberi dua penalti untuk tim tamu. Bukan satu kali saja Shaun memberikan penalti. Gol pertama yang dicetak UEA berasal dari titik putih setelah Andy Setyo melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.

Shaun Evans (tengah) | Sumber Foto Internet

INFO BOLALAINNYA

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

07/05/2025 - 10:36 WIB
Timnas Kembali Untuk Fokus Persiapan Lawan Bahrain

Timnas Kembali Untuk Fokus Persiapan Lawan Bahrain

22/03/2025 - 15:11 WIB
Prediksi Australia vs Indonesia: Patrick Kluivert Bakal Buat Perubahan Strategi

Prediksi Australia vs Indonesia: Patrick Kluivert Bakal Buat Perubahan Strategi

20/03/2025 - 12:04 WIB

Gol kedua diberikan ketika Hansamu Yama dianggap melanggar pemain UEA. Skor saat itu 1-1. Kapten UEA yang menjadi eksekutor sukses mengubah kedudukan menjadi 2-1. Beruntung Stefano Lilipaly berhasil menyamakan kedudukan dimasa injurytime 2-2.

Akhirnya, pertandingan dilanjutkan ke 2×15 menit. Skor tetap imbang. Lalu, Andritany dkk harus mengakui keunggulan UEA. Pasukan Garuda takluk lewat adu penalti dengan skor 4-3. Hasil ini membuat Evan Dimas dkk gagal mencapai target semifinal yang dibebankan kepada mereka. Mimpi lolos punah.

Ala Bisa

Terlepas dari banyak komentar pengamat yang menuding, Ricky Fajrin dkk tidak efektif dalam membangun serangan. Akibatnya tidak bisa membunuh lawan dalam waktu normal. Jika efektif tentu tidak diperlukan perpanjangan waktu dan drama adu penalti.

Tapi kita juga harus ingat, filosofi pertandingan lawan tentu juga berbeda dengan kita. Jujur saja, meski dua kali tertinggal, saya suka melihat cara Sadil Ramdani dkk dalam mencetak gol. Artinya, kedua gol itu berasal dari open play. Bukan dari bola mati seperti yang dimiliki Uni Emirat Arab.

Memang, sebelum gol terjadi, terlalu banyak kans yang terbuang dan terkadang membuat penonton jengkel. Tapi biasalah, penonton di negeri ini mahabisa, sehingga gampang saja melontarkan ragam ucapan bin komentar. Padahal pemain di dalam sudah ngos-ngosan.

Bagi saya, tatkala melihat aksi Hargianto dan kolega memang bukan seperti menyaksikan tim-tim liga Eropa. Ini yang kita nonton adalah tim Asia Tenggara. Tentu banyak kekurangan dan kemonotonan dalam permainan.

Persoalannya adalah, tipikal pemain Indonesia sudah terpola dengan kompetisi (Liga 1) yang sedikit kurang bermutu. Tidak banyak variasi atau kreasi jalur serangan, saat terobosan yang biasa dilakukan membentur tembok kokoh. Di sinilah turun tangan peran pelatih. Makanya, Luis Milla — saya pikir — dikontrak untuk meramu itu. Meski pria Spanyol itu akhirnya gagal.

Milla juga tidak bisa kita tuding gagal membangun mental pemain. Sebab, pemain sendiri sudah tampil di kompetisi yang berkualitas minor. Jika saja, mentalitas kompetisi bagus, tentu pelanggaran Hansamu Yama yang berbuah penalti itu tidak perlu terjadi. Terlepas dari kesalahan wasit sendiri yang berbau kontroversi.

Artinya saya mau bilang, sekecil apapun pelanggan di kotak penalti jangan pernah coba dilakukan. Pemain lawan sudah pasti mencari kans untuk mengelabui wasit dengan triknya. Tentu demi keuntungan timnya sendiri.

Pelanggaran-pelanggaran seperti itu, sepertinya biasa terjadi di kompetisi Indonesia. Sehingga, Hansamu melakukan marking dengan cara yang biasa dia lakukan. Salah, tentu tidak. Tapi, kita juga harus ingat, bahwa wasit terkadang juga menjadi faktor pembeda. Dan terbukti, Shaun Evans-lah yang menjadi aktornya.

Kerugian ada dipihak kita. Kendatipun para netizen sudah berbuih-buih melontarkan sumpah serapah. Tetapi hasil akhir tetap tak bisa diubah. “Sepak bola itu memang kejam,” ungkap Luis Milla. Ya sudahlah!

Sumber: steemit

Tags: indonesialuis millatimnas indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Widodo Minta Zulfiandi Cs Waspadai Sayap Uni Emirat

Next Post

SSB Ini Akan Kirim Lima Pemain Ke Sporting Lisbon

BERITA BOLA LAINNYA

PSSI Lepas Timnas ke Australia Hadapi Prakualifikasi Piala Dunia

PSSI Lepas Timnas ke Australia Hadapi Prakualifikasi Piala Dunia

17/03/2025 - 14:08 WIB
Catatan Cek Boy: PON Kelar Fasilitas Jangan Terlantar

Catatan Cek Boy: PON Kelar Fasilitas Jangan Terlantar

24/09/2024 - 22:56 WIB
Catatan Cek Boy: From Hero to Zero and Back to The Best

Catatan Cek Boy: From Hero to Zero and Back to The Best

17/09/2024 - 16:17 WIB
Catatan Cek Boy: Pesona Wajah Baru Stadion Haji Dimurthala

Catatan Cek Boy: Pesona Wajah Baru Stadion Haji Dimurthala

06/09/2024 - 10:42 WIB
Catatan Cek Boy: Tim Sepak Bola PON Aceh, Here We Go!!!.

Catatan Cek Boy: Tim Sepak Bola PON Aceh, Here We Go!!!.

02/09/2024 - 16:29 WIB
Catatan Cek Boy: Harapan Tinggi Pada Tim Sepak Bola PON

Catatan Cek Boy: Harapan Tinggi Pada Tim Sepak Bola PON

22/08/2024 - 13:38 WIB
Membangun Masa Depan Sepak Bola Aceh: Galakkan Turnamen Usia Muda

Membangun Masa Depan Sepak Bola Aceh: Galakkan Turnamen Usia Muda

04/08/2024 - 20:25 WIB
Indonesia Siap Tampilkan Permainan Terbaik lawan Australia

Indonesia Siap Tampilkan Permainan Terbaik lawan Australia

30/06/2024 - 21:07 WIB
Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Ronde Ketiga, Indonesia di Grup C

Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Ronde Ketiga, Indonesia di Grup C

28/06/2024 - 18:07 WIB
Ini Link Live Streaming Indonesia Vs Guinea di Playoff Olimpiade

Jadwal Sibuk Tim Nasional Indonesia: 10 Hari Lawan 3 Tim

19/05/2024 - 19:25 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Drama 100 Menit di Dimurthala! Garudayaksa Selamat di Detik Akhir

    Drama 100 Menit di Dimurthala! Garudayaksa Selamat di Detik Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSS Sleman Rebut Kembali Takhta Klasemen Usai Tekuk Persiku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persiraja Vs Garudayaksa: Andik dkk Incar Posisi Puncak di Banda Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Klasemen: Posisi Puncak Memanas, Kans Persiraja Musnah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putaran Nasional Liga 4 Segera Bergulir, Diikuti 64 Klub

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Persiraja U-19 Jalani Empat Laga Tanpa Kemenangan

Terpuruk di Dasar Klasemen, Persiraja U-19 Kembali Tumbang

23/04/2026
Info Grafis: Klasemen Sementara Championship

Klasemen: Posisi Puncak Memanas, Kans Persiraja Musnah

21/04/2026
PSS Sleman Rebut Kembali Takhta Klasemen Usai Tekuk Persiku

PSS Sleman Rebut Kembali Takhta Klasemen Usai Tekuk Persiku

20/04/2026
Drama 100 Menit di Dimurthala! Garudayaksa Selamat di Detik Akhir

Drama 100 Menit di Dimurthala! Garudayaksa Selamat di Detik Akhir

19/04/2026
Persiraja Vs Garudayaksa: Andik dkk Incar Posisi Puncak di Banda Aceh

Persiraja Vs Garudayaksa: Andik dkk Incar Posisi Puncak di Banda Aceh

19/04/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia