• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Kamis, Juli 30, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Sepak Bola Aceh Jangan Seperti Seulawah RI 001

Redaksi Redaksi
Kamis, 30/07/2026 - 12:39 WIB
in Analisis
Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Boy Ferdian, pengamat bola

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Boy Ferdian

ACEH pernah mencatat sejarah besar bagi Indonesia. Di tengah perjuangan mempertahankan identitas Republik setelah Proklamasi Kemerdekaan, rakyat Aceh menunjukkan pengorbanan luar biasa dengan menyumbangkan Seulawah RI 001.

Pesawat itu kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan bangsa.

Namun, masa itu telah berlalu. Kini yang tersisa hanyalah kebanggaan sejarah. Replika pesawat Seulawah RI 001 berdiri di Lapangan Blang Padang sebagai pengingat bahwa Aceh pernah memberi sesuatu yang sangat berharga bagi negeri ini.

INFO BOLALAINNYA

Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

19/07/2026 - 18:08 WIB
Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

19/07/2026 - 17:56 WIB
Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

16/07/2026 - 14:19 WIB
Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

12/07/2026 - 11:11 WIB

Warisan sejarah itu semestinya mendapat penghargaan yang setimpal dari pemerintah, termasuk dalam bentuk kemudahan akses transportasi udara bagi masyarakat Aceh.

Namun, mari kita tinggalkan sejenak cerita itu. Tarik sebatang rokok, seruput kopi Gayo, lalu berbincang tentang sepak bola Aceh.

Jika berbicara sepak bola Aceh, nama Persiraja tentu menjadi yang pertama terlintas di benak banyak orang. Klub ini pernah menjadi simbol kebanggaan Tanah Rencong sekaligus bagian penting dari perjalanan sepak bola nasional.

Aceh juga pernah memberi kontribusi nyata bagi Tim Nasional Indonesia. Nama-nama seperti Iswadi Idris, Fakhri Husaini, dan Herry Kiswanto tercatat dalam sejarah sebagai pemain asal dan lahir di Aceh yang menjadi pilar Timnas.

Generasi berikutnya melahirkan Ismed Sofyan dan Irwansyah, dua putra Aceh yang melegenda berkat kiprah mereka bersama Timnas Indonesia.

Kemudian hadir generasi emas Zulfiandi, Miftahul Hamdi, dan Hendra Sandi yang pernah bersama Timnas U-19. Setelah generasi itu, talenta Aceh yang kembali menembus level tim nasional praktis hanya menyisakan Rahmat Syawal. Kini pun, nama Rahmat sudah mulai tenggelam.

Kondisi ini tentu memprihatinkan. Bukan hanya dari sisi pemain, tetapi juga pelatih. Hingga kini hampir tidak ada pelatih asal Aceh yang memiliki lisensi kepelatihan level tinggi sehingga mampu bersaing di kompetisi nasional, terutama Liga 2 maupun Liga 1.

Tingginya biaya untuk memperoleh lisensi kepelatihan, ditambah minimnya perhatian Asprov PSSI Aceh terhadap pembinaan, menjadi salah satu penyebab pelatih lokal enggan melanjutkan lisensi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian besar berhenti di lisensi D dan C saja.

Di tengah kondisi tersebut, nama Akhyar Ilyas menjadi pengecualian. Ia bisa disebut sebagai last standing hero, salah satu pelatih Aceh yang masih konsisten meniti karier di level nasional.

Persoalan ini sebenarnya bukan karena Aceh kekurangan bakat. Potensi pemain dan pelatih tetap ada. Hanya saja, arah pembangunan sepak bola nasional kini lebih banyak bertumpu pada pemain diaspora, sementara banyak klub memilih pelatih dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Di sisi lain, kompetisi nasional juga belum memiliki model pembinaan yang konsisten dari tahun ke tahun. Klub-klub lebih sibuk mengejar prestasi instan sehingga memilih pemain yang sudah matang dibanding memberi ruang kepada talenta muda lokal untuk berkembang.

Akibatnya, fungsi klub sebagai tempat mencetak pemain muda semakin memudar. Regenerasi berjalan lambat, sementara kesempatan bagi putra daerah untuk tumbuh di level profesional semakin sempit.

Sebagai pencinta sepak bola, tentu kita berharap keadaan ini berubah. Aceh harus kembali menjadi salah satu lumbung talenta nasional.

Pemain-pemain Aceh harus kembali menghiasi Timnas Indonesia, sementara klub-klub kebanggaan daerah memberi ruang lebih besar bagi putra daerah, setidaknya dengan komposisi sekitar 70 persen pemain lokal.

Jangan sampai sepak bola Aceh bernasib seperti Seulawah RI 001: hanya menjadi simbol kejayaan masa lalu yang dikenang, tetapi kehilangan peran pentingnya bagi masa depan negeri. []

Tags: headlinepssi acehsepakbola aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

Next Post

Zidane Latih Timnas Prancis, Gaji Tembus Rp111 Miliar per Tahun

BERITA BOLA LAINNYA

Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

09/07/2026 - 09:10 WIB
Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

04/07/2026 - 11:38 WIB
Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

04/07/2026 - 10:07 WIB
Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

02/07/2026 - 10:25 WIB
Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

28/06/2026 - 21:18 WIB
Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

23/06/2026 - 17:57 WIB
Tiga Gol Messi

Tiga Gol Messi

17/06/2026 - 22:35 WIB
Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

08/06/2026 - 17:38 WIB
Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

07/05/2025 - 10:36 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Persiraja Umumkan Tujuh Pemain, Jaya Hartono Bentuk Tim Baru

    Persiraja Umumkan Tujuh Pemain, Jaya Hartono Bentuk Tim Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammad Reza Naik Kelas, Resmi Gabung Adhyaksa FC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Real Madrid Tidak Butuh Revolusi, Kata Carvajal

Zidane Latih Timnas Prancis, Gaji Tembus Rp111 Miliar per Tahun

30/07/2026
Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Sepak Bola Aceh Jangan Seperti Seulawah RI 001

30/07/2026
Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

28/07/2026
Persada U-17 Abdya Pulang, Ribuan Warga Sambut Sang Juara

Persada U-17 Abdya Pulang, Ribuan Warga Sambut Sang Juara

28/07/2026
Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

27/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia