• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Rabu, Juli 29, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Tiga Gol Messi

Redaksi Redaksi
Rabu, 17/06/2026 - 22:35 WIB
in Analisis, Piala Dunia
Tiga Gol Messi

Bung Alkaf, esais | © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Bung Alkaf*

MESSI berjalan, memantau gerak bola, dan menggaruk janggut, lalu, mencetak tiga gol. Begitulah yang terlihat selama tujuh puluh menit saat Argentina melawan Aljazair.

Pertandingan pertama juara bertahan itu menjadi pertunjukan Messi yang belum mau berhenti. Baginya, gol demi golnya ke gawang Luca Zidane seperti gol pertamanya saat melawan Yugoslavia di Jarnan, tahun 2006.

Pada gelaran Piala Dunia tersebut, Messi melakukan debutnya. Dia menjadi pemain pengganti. Sejak awal, José Pékerman, pelatih Timnas Argentina kala itu, sudah merencanakan Piala Dunia pertamanya sebagai proses pendewasaan diri.

INFO BOLALAINNYA

10 Negara yang Bertekad Bangkit di Piala Dunia 2030

10 Negara yang Bertekad Bangkit di Piala Dunia 2030

25/07/2026 - 15:56 WIB
Hanya Australia dan Jepang yang Jadi Harapan Asia

Hanya Australia dan Jepang yang Jadi Harapan Asia

23/07/2026 - 15:42 WIB
10 Bintang Afrika yang Bersinar di Piala Dunia 2026

10 Bintang Afrika yang Bersinar di Piala Dunia 2026

23/07/2026 - 15:32 WIB
Rekor-Rekor Bersejarah Pecah di Piala Dunia 2026

Rekor-Rekor Bersejarah Pecah di Piala Dunia 2026

21/07/2026 - 21:26 WIB

Di tim Argentina saat itu, para monster sudah terlebih dahulu hadir, Crespo, Saviola, Tevez, dan Riquelme. Dalam komposisi demikian, Messi ditempatkan untuk penempaan dirinya, yang mulai dibayangkan akan menjadi Maradona berikutnya.

Pembacaan Pékerman terhadap peran Messi tepat. Dia tidak ingin pemuda itu tumbuh dengan beban besar di pundaknya. Pékerman ingin melihat Messi perlahan demi perlahan berkembang.

Atas alasan itulah, dia memilih meninggalkan Messi di bangku cadangan pada pertandingan babak perempat final melawan Jerman. Satu keputusan yang tidak dia sesali.

Pékerman merupakan pelatih yang cakap membaca pemain muda. Bukan kali pertama dia melihat pesepak bola Argentina yang berbakat.

Dari tangannya, Argentina mendominasi kejuaran Piala Dunia Junior dengan melahirkan deretan pesepak bola hebat lainnya, seperti Riquelme, Saviola, Cambiasso, Lionel Scaloni, dan Pablo Aimar. Dua nama terakhir yang membuat jalan sejarah Messi di Argentina berbeda untuk selamanya.

Setelah Piala Dunia tahun 2006, Messi menjadi harapan Argentina. Di kakinya, keinginan untuk kembali juara dunia dilabuhkan.

Messi menerima itu tanpa memedulikan apakah dirinya sanggup. Lalu, satu per satu kegagalan demi kegagalan menghampiri dirinya setiap kali mengenakan jersey timnas. Hal yang berkebalikan ketika dia menggunakan kostum Barcelona.

Publik Argentina berang. Messi dianggap tidak sepenuh hati ketika berjibaku untuk negaranya. Messi lalu patah arang. Dia meninggalkan timnas setelah gagal di Copa America 2016 dan Piala Dunia 2018. Timnas Argentina tidak ditakdirkan untuknya.

Rasa duka itu terus menyelimuti batin Messi. Walau tumbuh di Spanyol, hatinya untuk Argentina. Dalam satu waktu, dia pernah mengungkapkan rela menukar segala capaian personalnya demi satu trofi Piala Dunia.

Keinginan yang kemudian tiba ketika murid José Pékerman, Scaloni, didapuk menjadi pelatih kepala Timnas Sepak Bola Argentina. Langkah pertama yang dilakukannya adalah memanggil pulang Messi ke timnas.

Tugas itu diemban oleh Pablo Aimar, idola Messi. Dapat dikatakan, Messi bagi Scaloni, seperti Maradona untuk Bilardo, sedangkan Aimar bagi Messi, seperti Bochini untuk Maradona.

Tanpa Scaloni dan Aimar, kita tidak pernah menyaksikan Messi yang bahagia ketika mengenakan jersey timnas. Segala penderitaannya sebelumnya, berganti dengan keceriaan.

Lihatlah Messi per hari ini di Amerika Serikat. Dia berada di lapangan seperti rutinitas bapak-bapak di sore hari bermain sepak bola.

Datang dan melihat, lalu diberi umpan, kemudian mencetak gol, setelahnya merayakan. Hanya begitu, tidak lebih, seperti yang diperlihatkan saat melawan Al Jazair.

Namun, apa yang saat ini disaksikan bukan jatuh dari langit. Messi memperjuangkan itu dengan segenap tenaganya. Gol Messi tersebut, bahkan mungkin akan bertambah, adalah cerita dari jatuh bangunnya dia dalam sepak bola.

Apa yang telah Messi tunjukkan telah membuatnya akan dikenang sepanjang hayat. Lalu, bagi kita yang menyaksikannya, akan bersyukur bahwa pernah melihat salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

* Penulis adalah esais

Tags: argentinaheadlinelionel messipiala dunia
ShareTweetPin
Previous Post

Bruno Fernandes: Portugal Siap Ukir Sejarah Juara Dunia

Next Post

Ronaldo Susul Messi, Dua Manusia yang Main di Enam Piala Dunia

BERITA BOLA LAINNYA

Statistik Menarik, Pecahkan Rekor dan Lahirkan Sejarah Baru

Statistik Menarik, Pecahkan Rekor dan Lahirkan Sejarah Baru

21/07/2026 - 09:54 WIB
Mbappe Kalahkkan Messi di Babak Knockout Piala Dunia

Kylian Mbappe Pertahankan Sepatu Emas Piala Dunia

20/07/2026 - 06:39 WIB
Rodri Raih Bola Emas, Mbappe Sabet Sepatu Emas

Rodri Raih Bola Emas, Mbappe Sabet Sepatu Emas

20/07/2026 - 06:32 WIB
Spanyol Juara Dunia, Akhiri Mimpi Messi Pertahankan Gelar

Spanyol Juara Dunia, Akhiri Mimpi Messi Pertahankan Gelar

20/07/2026 - 06:19 WIB
Rektor UTU Jagokan Argentina Juara Piala Dunia

Rektor UTU Jagokan Argentina Juara Piala Dunia

19/07/2026 - 18:21 WIB
Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

Ketika Tiki-Taka Spanyol Diuji Mental Juara Argentina

19/07/2026 - 18:08 WIB
Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

Catatan Cek Boy: Duel Dua Nyawa

19/07/2026 - 17:56 WIB
Eks Manajer Timnas U-19 Jagokan Spanyol Juara Dunia

Eks Manajer Timnas U-19 Jagokan Spanyol Juara Dunia

19/07/2026 - 11:41 WIB
Mbappe Kalahkkan Messi di Babak Knockout Piala Dunia

Mbappe Salip Messi, Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Sejarah

19/07/2026 - 10:33 WIB
Juara Eropa yang Taklukkan Dunia, Kini Spanyol Bidik Sejarah Baru

Juara Eropa yang Taklukkan Dunia, Kini Spanyol Bidik Sejarah Baru

19/07/2026 - 09:35 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Persiraja Umumkan Tujuh Pemain, Jaya Hartono Bentuk Tim Baru

    Persiraja Umumkan Tujuh Pemain, Jaya Hartono Bentuk Tim Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammad Reza Naik Kelas, Resmi Gabung Adhyaksa FC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

Ilham Udin: Mungkin Memang Rezeki Saya di Persiraja

28/07/2026
Persada U-17 Abdya Pulang, Ribuan Warga Sambut Sang Juara

Persada U-17 Abdya Pulang, Ribuan Warga Sambut Sang Juara

28/07/2026
Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

Eks Arema FC, Jayus Hariono dan Dwiki Mardianto Perkuat Persiraja

27/07/2026
Persela Lamongan Vs PSS Sleman: Fahri Siap Pertahankan Rekor Sempurna?

Kiper Asal Aceh Muhammad Fahri Resmi Perkuat Bhayangkara FC

27/07/2026
Madon, Siap Pertajam Lini Serang Adhyaksa FC

Madon, Siap Pertajam Lini Serang Adhyaksa FC

26/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia