• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Jumat, Juli 17, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Jumat, Juli 17, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Sumpah Saripah Untuk Shaun Evans

Redaksi Redaksi
Sabtu, 25/08/2018 - 22:15 WIB
in Timnas Indonesia, Analisis
Sumpah Saripah Untuk Shaun Evans
Share on FacebookShare on Twitter

NAMA Shaun Robert Evans mendadak membuat merah muka publik sepakbola Indonesia. Ini terjadi karena putusan kontroversinya dalam pertandingan babak 16 besar Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (24/8/2018)

Dalam laga Zulfiandi dkk bermain tanpa rasa takut menghadapi Uni Emirat Arab. Tim asal Timur Tengah itu disanjung-sanjung punya keunggulan dari lawannya, Indonesia.

Wasit kontroversial asal Australia ini memimpin laga Indonesia versus UEA. Pada pertandingan ini, dia memberi dua penalti untuk tim tamu. Bukan satu kali saja Shaun memberikan penalti. Gol pertama yang dicetak UEA berasal dari titik putih setelah Andy Setyo melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.

Shaun Evans (tengah) | Sumber Foto Internet

INFO BOLALAINNYA

Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

Eropa ‘Latin’ vs Amerika Latin, Siapa yang Jadi Raja Dunia?

16/07/2026 - 14:19 WIB
Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

Catatan Cek Boy: Semifinal Piala Dunia yang Pantas Dinanti

12/07/2026 - 11:11 WIB
Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

Catatan Cek Boy: Yok… Nonton Piala Dunia di Warkop

09/07/2026 - 09:10 WIB
Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

Catatan Cek Boy: Menakar Final Eropa vs Amerika Latin

04/07/2026 - 11:38 WIB

Gol kedua diberikan ketika Hansamu Yama dianggap melanggar pemain UEA. Skor saat itu 1-1. Kapten UEA yang menjadi eksekutor sukses mengubah kedudukan menjadi 2-1. Beruntung Stefano Lilipaly berhasil menyamakan kedudukan dimasa injurytime 2-2.

Akhirnya, pertandingan dilanjutkan ke 2×15 menit. Skor tetap imbang. Lalu, Andritany dkk harus mengakui keunggulan UEA. Pasukan Garuda takluk lewat adu penalti dengan skor 4-3. Hasil ini membuat Evan Dimas dkk gagal mencapai target semifinal yang dibebankan kepada mereka. Mimpi lolos punah.

Ala Bisa

Terlepas dari banyak komentar pengamat yang menuding, Ricky Fajrin dkk tidak efektif dalam membangun serangan. Akibatnya tidak bisa membunuh lawan dalam waktu normal. Jika efektif tentu tidak diperlukan perpanjangan waktu dan drama adu penalti.

Tapi kita juga harus ingat, filosofi pertandingan lawan tentu juga berbeda dengan kita. Jujur saja, meski dua kali tertinggal, saya suka melihat cara Sadil Ramdani dkk dalam mencetak gol. Artinya, kedua gol itu berasal dari open play. Bukan dari bola mati seperti yang dimiliki Uni Emirat Arab.

Memang, sebelum gol terjadi, terlalu banyak kans yang terbuang dan terkadang membuat penonton jengkel. Tapi biasalah, penonton di negeri ini mahabisa, sehingga gampang saja melontarkan ragam ucapan bin komentar. Padahal pemain di dalam sudah ngos-ngosan.

Bagi saya, tatkala melihat aksi Hargianto dan kolega memang bukan seperti menyaksikan tim-tim liga Eropa. Ini yang kita nonton adalah tim Asia Tenggara. Tentu banyak kekurangan dan kemonotonan dalam permainan.

Persoalannya adalah, tipikal pemain Indonesia sudah terpola dengan kompetisi (Liga 1) yang sedikit kurang bermutu. Tidak banyak variasi atau kreasi jalur serangan, saat terobosan yang biasa dilakukan membentur tembok kokoh. Di sinilah turun tangan peran pelatih. Makanya, Luis Milla — saya pikir — dikontrak untuk meramu itu. Meski pria Spanyol itu akhirnya gagal.

Milla juga tidak bisa kita tuding gagal membangun mental pemain. Sebab, pemain sendiri sudah tampil di kompetisi yang berkualitas minor. Jika saja, mentalitas kompetisi bagus, tentu pelanggaran Hansamu Yama yang berbuah penalti itu tidak perlu terjadi. Terlepas dari kesalahan wasit sendiri yang berbau kontroversi.

Artinya saya mau bilang, sekecil apapun pelanggan di kotak penalti jangan pernah coba dilakukan. Pemain lawan sudah pasti mencari kans untuk mengelabui wasit dengan triknya. Tentu demi keuntungan timnya sendiri.

Pelanggaran-pelanggaran seperti itu, sepertinya biasa terjadi di kompetisi Indonesia. Sehingga, Hansamu melakukan marking dengan cara yang biasa dia lakukan. Salah, tentu tidak. Tapi, kita juga harus ingat, bahwa wasit terkadang juga menjadi faktor pembeda. Dan terbukti, Shaun Evans-lah yang menjadi aktornya.

Kerugian ada dipihak kita. Kendatipun para netizen sudah berbuih-buih melontarkan sumpah serapah. Tetapi hasil akhir tetap tak bisa diubah. “Sepak bola itu memang kejam,” ungkap Luis Milla. Ya sudahlah!

Sumber: steemit

Tags: indonesialuis millatimnas indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Widodo Minta Zulfiandi Cs Waspadai Sayap Uni Emirat

Next Post

SSB Ini Akan Kirim Lima Pemain Ke Sporting Lisbon

BERITA BOLA LAINNYA

Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

Persiraja Mencari Bibit Lokal, Jangan Sekadar Merekrut

04/07/2026 - 10:07 WIB
Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

Ketika Belgia Menolak Menyerah: Dua Piala Dunia, Dua Keajaiban

02/07/2026 - 10:25 WIB
Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

28/06/2026 - 21:18 WIB
Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

Catatan Cek Boy: Menanti Kejutan dari Samurai Biru

23/06/2026 - 17:57 WIB
Tiga Gol Messi

Tiga Gol Messi

17/06/2026 - 22:35 WIB
Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

Tak Apa Dolar Naik, Yang Penting Timnas Menang

08/06/2026 - 17:38 WIB
Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

Menjaga Marwah Sepak Bola Aceh, Integritas di Atas Segalanya

09/06/2025 - 12:05 WIB
Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

Diskursus Persiraja: Mengajak Pecinta Klub Jadi Pemilik

07/05/2025 - 10:36 WIB
Timnas Kembali Untuk Fokus Persiapan Lawan Bahrain

Timnas Kembali Untuk Fokus Persiapan Lawan Bahrain

22/03/2025 - 15:11 WIB
Prediksi Australia vs Indonesia: Patrick Kluivert Bakal Buat Perubahan Strategi

Prediksi Australia vs Indonesia: Patrick Kluivert Bakal Buat Perubahan Strategi

20/03/2025 - 12:04 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Prediksi Inggris Vs Argentina: Ini Kata Pakar Olahraga Aceh

    Prediksi Inggris Vs Argentina: Ini Kata Pakar Olahraga Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Putra Aceh Bersatu di Markas PSIS Semarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semifinal Piala Dunia 2026 Sajikan Duel Para Raksasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akhyar Ilyas: Skuad PSPS Riau Sudah Ada 80 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duel Dua Generasi Warnai Semifinal Prancis Kontra Spanyol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Spanyol vs Argentina: Tiga Duel Kunci Penentu Juara Dunia

Spanyol vs Argentina: Tiga Duel Kunci Penentu Juara Dunia

17/07/2026
Miftahul Hamdi Patok Target Promosi ke Liga 1

Miftahul Hamdi Patok Target Promosi ke Liga 1

17/07/2026
Akhyar Ilyas: Skuad PSPS Riau Sudah Ada 80 Persen

Akhyar Ilyas: Skuad PSPS Riau Sudah Ada 80 Persen

17/07/2026
Prancis vs Inggris: Rebut Perunggu, Perebutan Harga Diri

Prancis vs Inggris: Rebut Perunggu, Perebutan Harga Diri

16/07/2026
Trio Gelandang Ini Jadi Kunci Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia

Trio Gelandang Ini Jadi Kunci Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia

16/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia