Penampilan Lionel Messi saat bertandang ke Gabon pada 17 Juli 2015 lalu mendapat kritikan pedas. Dia dinilai tak layak menyandang predikat seorang bintang atas ketidaksopannya dalam penampilan.
Pemain Barcelona itu berkunjung ke Gabon untuk ambil bagian dalam sebuah upacara di salah satu venue untuk Piala Afrika 2017.
Partai oposisi negara tersebut menyebut perilaku Messi tidak sopan dan kotor karena memberikan dukungan kepada Presiden Ali Bongo, yang disebut sebagai pemimpin kontroversial, serta penampilannya yang tidak resmi.
Partai oposisi di Gabon, Union du Peuple Gabonais (UPG), sangat kesal dengan foto Messi bersama Presiden Ali Bongo lantaran peraih empat gelar Ballon d’Or ini hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans. Mereka menyebut tindakan penyerang Barcelona dan timnas Argentina itu sebagai perilaku tidak sopan.
“Mesias sepak bola tiba di Gabon seperti akan pergi ke kebun binatang: kotor, tidak cukuran dan dengan tangan di saku, mencari kacang dan melemparnya,” bunyi pernyataan, seperti dilaporkan AS.
“Ketika anda Lionel Messi dan seorang miliarder, anda tak punya hak mewakili diri sendiri ke pejabat republik, bahkan republik pisang, dengan tangan anda di saku celanamu.”
“Gabon bukan kebun binatang. Kami tidak tahu untuk apa pemain Argentina itu datang ke Gabon, tetapi kami setidaknya memiliki hak mengecam kelalaian dan kurangnya penghormatan dia terhadap standar dan prinsip. Kami gelisah dengan sikap Messi dan pakaiannya. Hanya untuk alasan ini, terkait dengan penghormatan terhadap negara tuan rumah, kami mengutuk sikap tak sopan pemain bola itu.”
Sebelumnya, France Football mengklaim Messi dan mantan rekan setimnya di Barca, Deco, menerima 3,5 juta euro (sekitar Rp 51,545 miliar) untuk perjalanan tersebut. Tetapi kedutaan Gabon membantahnya.
“Republik Gabon dengan keras membantah sudah mentransfer atau mengizinkan transfer sejumlah uang kepada pemain internasional Argentina Lionel Messi, yang berada di Gabon dari 17 hingga 18 Juli 2015 atas undangan Ali Bongo,” begitu bunyi pernyataan.
Editor: indra
Sumber: Guardian



















Komentar