ACEHFOOTBALL.net – Persaingan di Grup E dan Grup F Piala Dunia 2026 semakin memanas saat rangkaian pertandingan kedua fase grup kembali bergulir.
Sejumlah laga krusial akan menentukan peluang tim-tim peserta menuju babak 32 besar.
Sorotan utama tertuju pada duel sesama pemuncak klasemen Grup E antara Jerman dan Pantai Gading. Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan dan kini berpeluang mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat.
Jerman tampil impresif pada laga pertama setelah menghancurkan Curaçao dengan skor telak 7-1. Sementara Pantai Gading meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador.
Tim asuhan Julian Nagelsmann berpeluang memastikan diri sebagai juara Grup E apabila mampu mengalahkan Pantai Gading dan pada saat bersamaan Ekuador gagal meraih kemenangan atas Curaçao.
Sebaliknya, Pantai Gading juga memiliki peluang serupa. Kemenangan atas Jerman ditambah hasil positif Ekuador melawan Curaçao akan membuka jalan bagi wakil Afrika tersebut untuk menguasai puncak klasemen.
Di laga lainnya, Ekuador dan Curaçao sama-sama mengincar poin perdana setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka. Kekalahan kedua berpotensi membuat salah satu tim berada di ambang eliminasi.
Swedia Bidik Tiket 32 Besar
Di Grup F, Swedia menjadi tim yang paling diuntungkan setelah meraih kemenangan meyakinkan 5-0 atas Tunisia pada pertandingan pertama.
Hasil tersebut menempatkan Swedia di puncak klasemen dan membuka peluang besar untuk mengamankan tiket ke babak gugur lebih awal.
Namun, jalan mereka tidak akan mudah karena harus menghadapi Belanda yang sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Jepang.
Jika mampu mengalahkan Belanda, Swedia berpeluang memastikan tempat di fase knockout, terutama jika Jepang gagal mengalahkan Tunisia.
Sementara itu, Belanda membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang menjadi juara grup sekaligus menghindari tekanan pada laga terakhir.
Laga ke-1.000 dalam Sejarah Piala Dunia
Pertandingan antara Tunisia dan Jepang juga memiliki nilai historis tersendiri. Laga tersebut tercatat sebagai pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia FIFA sejak turnamen pertama digelar pada 1930.
Tunisia kini memasuki era baru bersama pelatih Hervé Renard yang ditunjuk untuk membangkitkan peluang tim berjuluk Elang Carthage itu setelah kekalahan telak dari Swedia.
Bagi Tunisia, pertandingan melawan Jepang menjadi laga hidup-mati. Kekalahan, ditambah kemenangan Belanda atas Swedia, akan membuat mereka tersingkir lebih awal dari turnamen.
Sebaliknya, Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menahan imbang Belanda. Kemenangan atas Tunisia akan membuka peluang besar bagi Samurai Biru untuk melangkah ke babak berikutnya.
Klasemen Sementara Grup E
Jerman – 3 poin (7-1)
Pantai Gading – 3 poin (1-0)
Ekuador – 0 poin (0-1)
Curaçao – 0 poin (1-7)
Klasemen Sementara Grup F
Swedia – 3 poin
Jepang – 1 poin
Belanda – 1 poin
Tunisia – 0 poin
Matchday kedua Grup E dan F diprediksi menjadi salah satu penentu awal peta persaingan menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026, dengan Jerman, Pantai Gading, dan Swedia berpeluang menjadi tim pertama dari grup masing-masing yang mengamankan tiket ke fase gugur.
Sumber: Fifa





















Komentar