ACEHFOOTBALL.net — Visi dan misi bakal calon Ketua Umum PSSI Aceh, Keusyik Muslim, mendapat dukungan dari mantan manajer Persiraja Banda Aceh, Boy Nurmiadi.
Ia menilai gagasan perubahan yang ditawarkan Muslim MS dapat menjadi secercah harapan bagi klub-klub sepak bola di Aceh.
Menurut Boy, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah berbagai biaya yang selama ini menjadi beban klub ketika mengikuti kompetisi.
Jika beban tersebut dapat dikurangi, klub akan memiliki ruang lebih besar untuk mengalokasikan sumber daya bagi pembinaan pemain.
“Statmen Keuchik Muslim membawa secercah harapan bagi klub untuk bisa lebih fokus pada pembinaan pemain,” kata Boy, mantan pemain Aceh Putra Galatama, kepada acehfootball.net, Sabtu (5/9/2026).
Ia menilai penghapusan atau pengurangan biaya yang membebani klub merupakan langkah penting jika ingin membangun sepak bola Aceh dari tingkat klub.
Dengan biaya kompetisi yang lebih ringan, klub tidak hanya dituntut untuk mencari dana agar bisa bertanding, tetapi dapat lebih berkonsentrasi membangun tim dan mengembangkan pemain muda.
“Ada hal sangat penting, bila Keuchik Muslim melakukan perubahan, khususnya menghilangkan biaya-biaya yang membebani klub selama ini,” ujar eks Bendahara Umum Persiraja ini.
Selain persoalan pembiayaan, Boy juga berharap kepengurusan PSSI Aceh ke depan memberikan perhatian serius terhadap perangkat pertandingan.
Menurutnya, kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh klub dan pemain, tetapi juga oleh perangkat pertandingan yang menjalankan pertandingan secara profesional.
Boy juga mendorong pemerataan kompetisi dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah pembagian wilayah kompetisi sehingga klub tidak terlalu terbebani dari sisi biaya perjalanan, sekaligus memberi kesempatan pemain mendapatkan lebih banyak menit bermain.
“Kami sangat mendukung bila Keuchik Muslim berkeinginan meningkatkan kompetisi tanpa berbayar. Mudah-mudahan terealisasi ke depannya,” kata Boy, yang juga sempat menjadi manajer PSPS Riau (2022).
Menurutnya, kompetisi yang lebih teratur, terjangkau, dan memiliki jumlah pertandingan lebih banyak akan memberikan dampak langsung terhadap pembinaan pemain.
Klub juga memiliki kesempatan lebih besar menguji dan mengembangkan pemain secara berkelanjutan. Dukungan tersebut disampaikan Boy menyusul pencalonan Keusyik Muslim sebagai Ketua Umum PSSI Aceh dalam Kongres PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung 3 Oktober 2026.
Muslim sendiri sudah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PSSI Aceh di Kantor PSSI Aceh, Lhoong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jumat (4/9/2026) sore.
Salah satu misi besarnya, akan membebaskan biaya pendaftaran untuk klub Liga 4 dan peserta Piala Soeratin. Ia menjanjikan uang pembinaan bagi klub yang menjadi juara Liga 4 dan Piala Soeratin pada seluruh kelompok umur.[]























