Piala Dunia

Diari Akmal: Semifinal UCL – Bundesliga Kontra Ligue 1

ACEHFOOTBALL.net — Tangan dingin Pep Guardiola di Liga Champions hanya berlaku untuk Barcelona dengan dua gelar pada musim 2008/2009 dan 2o1o/2011. Selebihnya, ia tak bertuah saat menangani Bayern Muenchen dan Manchester City.

Menghabiskan dana 800 juta euro atau Rp 14 Triliun selama empat musim, Pep Guardiola tak mampu membawa Man City ke semifinal. Musim pertama 2016/2017 terhenti di 16 Besar dan tiga musim terakhir mentok di perempatfinal. 

Termasuk saat kalah 1-3 dari Olympique Lyonnais (Lyon) di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Portugal. Bagi Lyion ini untuk kedua kalinya mereka lolos ke semifinal.  Sebelumnya, mereka kalah agregat 0-4 dari Bayern Munich pada medio 2009/2010.

Dan, semifinal Liga Champions kali ini akan jadi bentrokan Panser Jerman versus Ayam Jantan Prancis atau duel Bunderliga kontra Ligue 1. Liga Jerman vs Liga Prancis.

Untuk pertama kalinya di era Liga Champions, tidak ada semifinalis dari Inggris, Spanyol, atau Italia. Di sisi lain, ini jadi kali pertama ada dua tim Prancis di semifinal. 

Ini juga untuk pertama kalinya sejak 2012/2013 hanya ada dua negara berbeda di semifinal: RB Leipzig vs Paris vs Paris Saint-Germain dan Olimpique Lyon vs Bayern Muenchen.

Menariknya, tiga dari empat klub itu ditukangi pelatih asal Jerman. Ada Julian Nagelsmann di RB Leipzig, Thomas Tuchel di PSG dan Hans-Dieter Flick di Bayern Munchen.

Ketiganya “mengepung” Rudi Garcia, pelatih pertama asal Prancis yang membawa tim ke semifinal Liga Champions sejak 2009/2010 (Claude Puel bersama Lyon). Dan, hanya
Bayern Munich yang pernah juara (5 kali). 

Tiga lainnya belum pernah meraih gelar. Bahkan, Leipzig baru berusia 11 tahun. Tapi, bagi saya, final ideal lebih menarik pada PSG vs Muenchen. Tapi, bisa jadi ada kejutan di tengah pandemi Covid-19 seperti musim 2004 yang mempertemukan FC Porto versus AS Monaco.

Ya, bisa jadi Liepzig konta Lyon. Bagaimana prediksi Anda?

View this post on Instagram

BUNDESLIGA VS LIGUE 1 #SOS-16082020- Tangan dingin Pep Guardiola di @championsleague hanya berlaku untuk #Barcelona dengan dua gelar (2008/2009 dan 1010/2011). Tidak bertuah saat menangani @fcbayern dan @mancity. Menghabiskan dana 800 juta euro atau Rp 14 Triliun selama 4 musim #pepguardiola tak mampu membawa #manchestercity ke semifinal. Musim pertamanya 2016/2017 terhenti di 16 Besar dan tiga musim terakhir mentok di perempatfinal. Termasuk saat kalah 1-3 dari #lyon di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Portugal. Bagi @ol ini untuk kedua kalinya mereka lolos ke semifinal. Sebelumnya, mereka kalah agregat 0-4 dari #BayernMunich pada 2009/2010. Dan, semifinal #championsleague kali ini akan jadi bentrok #Jerman vs #Prancis atau #Bundesliga vs #Ligue1. Untuk pertama kalinya di era #LigaChampions, tidak ada semifinalis dari Inggris, Spanyol, atau Italia. Di sisi lain, ini jadi kali pertama ada dua tim Prancis di semifinal. Ini juga untuk pertama kalinya sejak 2012/2013 hanya ada dua negara berbeda di semifinal: @dierotenbullen Vs @psg dan Lyon vs #Bayern. Menariknya, tiga dari empat ditukangi pelatih asal Jerman. Ada Julian Nagelsmann di #RBLeipzig, Thomas Tuchel di #PSG, dan Hans-Dieter Flick di #BayernMunchen. Ketiganya "mengepung" Rudi Garcia, pelatih pertama asal Prancis yang membawa tim Prancis ke semifinal Liga Champions sejak 2009/2010 (Claude Puel bersama Lyon). Dan, hanya #Muenchen yang pernah juara (5 kali). Tiga lainnya belum pernah meraih gelar. Bahkan, #Leipzig baru berusia 11 tahun. Final Ideal PSG Vs Muenchen. Tapi, bisa jadi ada kejutan di tengah pandemi #covid19 seperti 2004 yang mempertemukan @fcporto Vs @asmonaco. Ya, bisa jadi Liepzig vs Lyon. BAGAIMANA PREDIKSI ANDA? #akmal #akmalmarhali

A post shared by akmalmarhali (@akmalmarhali20) on

*****

Diari Akmal adalah nama rubrik baru di acehfootball, yang tak lain catatan pribadi Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer (SOS). Bung Akmal, tak keberatan, postingannya di Instagram @akmalmarhali20 ditayangkan lebih luas pada situs ini.

Harian Aceh Indonesia
BINTANG

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *