ACEHFOOTBALL.net — Ketua KONI Aceh Saiful Bahri alias Pon Yaya menegaskan estafet sepakbola Aceh harus mulai diberikan kepada generasi muda. Pembinaan usia dini dinilai menjadi kunci agar regenerasi pemain berjalan dan sepakbola Aceh kembali meuceuhu.
Hal itu disampaikan Pon Yaya kepada acehfootball.net, Selasa (8/9/2026) terkait usainya Turnamen Sepak Bola U-18 Piala Ketua KONI Aceh Tahun 2026 di Lapangan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Minggu (6/9/2026).
Turnamen tersebut akhirnya dimenangi MAN 1 Pidie setelah menundukkan Simpang Keuramat FC melalui drama adu penalti. Ajang ini menjadi salah satu ruang pembinaan sekaligus pencarian potensi pemain muda Aceh.
Menurut Pon Yaya, pembinaan sepakbola usia muda tidak boleh berhenti pada satu turnamen. Prosesnya harus dilakukan secara berkelanjutan agar Aceh memiliki kesinambungan generasi pemain yang mampu melanjutkan kiprah sepakbola daerah.
Ia berharap lembaga-lembaga yang berkaitan dengan sepakbola dapat semakin menggalakkan pembinaan usia muda. Menurutnya, generasi muda harus mulai dipersiapkan untuk menerima tongkat estafet sepakbola Aceh.
“Sudah saatnya estafet sepakbola kita berikan kepada yang muda-muda, agar sepakbola Aceh ke depan kembali meuceuhu,” kata mantan Ketua DPR Aceh ini.
Pon Yaya menilai keberadaan kompetisi usia muda penting dalam proses regenerasi atlet. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat melahirkan pemain-pemain yang nantinya mampu memperkuat Aceh pada berbagai level, termasuk menghadapi agenda Pra-PON dan PON di masa mendatang.
Sebelumnya, saat membuka turnamen, Pon Yaya juga menegaskan bahwa kompetisi usia muda bukan semata-mata mengejar kemenangan. Turnamen menjadi wadah bagi pemain untuk belajar disiplin, kerja sama, sportivitas dan semangat pantang menyerah.
“Turnamen ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat pantang menyerah,” ujar Saiful Bahri.
Ia berharap seluruh pemain dan tim tetap menjunjung tinggi fair play serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk membangun persaudaraan.
Turnamen U-18 Piala Ketua KONI Aceh 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi sepakbola Aceh. Dari ajang seperti inilah potensi pemain muda dapat terlihat dan terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkesinambungan.
Pada partai final, MAN 1 Pidie menunjukkan mental juara setelah bangkit dari ketertinggalan dan memaksa laga berakhir 2-2 hingga waktu normal. MAN 1 Pidie kemudian memastikan gelar juara setelah menang 3-2 dalam adu penalti. []






















