ACEHFOOTBALL.net – Pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengakui timnya bukan favorit saat menghadapi Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Namun, pelatih berusia 68 tahun itu justru melihat status underdog sebagai kekuatan yang bisa membawa kejutan saat kedua tim bentrok di Los Angeles, Jumat (3/7/2026).
Spanyol datang dengan status juara Euro sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia. La Roja juga tampil sempurna di fase grup tanpa sekalipun kebobolan. Di atas kertas, peluang Austria memang sangat tipis.
Rangnick pun tak menutupinya.
“Kami adalah underdog yang sangat besar. Mungkin dari sepuluh pertandingan melawan Spanyol, kami akan kalah tujuh, delapan, bahkan sembilan kali. Tugas kami adalah memastikan pertandingan ini bukan yang kesepuluh,” kata Rangnick kepada FIFA.
Pelatih asal Jerman itu menilai anak asuhnya tak memiliki beban menghadapi tim bertabur bintang seperti Spanyol yang diperkuat Lamine Yamal dan sejumlah pemain elite Eropa.
“Kami tidak kehilangan apa pun. Yang kami miliki justru kesempatan besar untuk membuat sejarah. Semua pemain harus mengeluarkan kemampuan terbaik, baik secara taktik maupun fisik. Kami harus berlari dan bertarung seolah hidup kami bergantung pada pertandingan ini,” ujarnya.
Optimisme Austria bukan tanpa alasan. Mereka datang ke fase gugur dengan mental yang sedang terangkat setelah melalui salah satu laga paling dramatis di fase grup.
Pada pertandingan terakhir Grup J melawan Aljazair, Austria nyaris tersingkir setelah Riyad Mahrez membawa lawannya unggul 3-2 pada menit ke-93. Namun, Sasa Kalajdzic mencetak gol penyama kedudukan beberapa saat kemudian untuk memastikan hasil imbang 3-3 sekaligus tiket ke babak gugur.
Rangnick menyebut duel di Kansas City itu sebagai pertandingan paling dramatis sepanjang karier kepelatihannya.
“Dalam 40 tahun menjadi pelatih, saya tidak pernah melihat pertandingan sedramatis itu. Saya rasa orang tidak akan melihat laga seperti itu lagi dalam waktu yang sangat lama. Mustahil dilupakan,” katanya.
Kapten Austria, David Alaba, mengaku para pemain bahkan sempat merasa perjalanan mereka di Piala Dunia telah berakhir sebelum Kalajdzic mencetak gol penyelamat.
“Kami sudah seperti mengemasi koper secara mental. Lalu tiba-tiba Sasa mencetak gol. Kami semua berlari ke sudut lapangan. Itu benar-benar rollercoaster emosi,” ujar bek Real Madrid tersebut.
Kini Austria berharap semangat pantang menyerah itu kembali muncul saat menghadapi Spanyol. Jika mampu menciptakan kejutan, mereka berpotensi bertemu pemenang laga Portugal melawan Kroasia di babak 16 besar.
“Kami tahu kualitas Spanyol, tetapi di Piala Dunia segala sesuatu bisa terjadi. Kami akan memberikan segalanya untuk menang,” tegas Alaba.
Sumber: Fifa




















Komentar