ACEHFOOTBALL.net — Timnas Jerman bersiap menghadapi Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (1/7/2026) waktu Indonesia, dengan penyerang Kai Havertz optimistis mampu kembali tampil menentukan di laga-laga besar.
Havertz memiliki catatan impresif pada pertandingan penting. Penyerang berusia 27 tahun itu pernah mencetak gol di dua final Liga Champions, menjadi penentu kemenangan pada final FIFA Intercontinental Cup, serta mengoleksi empat gol dari lima penampilan di Piala Dunia.
“Saya selalu menikmati pertandingan besar. Saya merasa nyaman dalam situasi seperti ini dan berharap bisa melanjutkannya di panggung terbesar, yaitu Piala Dunia,” kata Havertz kepada FIFA.
Jerman melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup E setelah mengalahkan Curaçao 7-1 dan Pantai Gading 2-1, meski menutup fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Ekuador.
Menghadapi Paraguay, Havertz memperkirakan Der Panzer akan mendapat perlawanan sengit dari wakil Amerika Selatan tersebut.
“Di Piala Dunia kita melihat banyak tim besar mengalami kesulitan. Tim-tim Amerika Selatan memiliki kualitas, bermain sangat intens, agresif, dan kompak. Kami harus tampil 100 persen karena setiap momen akan sangat menentukan,” ujarnya.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann juga menegaskan timnya mengusung target meraih kemenangan di setiap pertandingan.
“Ketika berbicara tentang tim nasional Jerman, targetnya selalu memenangkan setiap pertandingan. Tugas kami adalah memberikan rencana terbaik agar para pemain tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas mereka,” ujar Nagelsmann.
Ia mengakui Paraguay bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Menurutnya, lawan memiliki organisasi pertahanan yang solid, kuat dalam duel fisik, dan piawai memanfaatkan bola-bola kedua.
“Mereka bertahan dengan sangat rapat dan menyulitkan lawan. Kami membutuhkan permainan yang nyaris sempurna untuk bisa mengalahkan mereka,” katanya.
Laga Jerman kontra Paraguay diprediksi menjadi salah satu duel menarik di babak 32 besar. Der Panzer berambisi melangkah jauh di Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali bersaing di fase gugur sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 2014.
Sumber: Fifa





















Komentar