ACEHFOOTBALL.net – Penyerang andalan Swedia, Alexander Isak, menjawab keraguan terhadap performanya dengan penampilan gemilang saat membawa timnya membantai Tunisia 5-1 pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium, Minggu (14/6/2026).
Eks bintang Newcastle United itu mencetak satu gol dan menyumbang dua assist dalam kemenangan telak yang mengantarkan Swedia langsung memuncaki klasemen sementara Grup F.
Penampilan impresif tersebut membuat Isak terpilih sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match.
Kapten Swedia, Victor Lindelof, menilai performa Isak menjadi jawaban sempurna bagi pihak-pihak yang meragukan kondisi dan ketajamannya menjelang Piala Dunia.
“Saya sangat mengagumi dia sebagai pemain dan saya selalu memiliki ekspektasi tinggi terhadapnya. Saya tidak mengharapkan sesuatu yang kurang dari pemain sekelas Alexander Isak,” ujar Lindelof.
“Sebelum Piala Dunia ada yang mempertanyakan apakah dia sedang dalam kondisi terbaik atau tidak. Saya pikir hari ini dia sudah menunjukkan jawabannya lewat penampilannya di lapangan,” tambah bek Manchester United tersebut.
Ayari: Kami Tahu Kualitas Isak
Pujian serupa datang dari gelandang muda Yasin Ayari, yang turut mencuri perhatian setelah mencetak dua gol ke gawang Tunisia.
Menurut pemain Brighton & Hove Albion itu, kualitas Isak memang sudah tidak perlu diragukan lagi.
“Kami tahu seberapa bagus dia. Kami tahu apa yang bisa dia lakukan ketika mendapatkan bola. Hari ini, dalam pertandingan yang penting, dia menunjukkan kualitasnya kepada semua orang,” kata Ayari.
Bagi Ayari, laga tersebut juga memiliki makna emosional tersendiri. Sang ayah berasal dari Tunisia, sehingga ia merasa memiliki ikatan dengan kedua negara yang bertanding.
“Ini pertandingan yang sulit dan emosional bagi saya karena Tunisia juga bagian dari identitas saya. Namun saya senang kami bisa memenangkan pertandingan dan saya juga bahagia bisa mencetak dua gol,” ujarnya.
Kemenangan Bersejarah Swedia
Kemenangan 5-1 atas Tunisia menjadi salah satu kemenangan terbesar Swedia dalam sejarah Piala Dunia. Margin empat gol tersebut menyamai kemenangan atas Bulgaria dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1994 dan hanya kalah dari kemenangan 8-0 atas Kuba pada edisi 1938.
Lindelof mengaku puas dengan penampilan timnya yang mampu mengontrol permainan sepanjang laga.
“Tentu kami sangat senang dengan tiga poin ini. Pertandingan pertama di turnamen besar selalu spesial. Memulai dengan kemenangan adalah hasil yang sempurna,” katanya.
Menurut Lindelof, Swedia mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih Graham Potter dengan sangat baik.
“Pada babak pertama kami menguasai permainan saat menguasai bola. Pada babak kedua kami mengendalikan pertandingan tanpa bola. Kami tahu jika tetap bermain rapat dan disiplin, mereka akan kehilangan bola dan kami bisa memanfaatkan ruang kosong untuk menyerang.”
“Saya pikir rencana permainan berjalan sempurna dan saya sangat puas dengan performa tim, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan,” lanjutnya.
Ujian Berikutnya: Belanda
Setelah mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan, Swedia kini bersiap menghadapi ujian yang lebih berat.
Mereka akan bertemu Belanda dalam duel sesama tim Eropa pada laga kedua Grup F yang akan berlangsung di Houston Stadium, Sabtu mendatang.
Dengan performa Isak yang mulai menemukan sentuhan terbaiknya serta kontribusi besar dari Ayari dan para pemain muda lainnya, Swedia kini tampil sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan pada fase awal Piala Dunia 2026.
Sumber; fifa.com





















Komentar