ACEHFOOTBALL.net — Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kontroversi setelah otoritas Amerika Serikat menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang sebelumnya ditunjuk FIFA untuk bertugas pada turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Keputusan itu membuat Artan dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026 meski telah mengantongi visa dan tiba di wilayah Amerika Serikat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengonfirmasi bahwa Artan ditolak masuk setelah tiba di Florida Selatan pada Sabtu (6/6/2026).
Otoritas imigrasi menyatakan wasit berusia 35 tahun itu “tidak dapat diterima karena masalah pemeriksaan” tanpa menjelaskan alasan lebih rinci.
Kasus ini memicu kritik dari berbagai pihak dan menambah daftar persoalan yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Artan bukan sosok sembarangan di dunia perwasitan Afrika. Ia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan menjadi wasit Somalia pertama yang dipercaya memimpin pertandingan di ajang Piala Afrika.
Di Piala Dunia 2026, Artan sejatinya berpeluang mencatat sejarah sebagai orang Somalia pertama yang menjadi wasit pada putaran final Piala Dunia.
Namun impian tersebut pupus setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Laporan media Amerika Serikat menyebutkan Artan sempat menjalani pemeriksaan selama sekitar 11 jam sebelum ditempatkan di ruang tahanan sementara dan akhirnya dipulangkan melalui Istanbul, Turki.
“Saya sangat kecewa. Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia,” ujar Artan kepada media setempat.
Penolakan tersebut juga menimbulkan sorotan karena Somalia termasuk dalam daftar pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam kebijakan imigrasi terbaru.
FIFA mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan bertugas pada Piala Dunia 2026 akibat keputusan otoritas Amerika Serikat.
Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa proses visa dan izin masuk sepenuhnya menjadi kewenangan negara tuan rumah.
“Kami telah diberitahu oleh otoritas setempat bahwa status Omar Artan tidak akan berubah untuk saat ini,” demikian pernyataan FIFA.
Kasus Artan menambah deretan persoalan visa yang muncul menjelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah anggota delegasi Timnas Iran juga dilaporkan mengalami kendala serupa saat mengurus izin masuk ke Amerika Serikat.
Kontroversi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan tuan rumah dalam menjamin kelancaran partisipasi seluruh elemen yang terlibat dalam turnamen, mulai dari pemain, ofisial, jurnalis, hingga perangkat pertandingan.
Bagi Omar Artan, keputusan tersebut bukan sekadar kehilangan tugas di sebuah turnamen. Ia harus mengubur mimpi yang telah dibangun selama bertahun-tahun untuk tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Sumber: detiksport





















Komentar