Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) selesai mengambil keputusan atas gugatan PSSI dalam sidang terakhir oleh majelis Hakim PTUN, di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2015).
Sidang PTUN Gugatan PSSI ke Menpora Nomor Perkara 91/G/2015/PTUN.PTUN-JKT kembali dilanjutkan di Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN) Jakarta Timur. Dalam sidang tanggal 25 Mei yang lalu, PTUN mengeluarkan keputusan sela yang mengabulkan tuntutan yang diajukan oleh Kuasa Hukum PSSI terkait gugatan terhadap SK pembekuan yang diterbitkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, 17 April lalu
Sudah sepuluh kali mereka (PSSI dan Kemenpora) bertemu di persidangan. Senin (06/07) adalah penyerahan kesimpulan akhir dari kedua belah pihak. PSSI telah menyerahkan 80 lembar halaman kesimpulan.
Kemenangan ini disambut haru dan Presiden PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. La Nyalla langsung melakukan sujud syukur saat mendengar kemenangan ini.
“Syukur Alhamdullilah….Keputusan sidang ini merupakan momentum yang sangat tepat apalagi di bulan suci Ramadhan, momentum yang saya sangat harapkan untuk mengakhiri drama dan perdebatan sepak bola nasional yang kontra produktif,” ungkap La Nyalla dengan perasaan penuh haru
“Segala fakta dan bukti-bukti sudah diperdebatkan dan dikaji di dalam persidangan yang mulia. Dapat kita saksikan sendiri, hari ini Majelis Hakim PTUN DKI Jakarta menyatakan bahwa SK yang dikenal dengan ‘Pembekuan PSSI’ merupakan produk kekuasaan yang melanggar hukum,” kata La Nyalla.
“Perdebatan hukum sudah terlalu lama menyita waktu dan menimbulkan banyak korban. Pembangunan sepakbola Indonesia sudah terlalu lama berhenti. Perdebatan hukum bukanlah konsumsi Pemain, Pelatih, Wasit dan masyarakat sepakbola, karena yang mereka inginkan hanya bagaimana untuk kembali ke lapangan hijau,” lanjutnya.
Terakhir, La Nyalla malah mengajak Menpora Imam Nahrawi untuk duduk bersama membangun sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
“Melalui momentum yang baik ini, saya ajak Menteri Pemuda dan Olahraga baik karena jabatannya maupun pribadinya untuk mengakhiri semua ini, mematuhi putusan pengadilan dan duduk bersama-sama untuk membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik,” tutup sang Presiden PSSI.
Reporter: Ade Candra
Editor: Indra


















Komentar