ACEHFOOTBALL.net — Babak penyisihan EPA Championship U-19 2026 resmi berakhir. Delapan tim memastikan tiket ke fase 8 besar yang akan dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup X dan Grup Y.
Sementara itu, Persiraja Banda Aceh U-19 menjadi salah satu tim yang paling disorot setelah menutup fase grup tanpa satu pun kemenangan.
Fase 8 besar menjadi babak baru yang dipastikan berlangsung sengit. Seluruh tim yang lolos akan bertarung memperebutkan tiket menuju semifinal sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara EPA Championship musim ini.
Grup X dihuni oleh empat tim kuat:
Kendal Tornado FC U-19
Sumsel United U-19
Garudayaksa FC U-19
FC Bekasi City U-19
Sementara Grup Y diisi:
Persiku Kudus U-19
Adhyaksa FC Banten U-19
PSS Sleman U-19
Persipura Jayapura U-19
Kehadiran nama-nama seperti Sumsel United U-19 dan PSS Sleman U-19 menunjukkan persaingan antarakademi kini semakin merata. Klub-klub mulai serius membangun fondasi usia muda untuk kebutuhan jangka panjang tim senior.
Di tengah euforia tim yang lolos, Persiraja U-19 justru harus menerima kenyataan pahit. Tim berjuluk Laskar Rencong Muda itu finis di dasar klasemen Grup A setelah gagal meraih kemenangan sepanjang fase penyisihan.
Dari tujuh pertandingan, Persiraja hanya mampu mengoleksi satu poin hasil sekali imbang dan enam kekalahan.
Catatan tersebut menjadi alarm serius bagi pembinaan sepak bola usia muda di Aceh. Persiraja bukan hanya gagal bersaing, tetapi juga kesulitan menunjukkan konsistensi permainan sepanjang kompetisi.
Lini pertahanan yang rapuh dan minimnya efektivitas serangan menjadi persoalan utama yang terus menghantui tim.
Masuknya EPA Championship ke babak 8 besar kini menghadirkan dua wajah berbeda: optimisme tim-tim yang terus melaju dan evaluasi besar bagi klub-klub yang tertinggal.
Kompetisi ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga panggung untuk mengukur kualitas pembinaan pemain muda Indonesia menuju level profesional.



















Komentar