ACEHFOOTBALL.net — Calon Ketua PSSI Aceh periode 2026-2030, Darmansyah Putra, menawarkan tujuh misi yang berfokus pada pembinaan pemain, kompetisi berjenjang, pemerataan kesempatan, hingga penguatan kolaborasi dalam membangun sepak bola Aceh.
Misi tersebut menempatkan pembinaan dari tingkat gampong atau akar rumput sebagai salah satu fondasi utama.
Darmansyah ingin proses pencarian dan pengembangan bakat dilakukan lebih dekat dengan sumber pemain, mulai dari sekolah, lapangan gampong, Sekolah Sepak Bola (SSB), hingga klub-klub lokal.
Berikut tujuh misi yang ditawarkan Darmansyah Putra:
1. Gampong sebagai fondasi pembinaan
Darmansyah ingin mengarahkan pemantauan bakat (scouting) langsung ke akar rumput, mulai dari sekolah, lapangan gampong, SSB, hingga klub-klub lokal.
2. Kompetisi rutin di kabupaten/kota
Ia mendorong dan mewajibkan hadirnya liga serta turnamen yang rutin, konsisten, dan berkelanjutan di setiap kabupaten/kota di Aceh. Menurutnya, pemain berkualitas lahir dari kompetisi yang sehat.
3. Jalur prestasi berjenjang
Darmansyah menawarkan piramida kompetisi dengan jalur Juara Kabupaten/Kota → Piala Provinsi Aceh → Piala Gubernur Aceh.
Dengan jalur tersebut, pemain dari berbagai daerah, termasuk Simeulue, Aceh Singkil, hingga Aceh Tamiang, memiliki rute menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
4. Pembinaan usia dini yang terarah
Pembinaan usia dini diperkuat secara terstruktur melalui pendampingan berkala terhadap SSB dan akademi lokal. Pendekatan ini diarahkan agar pembinaan tidak hanya dilakukan ketika pemain sudah dewasa.
5. Subsidi bagi talenta kurang mampu
Darmansyah juga memasukkan aspek ekonomi dalam program pembinaan. Keterbatasan finansial, menurut gagasan tersebut, tidak boleh menjadi hambatan bagi anak-anak berbakat.
Anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapat kesempatan untuk dibina dan dipromosikan jika memiliki talenta di atas rata-rata.
6. PSSI Aceh hadir di tengah masyarakat
Darmansyah ingin mengubah citra PSSI Aceh agar tidak hanya hadir dalam agenda seremonial. Organisasi tersebut didorong lebih aktif turun ke lapangan dan dekat dengan masyarakat hingga tingkat gampong.
7. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan
Misi terakhir menekankan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Aceh, KONI, dunia usaha, BUMN/BUMD, sponsor, hingga media massa.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem dan industri sepak bola Aceh yang mandiri.
Tujuh misi tersebut menjadi bagian dari tawaran Darmansyah Putra dalam pencalonannya sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026-2030.
Fokus utamanya mencakup pembinaan dari tingkat akar rumput, kompetisi yang berkelanjutan, jalur prestasi yang jelas, serta keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan sepak bola Aceh. []






















