ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh berencana menggelar latihan perdana pada 1 Agustus 2026 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, di bawah komando pelatih kepala Jaya Hartono.
Latihan tersebut untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Dengan kompetisi yang akan dimulai pada 13 September 2026, Persiraja hanya memiliki waktu sekitar enam pekan untuk membentuk tim yang solid.
Durasi persiapan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri bagi tim berjuluk Laskar Rencong tersebut dalam upaya bersaing di musim baru.
Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, mengatakan seluruh pemain dijadwalkan mulai berkumpul di Banda Aceh dalam beberapa hari ke depan sebelum menjalani program latihan resmi.
“Musim ini tim akan berlatih mulai 1 Agustus 2026. Para pemain akan segera berkumpul di Banda Aceh dalam waktu dekat,” kata Gidong, Minggu (19/7/2026) seperti dilansir ileague.id.
Menurutnya, latihan perdana akan difokuskan untuk mengembalikan kondisi fisik para pemain setelah masa libur kompetisi.
Setelah itu, tim pelatih akan menjalankan program peningkatan kebugaran, penguatan fisik, hingga pemantapan taktik secara bertahap.
Seluruh agenda latihan, lanjut Gidong, telah disusun oleh Jaya Hartono bersama staf pelatih agar Persiraja memiliki kesiapan optimal saat kompetisi resmi bergulir.
Di luar lapangan, manajemen juga masih bekerja menyelesaikan sejumlah kebutuhan tim, termasuk perekrutan pemain baru dan penyempurnaan administrasi menjelang musim 2026/2027.
“Kami berharap seluruh pemain dapat bergabung tepat waktu sehingga program latihan yang telah disusun pelatih bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Persiraja menargetkan mampu membangun chemistry sejak awal masa persiapan. Kehadiran Jaya Hartono diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga membentuk karakter tim yang disiplin dan kompetitif.
Meski waktu persiapan tergolong singkat, peluang Persiraja tetap terbuka apabila proses pembentukan tim berjalan efektif.
Faktor adaptasi pemain baru, kesiapan fisik, serta keberhasilan Jaya Hartono menanamkan filosofi permainan akan menjadi penentu apakah Laskar Rencong mampu bersaing di papan atas musim ini.
Dukungan masyarakat Aceh juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi Persiraja untuk mengawali musim dengan hasil positif dan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kompetisi nasional. []





















Komentar