BREAKING

Aceh Sports

Gubernur Beri Sinyal PORA Aceh Jaya Tetap Digelar 2026

Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau akrab disapa Mualem memberi sinyal kuat Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 di Aceh Jaya tetap dilaksanakan pada 2026.

ACEHSPORT — Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau akrab disapa Mualem memberi sinyal kuat Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 di Aceh Jaya tetap dilaksanakan pada 2026.

Keputusan itu dinilai penting agar PORA menjadi jembatan pengembangan karier atlet Aceh menuju PON ke-22 tahun 2028 di NTB/NTT.

Sinyal tersebut disampaikan Mualem saat menerima delegasi kecil KONI Aceh di ruang kerja Gubernur Aceh, Rabu (2/9/2026) menjelang petang.

Delegasi KONI Aceh terdiri atas Ketua Harian (Kahar) Kennedi Husein, Ketua Pelatda Bachtiar Hasan dan Kabid Prasarana Tarmizi.

“Iya, itu pernyataan Pak Gub kepada tim dari KONI Aceh yang dipimpin Kahar Kennedi Husein, jelang petang tadi,” kata Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri atau Pon Yaya, Rabu (2/9/2026) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Pon Yaya setelah menerima laporan dari tim KONI Aceh yang bertemu dengan Mualem.

Menurut Pon Yaya, sinyal dari Mualem dan Pemerintah Aceh tersebut melegakan KONI Aceh selaku operator pelaksana PORA.

Sebab, pelaksanaan PORA sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Sementara Pemerintah Aceh menjadi penyandang dana tunggal PORA melalui APBA.

“Kami sejak awal memang telah merencanakan pelaksanaan PORA Aceh Jaya di tahun 2026, karena pada tahun 2027 kita mulai melakukan pelatihan secara terpadu untuk menghadapi Pra PON, Porwil hingga PON 2028. Jika PORA dilaksanakan pada tahun 2027, track karir atlet dari PORA hingga PON 2028 akan banyak yang tak nyambung,” ujar Pon Yaya.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kennedi Husein dan Bachtiar Hasan.

Kebutuhan PORA Rp25 Miliar

Pertemuan tim kecil KONI Aceh dengan Mualem turut dihadiri Ketua DPRA Zulfadli atau Abang Samalanga serta Plt Sekda Aceh Taufik.

Dalam pertemuan tersebut, Mualem menanyakan perkiraan kebutuhan biaya untuk pelaksanaan PORA 2026 di Aceh Jaya.

Ia juga menanyakan kebutuhan biaya operasional KONI Aceh serta kelanjutan Pelatda menuju PON Beladiri dan Pra PON atau Porwil pada 2026.

Kahar Kennedi, seperti disampaikan Pon Yaya, membeberkan kebutuhan biaya pelaksanaan PORA ke-15 sebesar Rp25 miliar.

Sementara kebutuhan biaya operasional dan Pelatda KONI Aceh untuk sisa 2026 mencapai Rp15 miliar.

Mualem kemudian me-warning Plt Sekda dan Ketua DPRA agar kebutuhan dana tersebut disediakan melalui jalur APBA-P 2026.

Venue Tak Harus di Aceh Jaya

Di bagian lain, Kahar Kennedi mengatakan Mualem juga berpesan agar PB PORA Aceh Jaya tidak lagi berfokus pada pembangunan infrastruktur venue baru.

Fokus diarahkan pada penyelesaian atau finishing infrastruktur yang telah dibangun. Sementara kebutuhan fasilitas lainnya dapat memanfaatkan venue di luar Aceh Jaya, seperti Banda Aceh dan Aceh Barat.

Di antaranya lapangan tembak di Mataie serta cabang olahraga lain yang dipusatkan di sekitar Stadion Lhoong Raya.

“Hanya saja, nomenklatur acaranya tetap PORA XV Aceh Jaya. Tempat saja yang sebagian berada di luar Aceh Jaya, karena ini adalah pilihan terbaik agar PORA Aceh Jaya tetap berlangsung tahun 2026, sesuai dengan amanah Rakerprov KONI Aceh tahun 2026,” kata Kennedi.

29 Cabor Dipertandingkan

Jika tidak ada aral melintang, PORA Aceh Jaya akan mempertandingkan 29 cabang olahraga. Saat ini, hanya satu cabang olahraga yang belum melaksanakan Pra PORA, yakni bola voli.

Kondisi tersebut terjadi karena karut-marut koordinasi antara PBVSI Aceh dengan Pengkab atau Pengkot.

Setelah sempat beberapa kali tertunda, Pra PORA bola voli akhirnya diambil alih KONI Aceh dan dijadwalkan berlangsung pada 7–14 September 2026. []

Harian Aceh Indonesia
Update Terbaru
Tidak ada artikel ditemukan.
Orinews Logo
MEMUAT BERITA...

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.