ACEHFOOTBALL.net — Rekor tak terkalahkan Garudayaksa FC akhirnya patah. Tim asuhan Khamid Mulyono harus mengakui keunggulan Sumsel United dengan skor tipis 0–1 dalam laga penutup putaran pertama Championship 2025/26 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat sore kemarin.
Gol tunggal tim tamu dicetak Kahar Kalu pada menit ke-18. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Garudayaksa musim ini—sekaligus memberi pekerjaan rumah besar bagi Khamid jelang putaran kedua.
“Di awal pertandingan kami cukup kebingungan, dan baik di babak pertama maupun kedua, apa yang kami coba lakukan belum berjalan maksimal. Performa kami tidak seperti yang diharapkan, dan itu yang terjadi di lapangan,” ujar Khamid seusai pertandingan.
Garudayaksa FC semakin kesulitan setelah kehilangan dua pemain karena kartu merah. Namun, meski hanya bermain dengan sembilan pemain, Khamid tetap menuntut timnya tampil menyerang dan mencoba mempertahankan keseimbangan permainan.
“Ketika kami bermain dengan sembilan pemain, kami tetap mencoba bertahan dan menyerang lewat dua striker. Kami ubah taktik, tapi peluang yang ada belum bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Pelatih asal Jawa Timur itu juga menilai bahwa beberapa pemain masih belum memahami perubahan skema permainan secara cepat.
Ia menyebut hal itu sebagai refleksi penting agar tim lebih matang dalam membaca situasi pertandingan.
“Kami melakukan beberapa penyesuaian, termasuk komunikasi antarlini dan penguatan sektor sayap dengan pola crossing. Tapi lawan bermain disiplin dan bisa menahan tekanan dengan baik,” jelasnya.
Khamid menegaskan, hasil ini tidak akan mengubah semangat tim. Ia berjanji akan segera melakukan evaluasi total sebelum menghadapi putaran kedua.
“Hasil ini jadi bahan koreksi besar bagi kami. Fokus kami tetap pada pengembangan individu dan kolektivitas tim. Beberapa pemain tampil efektif hari ini, dan semangat itu yang akan kami bawa ke pertandingan berikutnya,” tutupnya.





















Komentar