• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Minggu, Mei 31, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Minggu, Mei 31, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Setelah Coppens Tahun 1957, Lalu Cruyff dan Kini Messi

MW Kuba MW Kuba
Senin, 15/02/2016 - 20:41 WIB
in Hiper Bola, Liga Spanyol
Share on FacebookShare on Twitter

ACEHFOOTBALL — Striker Barcelona Lionel Messi kembali meminta kita membuka lagi catatan sejarah soal sepak bola, khusus trik menembak penalti.

Ini tak terlepas dari kemenangan Barcelona dengan skor 6-1 atas Celta Vigo, Senin (15/2/2016) dinihari WIB. Ada satu adegan yang ramai diperbincangkan yakni cara Messi mengeksekusi penalti di menit ke-82 saat Blaugrana unggul 3-1.

Pada situasi itu Messi tak langsung menendang keras-keras bola ke arah gawang melainkan menyepaknya ke arah kanan dan menjadikannya sebuah operan. Si kulit bundar lantas disambar Luis Suarez untuk bikin gol.

Penalti operan dari Lionel Messi bukanlah yang kali pertama terjadi. Jika ditelusuri, lebih dari setengah abad lalu pun sudah ada adegan serupa.

INFO BOLALAINNYA

Mourinho Sebut Klopp Tak Layak Jadi Manajer Terbaik

Mourinho Sebut Klopp Tak Layak Jadi Manajer Terbaik

21/12/2020 - 14:27 WIB
Lionel Messi

Lionel Messi Mulai ‘Terasing’ di Barcelona, Ini Buktinya

13/12/2020 - 12:29 WIB
Jorge Jesus

Pelatih Benfica Jorge Jesus; Bicara Soal Kulit Hitam Jadi Rasialis

10/12/2020 - 18:31 WIB
Pierre Webo

Pierre Webo, Pelatih Asal Kamerun Yang Diserang Rasialisme

09/12/2020 - 17:52 WIB

Eksekusi penalti model operan ini mencuri perhatian karena memang tidak biasa dilakukan–dengan penendang umumnya langsung menyepak bola ke arah gawang.

Secara garis besar, menurut Laws of The Game FIFA cara mengeksekusi penalti macam itu sah-sah saja–walaupun ada perdebatan karena Suarez dianggap bergerak masuk ke kotak penalti sebelum Messi menendang bola.

Proses penalti macam itu, yang acapkali disebut sebagai two-touch penalty, sebenarnya punya risiko besar kendatipun terkesan gampang. Tengok saja aksi sosok sekaliber Robert Pires yang gagal total melakukannya ketika hendak berkombinasi dengan Thierry Henry tahun 2005 silam di Arsenal.

Saat itu kaki Pires sudah menyentuh bola, tapi tenaganya terlampau lemah sampai-sampai bola tidak bergerak jauh dari titik putih. Ia pun cuma bisa berdiam diri saja karena Laws of The Game menyatakan bahwa; penendang harus menendang bola ke arah depan (yang sudah dilakukan Pires dengan sentuhan tipis kakinya), penendang itu tidak boleh menyentuh bola lagi sampai ada pemain lain yang menyentuh si kulit bundar (sehingga Pires pun cuma bisa pasrah menunggu pemain lain mengenai bola), dan bola dianggap hidup setelah ditendang dan bergerak (sepelan apapun itu, seperti dalam kasus Pires ini sehingga bola tidak sampai ke kaki Henry).

Eksekusi penalti serupa, yang menuai sorotan besar, lain dilakukan oleh Johan Cruyff dan Jesper Olsen ketika kedua pemain tersebut berseragam Ajax Amsterdam pada 1982 lalu. Keduanya berkombinasi dengan sukses di depan gawang lawan untuk bikin gol. Saking tenarnya adegan ini, penalti-penalti serupa di tahun-tahun berikutnya pun disebut sebagai “Cruyff Penalty“.

Akan tetapi, apakah itu penalti operan pertama? Tidak juga. Dari penelusuran Guardian, sudah ada beberapa eksekusi serupa sebelumnya.

Pada 21 November 1964, Plymouth Argyle mengalahkan Manchester City 3-2 di partai Divisi Dua di Home Park. Gol kemenangan dicetak oleh Mike Trebilcock lewat skenario penalti operan. Ketika itu Johnny Newman yang mengeksekusi penalti menyepak bola ke arah sisi, membuat Trebilcock kemudian menyepak bola untuk menjebol gawang lawan.

Tiga tahun sebelum itu Newman ternyata pernah terlibat adegan serupa, tepatnya pada 6 Februari 1961, Argyle kalah 3-5 dari Aston Villa di partai replay babak empat Piala Liga Inggris. Saat itu Wilf Carter bertugas menyepak bola di titik putih untuk kemudian dituntaskan oleh Newman.

Pun demikian, variasi penalti dengan dua sentuhan atau lebih ini ternyata juga pernah hadir 59 tahun silam, tepatnya 5 Juni 1957 ketika Belgia menjamu Islandia dalam partai kualifikasi Piala Dunia. Saat itu Belgia yang sedang unggul 6-1 mendapatkan jatah tendangan penalti.

Majulah Rik Coppens untuk mengeksekusi. Tapi alih-alih menendang langsung ke arah Bjorgvin Hermannsson di bawah mistar gawang Islandia, Coppens justru menyepak bola ke samping kanan. Rekannya, Andre Piters, berhasil mengejar bola untuk langsung ia oper lagi ke arah tengah karena kiper sudah maju menerjang. Coppens pun akhirnya dengan mudah menjebol gawang kosong.

Sumber: detiksport

Tags: barcelonajohan cruyfflionel messiluis suarez
ShareTweetPin
Previous Post

Meurak Jingga Persiapkan Diri Ikut Prakualifikasi

Next Post

Kini Ada Tribun Sir Bobby Charlton di Old Trafford

BERITA BOLA LAINNYA

Boca Juniors

Boca Juniors Akan Ubah Logo Untuk Hormati Diego Maradona

07/12/2020 - 22:46 WIB
Ronald Koeman, barcelona

Kalah dari Cadiz, Ini Catatan Buruk Barcelona Sejak 1988

06/12/2020 - 21:11 WIB
Cadiz

Cadiz, Klub Promosi LaLiga Yang Tekuk Madrid dan Barca

06/12/2020 - 17:07 WIB
parlin siagian

Eks PSMS Medan Gelar Laga Amal Kenang Parlin Siagian

30/11/2020 - 02:58 WIB
Media Inggris

Media Inggris Simpan “Dendam” dengan Maradona, Ini Buktinya

27/11/2020 - 19:46 WIB
Shilton vs Maradona

Peter Shilton Sindir Maradona, Begini Kata Eks Kiper Inggris itu

27/11/2020 - 12:23 WIB
Maradona

Hormati Maradona, Jersey 10 Diusulkan Tak Dipakai Lagi

26/11/2020 - 14:36 WIB
FIFA Gianni Infantino

Presiden FIFA Ikut Berduka Atas Berpulangnya Ricky Yacobi

25/11/2020 - 20:45 WIB
Pemain Muda

Tiga Pemain Muda Inggris Masuk Daftar 10 Besar Dunia

22/11/2020 - 13:42 WIB
Ricky Yakobi

Ricky Yakobi Di Mata Eddy Harto, Pelatih Kiper Persiraja

21/11/2020 - 16:05 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

    AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Talenta Aceh Tembus Timnas Futsal, Revan Ikut TC U-17 Jelang ke Spanyol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Eks Liga 1 Calon Lawan Persiraja Musim Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Duel Ambisi Besar di Budapest

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

INFO GRAFIS: Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions

INFO GRAFIS: Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions

31/05/2026
PSG Ukir Sejarah! Back to Back Liga Champions, Masuk Jajaran Raja Eropa

PSG Ukir Sejarah! Back to Back Liga Champions, Masuk Jajaran Raja Eropa

31/05/2026
Arsenal Tumbang Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Liga Champions

Arsenal Tumbang Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Liga Champions

31/05/2026
AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

30/05/2026
Liga Champions

Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Duel Ambisi Besar di Budapest

30/05/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia