ACEHFOOTBALL.net — Paris Saint-Germain (PSG) tidak sekadar mempertahankan gelar Liga Champions.
Klub asal Prancis itu juga menulis babak baru sejarah sepak bola Eropa setelah masuk ke dalam daftar eksklusif klub-klub yang mampu menjuarai kompetisi elite Benua Biru secara beruntun.
Kemenangan dramatis atas Arsenal melalui adu penalti pada final Liga Champions 2026 di Budapest memastikan PSG meraih gelar kedua berturut-turut, setelah musim lalu mengangkat trofi usai membantai Inter Milan 5-0.
Dengan capaian itu, PSG menjadi klub pertama sejak Real Madrid era 2016–2018 yang berhasil mempertahankan mahkota Liga Champions.
Dalam sejarah panjang Piala Champions/Liga Champions, Les Parisiens kini bergabung dengan nama-nama besar seperti Real Madrid, AC Milan, Bayern Munich, Liverpool, Ajax, Benfica, Inter Milan hingga Nottingham Forest.
Namun, cerita besar PSG musim ini bukan hanya soal trofi.

Di balik sukses klub Paris tersebut, ada nama Luis Enrique yang kini resmi masuk jajaran elite manajer Eropa. Pelatih asal Spanyol itu menjadi sosok kelima dalam sejarah yang mampu meraih tiga gelar Liga Champions/Piala Champions.
Luis Enrique sebelumnya memenangkan trofi bersama Barcelona pada 2015. Dua gelar berikutnya datang bersama PSG pada 2025 dan 2026.
Ia kini sejajar dengan nama-nama legendaris seperti Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Zinedine Zidane, dan Bob Paisley.
Transformasi PSG di bawah Luis Enrique pun semakin sulit dibantah. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai klub bertabur bintang yang kerap gagal di panggung Eropa, PSG berubah menjadi tim yang lebih kolektif, disiplin, dan efektif.

Menariknya, era kejayaan itu justru hadir setelah kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid pada 2024.
Tanpa terlalu bergantung pada satu superstar, PSG menjelma menjadi mesin yang bekerja secara kolektif. Filosofi Luis Enrique yang mengutamakan keseimbangan tim terbukti membawa hasil maksimal.
Kini, tantangan berikutnya menanti.
PSG berpeluang menjadi klub kelima yang mampu meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun musim depan.
Meski demikian, mereka masih harus mengejar standar tinggi Real Madrid yang memegang rekor lima gelar Eropa beruntun pada periode 1956–1960.
Satu hal yang pasti, PSG bukan lagi sekadar penantang. Mereka kini telah menempatkan diri dalam percakapan besar bersama para raksasa abadi sepak bola Eropa.
Sumber: BBC




















Komentar