• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Minggu, Mei 31, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Minggu, Mei 31, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Martunis dan Nilai Sebuah Penghargaan

MW Kuba MW Kuba
Rabu, 08/07/2015 - 10:47 WIB
in Sepakbola Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Martunis kini sudah di negerinya maha bintang Ronaldo. Banyak kisah dibalik semua pencapaian itu. Keberuntungan Martunis datang sebagai berkah dari sebuah musibah maha dahsyat abad ini yaitu tsunami. Karena kaus murahan Portugal.

Martunis memakai kaus itu saat diserat tsunami sampai ditemukan selamat. Kisah ini kemudian ditulis media. Tak dinyana berita itu sampai ke Ronaldo. Dan kemudian keberuntungan menghinggapi Martunis. Sejak itu dia berlebel anak angkat maha bintang. Setelah 10 tahun dunia dikejutkan dengan diundang Martunis sekolah bola di sana.

Di sekolah tempat Ronaldo digembleng dan menjadi maha bintang kini. Apa yang dapat dipetik dari peristiwa ini?

“Ronaldo saja yang orang lain mau peduli, apalagi kita yang sama sama Aceh dan sama sama korban tsunami,” begitu sepotong ucapan pembimbing Martunis.

INFO BOLALAINNYA

Tropi HUT Black Star Lamlhom Milik 13 FC

18/02/2016 - 21:52 WIB

Martunis: Bila Ada Peluang Saya Bertahan di Eropa

18/02/2016 - 17:00 WIB

Mantan Pemain Persiraja Borong Tiga Gol

18/02/2016 - 08:51 WIB

Rajawali dan 13 FC Bentrok di Final Turnamen Black Star Lamlhom

15/02/2016 - 22:53 WIB

Adalah Munawardi Ismail yang selama ini mengurusi Martunis sampai kini sudah diambang cita citanya. Petikan ucapan Munawardi sebenarnya menampar wajah kita. Bayangkan saja hanya kebetulan Martunis memakai baju lusuh Portugal. Tapi kemudian sang bintang dan bangsa Portugal begitu menghargai Martunis.

Sekarang kita tanya kepada diri kita, kepada pemimpin kita. Peran apa yang pernah kita berikan untuk Martunis? Sehingga kini kita begitu bangga dengan bocah berkulit gelap itu. Peristiwa Martunis hanya salah satunya.

Banyak hal yang lain dari bangsa ini lalai kita hargai. Lalai kita ambil momentumnya. Bagi Ronaldo dan bangsa Portugal, Martunis bukanlah sesuatu yang hebat dalam pencapaian. Tapi kasus kaus yang diekpose media mereka ambil sebagai momentum.

Momentum menunjukkan pada dunia empati mereka terhadap sesuatu yang terkait dengan mereka. Kemudian mereka kreasi menjadi sebuah kebanggaan. Dikenang dan diceritakan banyak orang. Keuntungan materi tidak mereka ambil dengan peristiwa ini. Tapi nama baik dan kemegahan dipastikan berbuah materi. Ini yang tidak kita sadari oleh bangsa kita.

Bahkan seukuran Aceh spertinya tidak penting bagi bagi pemerintah kita. Kita pendek akal dan pendek ilmu. Ada kemungkinan dalam pikiran para elit kita peduli terhadap peristiwa model ini akan menguras kantong mereka. Akan membuat mereka ribet.

Kita terlalu pendek akal dan pendek ilmu. Selalu melihat sesuatu dengan ukuran pragmatisme. Contoh lain barangkali bagaimana dekatnya para Caleg atau calon gubernurbupatiwalikota di masa kampanye. Tapi setelah terpilih jangan harap ada kehangatan itu lagi. Kenapa karena kita melihat bahwa interaksi seramah masa kampanye membutuhkan biaya. Membutuhkan tenaga dan pikiran. Makanya pasca menang politisi kita umumnya menjauhi konstituennya.

Adakah yang berani membantah ini? Kembali ke peristiwa Martunis. Kita bukan ingin menyanjung bangsa lain. Tapi patutlah kita belajar dari mereka. Bagaimana sebuah peristiwa kecil (kaos Portugal-red) mereka kreasikan menjadi mereka untuk mempromosikan bangsa mereka. Bagi bangsa kita kita juga ingin melihat sebuah peristiwa dalam skala yang lebih luas.

Contohnya tsunami itu sendiri. Bayangkan gema musibah itu. Tsunami Aceh telah menggugah dunia. Sumbangan yang tidak pernah ada dalam sejarah begitu melibatkan semua penduduk bumi. Aceh begitu terkenal dengan peristiwa itu. Tapi pasca rehab rekon nilai tambah apa yang berhasil kita dapat.

Kini dunia hampir lupa dengan aceh dan peristiwa maha dahsyat itu. Dan hari hari ini Martunis-lah kembali menjadi pahlawan. Semua media dunia menulis kembali peristiwa itu. Tapi lagi lagi kita tidak merasakan manfaatnya.

Kita gagal memetik hasilnya untuk hari ini dan kedepannya. Bayangkan bila peristiwa itu dan situs tsunami berhasil kita jual sebagai komoditas pariwisata. Kita promosikan berbagai event terkait tsunami seperti napak tilas. Kita bangun berbagai monumen. Bahkan kita besar besarkan Martunis dengan mengaitkan nama besar Ronaldo. Sayangnya kita tak mampu melakukannya. Kita terlanjur dilahirkan sebagai bangsa yang cuma bisa berpikir pendek.

Cuma sebatas pandangan mata. Ukuran kita cuma sebatas perut dan sepenggal nafsu. Martunis bukan satu satunya kebanggaan kita. Ada banyak hal yang positif ditakdir Allah lahir dinegeri ini. Tapi Allah mungkin saja belum memanjangkan pikiran kita. Belum membuka daya kreatifitas kita.

Tapi kita harus ingat Allah sudah mengingatkan bahwa tidak akan diubah nasib sebuah kaum kecuali atas usaha kaum itu sendiri. Penekanannya pada kata “kaum” bukan kata “kamu”. Yang berarti kaum adalah beberapa orang alias banyak orang dengan komunitas dan tujuan yang sama. Jadi silahkan renungi benarkah kita bangsa “teuleubeh” seperti yang kita agung-agungkan? Wallahualam.

Berita ini disiarkan atas kerjasama Media Officer Martunis ACEHFOOTBALL.com dengan Portalsatu.com

Tags: martunis
ShareTweetPin
Previous Post

Atletico Madrid Resmi Kontrak Luciano Vietto

Next Post

Ke Akademi Sporting, Martunis Batal jadi Polisi

BERITA BOLA LAINNYA

Mantan Pelatih Persiraja Minta PSSI Dibubarkan

15/02/2016 - 22:52 WIB

Meurak Jingga Persiapkan Diri Ikut Prakualifikasi

15/02/2016 - 20:17 WIB

Rajawali Sabang dan 13 FC Melaju Ke Semifinal

12/02/2016 - 12:56 WIB

Ini Dia 16 Tim Peserta Turnamen Piala Bupati Bireuen

10/02/2016 - 08:39 WIB

Pekan Depan, Turnamen Piala Bupati Bireuen Dimulai

10/02/2016 - 08:27 WIB

Hari Ini Delapan Besar Turnamen Black Star Lamlhom

10/02/2016 - 08:17 WIB

Persalak ke Delapan Besar Turnamen Black Star Lamlhom

10/02/2016 - 08:08 WIB

Trigol Zikra Gagalkan Jato FC Ke Babak Delapan Besar

09/02/2016 - 00:35 WIB

SSB Putra Pesisir & Putra Kuala Wakili Nagan Raya

08/02/2016 - 16:12 WIB

Apis Bawa Pelor FC Meluncur ke Babak Delapan Besar

07/02/2016 - 22:56 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

    AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Talenta Aceh Tembus Timnas Futsal, Revan Ikut TC U-17 Jelang ke Spanyol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Eks Liga 1 Calon Lawan Persiraja Musim Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Duel Ambisi Besar di Budapest

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

INFO GRAFIS: Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions

INFO GRAFIS: Luis Enrique Masuk Klub Elite Pelatih Liga Champions

31/05/2026
PSG Ukir Sejarah! Back to Back Liga Champions, Masuk Jajaran Raja Eropa

PSG Ukir Sejarah! Back to Back Liga Champions, Masuk Jajaran Raja Eropa

31/05/2026
Arsenal Tumbang Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Liga Champions

Arsenal Tumbang Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Liga Champions

31/05/2026
AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

AI Prediksi PSG Lebih Unggul, Kans Menang 56 Persen atas Arsenal

30/05/2026
Liga Champions

Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Duel Ambisi Besar di Budapest

30/05/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia