Setelah bertahun-tahun merakit mimpi, akhirnya Martunis resmi bergabung dengan Akademi Sporting Lisbon pada Rabu, 1 Juli 2015 lalu. Dia diperkenalkan secara khusus oleh Presiden Sporting Lisbon Bruno de Carvalho pada malam puncak ulang tahun Sporting Lisbon yang ke 109.
Menjadi pesepakbola profesional memang cita-cita remaja kelahiran Tibang, Banda Aceh, 2 Mei 1997 itu. Kepada abang asuh yang juga pembimbingnya, Munawardi Ismail, Martunis selalu mengutarakan niatnya untuk bisa belajar bola ke Portugal.
“Pubuet keudeh, meujak kawe bieng? Meunye meujak kawe bieng di sinoe pih jeut. (Mau ngapain ke sana, apa mau memancing kepiting? Kalau cuma untuk memancing kepiting di sini pun bisa),” begitulah cara Munawardi memancing ‘ego’ Martunis.
Menghadapi anak remaja yang agak tungang seperti Martunis kata Munawardi, tidak bisa terlalu serius. Lewat selorohan-selorohan seperti itu Munawardi perlahan-lahan mengajarinya berbagai hal. Tak hanya soal keinginannya dalam sepak bola saja, tapi juga tentang public speaking dan pendidikan karakter.
Di tengah semangatnya yang menggebu-gebu untuk menjadi pesepakbola profesional, ternyata Martunis pernah ingin mendaftar sebagai polisi usai tamat SMA pada 2014 lalu. Keinginan itu bukanlah keinginan Martunis, melainkan hasil ‘negosiasi’ dengan sang ayah yang mencemaskan masa depannya.
Membujuk Martunis untuk mau mendaftar polisi pun kata pria yang akrab disapa Muna ini bukan perkara mudah. Pasalnya, Martunis tidak memiliki minat apa pun selain bola. Upaya yang dilakukan ayahnya agar Martunis mau masuk sekolah kepolisian mentok. Ayahnya, Sarbini, akhirnya menghubungi Muna dan memintanya agar berbicara pada Martunis.
Namun Munawardi tidak langsung meminta Martunis untuk masuk polisi. Bertahun-tahun bersama Martunis, ia hafal betul bagaimana kebiasaannya. Ketika Martunis malas-malasan berlatih, barulah ia menyampaikan permintaan ayahnya.
“Nyan meunye hana jak latihan, kajeut yak kawe bieng meunye lage nyan cara, meunye han ka jeut jak kuliah atau jak tamong polisi mantong. Kiban jeut tamong polisi, meunye jeut jak jak laju, meunye tamong polisi manteng jeut meuen bola,” kata Muna pada Martunis ketika itu.
“Saya jelaskan sama Martunis, pertimbangannya kalau dia masuk polisi masih bisa tetap bermain bola. Tapi kalau bermain bola saja belum tentu bisa masuk polisi, ” kata Munawardi kepada portalsatu.com, ketika ditemui di kantornya di kawasan Peunayong Banda Aceh, kemarin, Sabtu (5/7/2015).
Setelah dibujuk dan diberi penjelasan ia akhirnya setuju untuk masuk sekolah kepolisian. Namun ia gagal mendaftar pada 2014 karena masa pendaftaran telah berakhir. Ia pun diminta mendaftar kembali pada tahun 2015. Di awal tahun 2015 lalu ia justru mendapat kabar akan berangkat ke Portugal. Otomatis keinginannya untuk masuk polisi menguap sudah.
“Saya juga menyarankan dia untuk mendaftar kuliah di sini, jadi ketika berangkat ke Portugal statusnya sudah mahasiswa. Nanti dia bisa nonaktif dulu dan setelah pulang dari Portugal bisa kembali melanjutkan kuliah, tapi dia tidak mau. Tekadnya untuk menjadi pemain bola sudah bulat,” kata Muna yang sudah bersama Martunis sejak 2005 silam.
Ayah Martunis, Sarbini, yang ditemui portalsatu.com pada Jumat, 3 Juli 2015 di rumahnya di Tibang, Banda Aceh, mengatakan ia sangat mendukung cita-cita anaknya di dunia bola. Namun melihat realita nasib para pemain sepak bola di negeri ini, membuatnya khawatir. Itulah yang membuatnya menyuruh Martunis mendafatar di kepolisian.
“Awalnya kan belum jelas bagaimana karir dia di dunia sepabola makanya saya suruh saja ia mendaftar di kepolisian, ya kalau sudah jelas begini saya mendukung penuh keinginan anak saya,” ucap Sarbin.
Menurut Munawardi, ayah Martunis sudah rela jika kelak anaknya membangun karir sepak bolanya di luar negeri dan tidak pulang ke Aceh. Saat mengantar kepergian Martunis di Bandara Sultan Iskandar Muda pekan lalu, ayahnya berpesan agar Martunis selalu bekerja keras dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
“Nyoe kesempatan rayeuk that, deungeu peu nyang ayah dan Bang Muna peugah, singeh tabloe han meuteume le kesempatan nyoe,” pesan ayahnya kepada Martunis seperti dikatakan Munawardi.[ihn]
Berita ini disiarkan atas kerjasama Media Officer Martunis ACEHFOOTBALL.com dengan Portalsatu.com




















Komentar