ACEHFOOTBALL.net — Mesir memastikan langkah bersejarah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Australia sesuai bagan fase gugur yang telah ditetapkan FIFA.
Kepastian itu diraih setelah The Pharaohs bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir Grup G, sekaligus mengamankan tiket ke fase knockout untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun setelah sukses melewati fase grup tanpa terkalahkan.
“Kami siap menghadapi siapa saja. Kami mampu memainkan gaya permainan kami sendiri sambil tetap menghormati setiap lawan.”
“Kami tidak takut kepada siapa pun. Piala Dunia adalah kompetisi yang unik, dan kami siap menghadapi segala kemungkinan,” ujar Hassan.
Hasil imbang melawan Iran memastikan Mesir finis sebagai runner-up Grup G. Meski Belgia merebut posisi juara grup usai mengalahkan Selandia Baru 5-1, target utama Mohamed Salah dan kolega untuk lolos ke babak gugur berhasil tercapai.
Laga kontra Iran berlangsung dramatis. Mesir harus bekerja keras mempertahankan hasil yang dibutuhkan, sementara Iran terus menekan hingga menit-menit akhir demi menjaga peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Penjaga gawang Mostafa Shoubir menjadi salah satu pahlawan Mesir setelah menggagalkan penalti Mehdi Taremi pada babak pertama.
“Ini adalah mimpi bagi kami. Kami sangat bersyukur bisa lolos. Pertandingan berlangsung sangat sulit, tetapi yang terpenting kami berhasil mencapai target dan menciptakan sejarah bagi Mesir,” kata Shoubir.
Gelandang Mahmoud Saber, pencetak gol Mesir pada laga tersebut, mengaku bangga dapat membawa negaranya mencetak sejarah di panggung dunia.
“Kami sangat senang bisa lolos ke babak berikutnya dan membuat seluruh rakyat Mesir bahagia. Sekarang fokus kami adalah mempelajari permainan Australia agar bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, gelandang Zizo yang masuk menggantikan Mohamed Salah pada babak kedua menilai seluruh pertandingan di fase grup berlangsung berat, sehingga Australia juga tidak bisa dianggap lawan yang mudah.
“Australia sama seperti Belgia atau Iran, mereka tim yang tangguh. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Pertemuan Mesir melawan Australia diperkirakan menjadi salah satu duel menarik di babak 32 besar. Australia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah dua edisi beruntun lolos ke fase gugur, sedangkan Mesir membawa motivasi besar untuk melanjutkan sejarah baru mereka di Piala Dunia 2026.





















Komentar