ACEHFOOTBALL.net — Sepanjang Kamis, 26 Desember 2019, publik Aceh mengenang maha duka. Ya, sebuah bencana super dahsyat yang merenggut ribuan nyawa lenyap dalam seketika. Itulah bencana Tsunami.
Seperti diketahui, tepat pada 26 Desember 2004, bumi Aceh diayun gempa berkekuatan 9.2 Skala Richter. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami yang menghumbalang wilayah Aceh.
Kendati sudah 15 tahun silam terjadi, aroma duka masih menyengat dan memilukan sampai sekarang. Kepedihan nan dalam serta kerusakan dahsyat membuat tanoh Iskandar Muda merana.
Banyak talenta lenyap dihisap gelombang maut yang datang dari laut pada pagi itu. Irwansyah adalah satu talenta yang dikenang hingga entah kapan. Sebab, hingga sekarang, Aceh sulit menemukan sosok “Irwansyah” di sepakbola.
Menurut rekannya, Tarmizi Rasyid, sebagai pemain, Irwansyah sangat komplet. Berpostur kekar, tangguh, punya kecepatan, sundulan mematikan, sepakannya kaki kiri dan kanan sama bagusnya.
Irwansyah dimata Tarmizi Rasyid adalah prototipe pemain yang sempurna. “Sayanya, sekarang Aceh belum mampu melahirkan pemain seperti dia. Makanya publik Aceh merasa sangat kehilangan dia,” ujarnya.
Apa yang diutarakan Tarmizi benar. Irwansyah bisa dibilang sebagai salah satu pemain bola terbaik yang pernah dilahirkan Aceh. Ayah satu putri itu kelahiran Lhok Nga pada 19 Mei 1975.
Kendati tak bisa memberikan satupun gelar kepada klubnya; Persiraja karier mentereng Irwansyah di Liga Indonesia berbuah panggilan timnas Indonesia. Ia ikut seleksi tim SEA Games 1997, hingga ajang Kualifikasi Piala Dunia 1998.
Adalah Henk Wullems, pelatih timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia kala itu yang memberi peluang kepada Irwansyah membuktikan kualitasnya. Ia mencetak gol ke gawang Arab Saudi di laga debutnya.
Menariknya, dengan kualitasnya Irwansyah sempat diincar klub-klub besar semacam Persib Bandung, Persija Jakarta hingga Persebaya Surabaya. Tapi, ia bergeming. Persiraja selalu dihatinya hingga ajal menemuinya di Ahad pagi, 26 Desember 2004.
Saat kejadian, Irwansyah sedang berada di rumahnya di kawasan Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Isteri dan anak gadisnya yang berambut ikal itu pun menghadap sang Khalik tanpa diketahui kuburannya.
Irwansyah bukan satu-satunya pemain Persiraja yang menjadi korban di pagi itu. Ada lima pemain lain yang juga bernasib sama. Mereka adalah M Basir, Mansuri, Zarmansyah alias Tompi, Teuku Herfin dan Krisna Menon.





















Komentar