ACEHFOOTBALL.net — Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua generasi sepak bola dunia. Lionel Messi akan memimpin Argentina menghadapi Spanyol yang diperkuat Lamine Yamal di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB.
Menariknya, jauh sebelum keduanya berhadapan di lapangan, mereka ternyata pernah berada dalam satu bingkai foto yang kini viral di seluruh dunia.
Foto tersebut memperlihatkan Messi yang saat itu masih berusia 19 tahun sedang memandikan bayi Lamine Yamal yang baru berusia tiga bulan. Bagi banyak orang, momen itu kini dianggap layaknya sebuah simbol estafet generasi sepak bola.
Fotografer Joan Monfort, yang mengabadikan momen tersebut pada 2007, mengaku tidak pernah membayangkan foto itu akan menjadi begitu bersejarah.
“Itu bukan kebetulan, melainkan sebuah keajaiban,” kata Monfort kepada FIFA.
Foto itu diambil sebagai bagian dari kalender amal Barcelona Foundation bekerja sama dengan surat kabar SPORT untuk menggalang dana bagi UNICEF.
Pada edisi pertama, para pemain Barcelona berfoto bersama anak-anak keluarga dan kerabat penyelenggara. Namun, pada edisi berikutnya, konsep diubah agar lebih merepresentasikan masyarakat Katalonia.
Saat itu, keluarga Yamal yang mengikuti program komunitas UNICEF di kawasan Rocafonda, Mataro, memenangkan undian sehingga bayi mereka berkesempatan berfoto dengan salah satu pemain Barcelona.
Tak ada yang mengetahui siapa pemain yang akan dipasangkan dengan bayi tersebut. Bisa saja Ronaldinho, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, Thierry Henry, Eric Abidal, Victor Valdes, atau pemain Barcelona lainnya. Namun, takdir mempertemukan Lamine Yamal dengan Lionel Messi.
Yamal lahir pada 13 Juli 2007. Tiga setengah bulan kemudian, tepatnya 31 Oktober 2007, ibunya Sheila membawa sang bayi ke ruang ganti tim tamu Stadion Camp Nou untuk menjalani sesi pemotretan yang berlangsung sekitar 30 menit.
Menurut Oriol Canals, yang saat itu bekerja di divisi pemasaran harian SPORT, Messi terlihat sangat canggung.
“Messi kaku seperti sapu. Mungkin karena saat itu dia belum pernah menggendong bayi,” ujar Canals.
Monfort juga mengingat ekspresi Messi ketika pertama kali melihat konsep pemotretan tersebut.
“Messi baru berusia 19 tahun. Dia sangat pemalu dan tertutup. Wajahnya benar-benar menunjukkan rasa takut ketika melihat apa yang harus dilakukan,” kenangnya.
Agar suasana lebih santai, Monfort menggunakan bebek plastik milik putrinya untuk membuat Yamal tersenyum. Bahkan bak mandi dan handuk yang digunakan dalam sesi foto dipinjam dari rumahnya.
Setelah dipublikasikan dalam kalender amal, foto tersebut sempat terlupakan selama bertahun-tahun.
Baru pada 2024, ayah Yamal, Mounir, menemukan kembali foto itu dari album keluarga dan mengunggahnya ke media sosial beberapa hari sebelum putranya membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.
Unggahan tersebut langsung viral dan kembali menarik perhatian dunia.
Canals mengaku sama sekali tidak mengetahui perkembangan bayi yang pernah difoto bersama Messi tersebut.
“Ini luar biasa. Seperti Michael Jordan memandikan LeBron James. Sulit dipercaya. Bahkan banyak orang mengira foto itu hasil kecerdasan buatan (AI),” katanya.
Bagi Monfort, foto tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam.
“Foto itu terukir dalam jiwa saya. Dulu itu sudah terasa seperti keajaiban, dan kini, hampir 20 tahun kemudian, keajaiban itu kembali terjadi. Seolah kami menulis sejarah sebelum sejarah itu benar-benar terjadi,” ujarnya.
Ia menilai perjalanan karier kedua sosok tersebut membuat foto itu semakin istimewa. Messi kemudian menjelma menjadi salah satu atlet terbesar sepanjang sejarah, sementara Yamal sudah menjadi bintang sejak usia remaja, menjuarai Euro pada usia 17 tahun, dan kini tampil di final Piala Dunia pada usia 19 tahun.
“Saya bukan orang yang religius, tetapi sekarang saya mulai percaya ada sesuatu yang lebih besar yang mengatur semua ini. Sulit dijelaskan, tetapi semuanya terasa begitu ajaib.”
“Dan kini mereka akan berdiri berhadapan di final Piala Dunia, Messi berusia 39 tahun dan Yamal 19 tahun. Itulah penutup kisah yang sempurna,” kata Monfort. []
Sumber: Fifa





















Komentar