ACEHFOOTBALL.net — Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa La Roja melaju ke final Piala Dunia 2026.
Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis di semifinal, Selasa (15/7/2026) dini hari WIB, menjadi bukti bahwa Spanyol sukses mencapai partai puncak dengan tetap mempertahankan identitas permainan mereka.
Usai peluit panjang berbunyi di Dallas Stadium, De la Fuente berjalan memasuki lapangan untuk memeluk satu per satu anak asuhnya.
Wajahnya tampak tenang, namun sorot matanya memperlihatkan kebanggaan atas pencapaian bersejarah tersebut.
“Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini. Mungkin ini perpaduan antara kebahagiaan dan kebanggaan karena memimpin kelompok pemain yang luar biasa. Namun pekerjaan kami belum selesai. Masih ada satu langkah lagi yang harus kami tuntaskan,” ujar De la Fuente.
Kemenangan atas Prancis terasa istimewa karena diraih dengan cara yang menjadi ciri khas Spanyol. La Roja tetap mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan kontrol permainan untuk meredam kekuatan tim asuhan Didier Deschamps yang sebelumnya selalu menang sepanjang turnamen.
Menurut De la Fuente, keberhasilan tersebut merupakan buah dari konsistensi terhadap filosofi yang telah dibangun sejak hampir empat tahun terakhir.
“Saat kami memulai perjalanan ini tiga hingga empat tahun lalu, kami memiliki sebuah ide. Kami tetap setia pada ide itu dan akhirnya membawa kami sejauh ini. Saya sangat bangga,” katanya.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang dinilai mampu mengalahkan salah satu tim terbaik dunia dengan permainan yang matang.
“Mereka baru saja menghadapi tim terbaik di dunia. Para pemain saya menunjukkan komitmen, solidaritas, dan kualitas luar biasa. Mereka membuat sesuatu yang sulit terlihat begitu mudah,” puji De la Fuente.
Bek kanan Pedro Porro, yang mencetak gol kedua Spanyol sekaligus terpilih sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match, menyebut kemenangan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Kami bermain sangat baik sejak awal hingga akhir. Kami tahu Prancis adalah lawan yang sangat tangguh, tetapi hari ini kemenangan adalah milik seluruh tim, bukan hanya saya,” ujar Porro.
Ia menambahkan, penguasaan bola menjadi kunci utama untuk meredam ancaman serangan balik cepat Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe.
“Kami tahu jika mampu menguasai bola, peluang menuju final akan semakin besar. Kami juga berhasil mengantisipasi kekuatan mereka saat melakukan serangan balik,” katanya.
Selain permainan menyerang, pertahanan Spanyol juga kembali tampil solid. Hingga semifinal, Unai Simon baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Bek muda Pau Cubarsi menilai lini belakang Spanyol telah membungkam semua keraguan.
“Banyak yang meragukan pertahanan dan kiper kami. Namun sekarang kami hanya kebobolan satu gol dan berhasil lolos ke final. Itu menunjukkan kerja luar biasa seluruh tim, baik pemain inti maupun cadangan,” ujar bek Barcelona tersebut.
Keberhasilan ini membawa Spanyol tampil di final Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah edisi 2010 di Afrika Selatan, ketika mereka sukses mengangkat trofi dunia untuk pertama kalinya. Kini, La Roja hanya tinggal selangkah lagi untuk menambah bintang kedua di dada mereka.




















Komentar