Sejak beberapa bulan ini, sepakbola Indonesia mati suri. Kompetisi dan kegiatan sepakbola nasional dihentikan paksa oleh Menpora melalui keputusan pembekuan PSSI.
Dampaknya ribuan masyarakat sepakbola Indonesia kehilangan hak konstitusionalnya. “Hakekat merdeka adalah berdaulat dan dapat melakukan aktivitas tanpa belenggu dari pihak lain, baik di dalam negeri dan di kancah internasional,” ujar Presiden PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti, Minggu (16/8/2015) malam lalu seperti dilansir laman pssi.org.
Kata dia, kemerdekaan adalah hak dari seluruh masyarakat Indonesia di bidang apapun. Tidak terkecuali di bidang olahraga sepak bola. “Apalagi konstitusi Indonesia menjamin hak berekspresi seperti dituangkan di Pasal 28C UUD 1945 amandemen,” kata dia.
Menurut dia, apalagi akibat keputusan Menpora tersebut, sepakbola Indonesia diberi sanksi oleh FIFA dengan dikucilkan dari kegiatan sepakbola internasional. Sehingga tidak saja terbelenggu di dalam negeri, tetapi juga di kancah Internasional.
“Apakah ini makna kemerdekaan? Ketika kita kehilangan hak berekspresi dan hak ekonomi?” tanya La Nyalla sembari mempersilakan masyarakat sepakbola Indonesia yang menilai.
Sumber: pssi.org




















Komentar