ACEHFOOTBALL.net — Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026), bukan hanya menjadi penutup turnamen, tetapi juga membuka peluang lahirnya sejarah baru.
Menjelang laga puncak tersebut, FIFA merangkum sejumlah rekor dan fakta unik yang pernah tercipta sepanjang sejarah final Piala Dunia. Rekor itu pun sulit dipecahkan.
Mulai dari gol tercepat, pencetak gol terbanyak, hingga pemain yang paling sering tampil di partai final, berikut deretan statistik menarik yang mewarnai laga terbesar sepak bola dunia.
Gol tercepat hanya 88 detik
Gol tercepat dalam sejarah final Piala Dunia dicetak Johan Neeskens saat membawa Belanda menghadapi Jerman Barat pada final 1974. Gelandang Belanda itu mencetak gol melalui titik penalti setelah pertandingan baru berjalan 88 detik.
Menariknya, sebelum gol tersebut tercipta, Jerman Barat bahkan belum sempat menyentuh bola karena Belanda mengawali pertandingan dengan rangkaian 16 operan beruntun. Meski tertinggal lebih dulu, Jerman Barat akhirnya bangkit dan menang 2-1.
Butuh 60 tahun untuk mencatat clean sheet pertama
Selama enam dekade pertama penyelenggaraan Piala Dunia, tidak ada satu pun tim yang mampu mempertahankan gawangnya tetap perawan di partai final.
Rekor itu akhirnya dipecahkan Jerman Barat ketika mengalahkan Argentina 1-0 pada final 1990. Kiper Bodo Illgner, yang saat itu baru berusia 23 tahun, menjadi penjaga gawang termuda yang mencatat clean sheet di final Piala Dunia.
Spanyol akhiri kutukan jersey kedua
Pada final Piala Dunia 2010, Spanyol mengakhiri penantian selama 44 tahun bagi sebuah negara untuk menjadi juara dunia menggunakan seragam tandang.
Sebelumnya, beberapa tim gagal meraih gelar saat mengenakan kostum kedua, termasuk Jerman Barat (1986), Argentina (1990), dan Prancis (2006). Spanyol memutus tren tersebut setelah mengalahkan Belanda 1-0.
Kebangkitan terbesar terjadi pada 1954
Jerman Barat mencatat salah satu comeback paling legendaris ketika menaklukkan Hungaria 3-2 pada final Piala Dunia 1954.
Hungaria sempat unggul dua gol dalam delapan menit pertama dan datang dengan rekor tak terkalahkan dalam 30 pertandingan. Namun Jerman Barat mampu membalikkan keadaan dan menjadi satu-satunya tim yang berhasil memenangkan final setelah tertinggal dua gol.
Prancis hampir menyamai pencapaian itu pada final Qatar 2022 saat bangkit dari ketertinggalan 0-2 melawan Argentina, tetapi akhirnya kalah melalui adu penalti.
Selisih usia juara mencapai 22 tahun
Italia mencatat selisih usia terbesar di antara pemain inti saat menjuarai Piala Dunia 1982.
Giuseppe Bergomi baru berusia 18 tahun, sedangkan kapten sekaligus kiper Dino Zoff telah berusia 40 tahun. Selisih usia keduanya mencapai 22 tahun.
Inggris juara dengan pemain minim pengalaman
Martin Peters dan Geoff Hurst, dua pemain yang mencetak seluruh gol Inggris pada final 1966, hanya memiliki total delapan caps bersama tim nasional sebelum turnamen dimulai.
Sebaliknya, para pencetak gol Brasil pada final Piala Dunia 1970 telah mengoleksi total 220 penampilan internasional.
Hanya tujuh comeback di final
Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya tujuh tim yang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dan kemudian menjadi juara.
Comback tersebut dilakukan Uruguay (1930), Italia (1934), Jerman Barat (1954), Brasil (1958 dan 1962), Inggris (1966), serta Jerman Barat (1974). Sejak kemenangan Jerman Barat atas Belanda pada 1974, belum ada lagi tim yang berhasil melakukan comeback untuk menjuarai final.
Final 1958 masih paling produktif
Brasil masih memegang rekor kemenangan terbesar di final Piala Dunia setelah menundukkan Swedia 5-2 pada 1958.
Laga tersebut juga melahirkan dua rekor usia pencetak gol. Nils Liedholm menjadi pencetak gol tertua di final, sedangkan Pele menjadi pencetak gol termuda pada usia 17 tahun.
Mbappe raja gol final
Kylian Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah final Piala Dunia dengan empat gol.
Bintang Prancis itu mencetak satu gol pada final 2018 dan hattrick pada final 2022. Golnya pada menit ke-118 melawan Argentina juga menjadi gol paling akhir yang pernah tercipta di final Piala Dunia.
Di bawah Mbappe terdapat Geoff Hurst, Vava, Pele, dan Zinedine Zidane yang sama-sama mengoleksi tiga gol di final.
Messi samai rekor Cafu
Legenda Brasil Cafu masih menjadi satu-satunya pemain yang tampil dalam tiga final Piala Dunia, yakni pada 1994, 1998, dan 2002.
Namun pada final 2026 melawan Spanyol, Lionel Messi akan menyamai rekor tersebut setelah sebelumnya tampil pada final 2014 dan 2022 bersama Argentina.
Hanya lima pemain cetak gol di dua final
Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya lima pemain yang mampu mencetak gol di dua partai final berbeda, yakni Vava, Pele, Paul Breitner, Zinedine Zidane, dan Kylian Mbappe.
Luis Monti, satu-satunya pemain bela dua negara
Luis Monti menjadi satu-satunya pesepak bola yang pernah tampil di final Piala Dunia bersama dua negara berbeda.
Ia membela Argentina pada final 1930 sebelum memperkuat Italia pada final 1934 dan berhasil menjadi juara dunia bersama Gli Azzurri. []
Sumber: Fifa





















Komentar