Kapten Persita Tangerang, Kerry Yudiono, mengaku sudah gerah dengan apa yang dilakukan Menpora, terkait pembekuan PSSI. Imam Nahrawi dianggap merampas kehidupan mereka.
Dia dan pemain lain mengaku menjadi korban atas perilaku Menpora yang sudah merampas hak pemain untuk mendapatkan pemasukan untuk kehidupan sehari-hari dari keahliannya bermain sepakbola.
Kata pemain yang biasa memakai nomor punggung 20 ini, setelah tidak ada kegiatan sepak bola, dia hanya mengandalkan keahlian lainnya yaitu memasak, dan membuka usaha kuliner kecil-kecilan di wilayah komplek perumahannya di Tangerang.
Ketika ditanya soal Menpora melarang Kepolisian untuk memberi izin Indonesian Super League yang digelar PSSI, Kerry hanya menjawab, dirinya yakin pihak kepolisian akan mengizinkan kompetisi ISL berputar kembali.
Rencanya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia yang digulirkan PT Liga Indonesia akan menggulirkan kembali ISL 2015/2016 pada pekan ketiga Oktober tahun ini.
“Karena itu sesuai Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, karena saya yakin kepolisian akan lebih mementingkan orang banyak dan tidak menghambat soal izin ini,” ucap Kerry.
Kerry hanya berharap Menpora bisa menghilangkan ego da segera mencabut SK Pembekuan PSSI serta mematuhi hukum yang sudah ada dan mari kita bahu-membahu untuk memajukan sepak bola Indonesia bersama-sama.
“Saya berharap rekan pemain sepak bola bisa tergerak hatinya untuk bisa sama-sama memperjuangkan supaya Menpora legowo dan kompetisi ini bisa berjalan kembali,” tutup Kerry.
Reporter: Ade Candra
Editor: Indra




















Komentar