Kedatangan tim elite Serie A Italia, AS Roma ke Indonesia seakan jadi pelepas rindu publik sepak bola Tanah Air untuk menyaksikan pertandingan berkualitas di lapangan hijau.
Pertandingan yang disaksikan ribuan Romanisti Indonesia tersebut, AS Roma berhasil merebut hati para pendukungnya. Laga itu sendiri dipentaskan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/7/2015).
Pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan untuk tim merah AS Roma dengan skor 2-1 atas AS Roma Putih. Tim merah dimanajeri Julia Estelle dan putih di bawah manajer seksi, Julia Perez.
Namun, ada yang menarik dari pemandangan yang hadir di sudut tribun atas, terlihat jelas para Romanisti Indonesia membentangkan spanduk yang bertuliskan ”Cabut SK Pembekuan PSSI”
Sudah pasti, itu bentuk dukungan untuk kembalinya sepak bola Indonesia yang sudah mereka rindukan, karena adanya SK Pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora. Romanisti pun ikut merasakan dampaknya.
Kerugian yang mereka dapat, diantaranya tak bisa merasakan atmosfer sepak bola sesungguhnya. Ini terbukti, AS Roma hanya memainkan training game berikut perangkat wasit pun dari official AS Roma, sehingga dari suporter lain yang datang pun sangat sedikit.
Padahal, seperti diketahui sebelumnya, pada awalnya AS Roma akan berhadapan dengan Persija Jakarta, namun setelah sanksi dijatuhkan, pihak promotor pun harus mencari cara lain. Caranya, AS Roma pun tetap hadir ke Indonesia, namun mereka tidak melawan tim tuan rumah.
Agar pendukung Totti dkk tidak kecewa, AS Roma tetap turun lapangan dengan membagi dua tim. Bahkan perangkat pertandingan itu juga dari pihak I Giallorossi sendiri. Ini terjadi akibat peraturan yang ada di Sanksi FIFA untuk Indonesia.
Heru, pendukung klub berjuluk Serigala Roma, asal Malang mengatakan, pihaknya sangat kecewa kepada Menpora dengan membekukan PSSI. “Kami pun kena imbasnya juga, walaupun kami hanya suporter pecinta klub luar, tetapi kami sangat dirugikan juga, seperti halnya suporter Indonesia yang lain,” kata dia.
Seperti yang sudah kita lihat, sambung Heru, klub yang mereka idolakan pun harus menerima kenyataan pahit akibat ulah Menpora.
“Kami berharap Menpora bisa segera mencabut SK Pembekuan PSSI, supaya sepak bola Indonesia bisa kembali seperti semula, sehingga klub-klub luar yang ingin hadir pun bisa merasakan atmosfer suporter Indonesia yang sangat tinggi,” pinta Heru.
Reporter : Ade Candra




















Komentar