ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh U-19 masih terjebak dalam tren negatif setelah menjalani empat laga awal EPA Championship 2025/26 tanpa satu pun kemenangan.
Tiga kekalahan dan satu hasil imbang menjadi catatan awal yang menempatkan tim dalam tekanan besar jelang sisa pertandingan.
Perjalanan Persiraja Banda Aceh U-19 di EPA Championship 2025/26 memasuki fase genting. Empat pertandingan awal yang telah dilalui justru menghadirkan alarm serius: tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan belum sekalipun meraih kemenangan.
Hasil ini menempatkan Persiraja U-19 dalam tekanan besar, baik dari sisi klasemen maupun mental tim. Kekalahan demi kekalahan menunjukkan masih adanya persoalan mendasar, terutama dalam konsistensi permainan dan efektivitas di depan gawang.
Pada laga pembuka, Persiraja harus mengakui keunggulan Sumsel United U-19 dengan skor 0-2. Harapan bangkit sempat muncul saat menahan imbang Persiba Balikpapan U-19 1-1 di laga kedua.
Namun, tren negatif kembali berlanjut setelah takluk 2-3 dari PSPS Pekanbaru U-19 dan kalah 1-2 saat bertandang ke markas PSS Sleman U-19.
Dari empat laga tersebut, terlihat bahwa lini serang Persiraja sebenarnya cukup mampu mencetak gol, namun rapuhnya lini pertahanan menjadi titik lemah yang terus dimanfaatkan lawan.
Selain itu, ketidakmampuan menjaga momentum saat unggul atau menyamakan kedudukan juga menjadi catatan penting.
Kini, harapan belum sepenuhnya tertutup. Empat pertandingan sisa akan menjadi penentu apakah Persiraja mampu bangkit atau justru semakin terpuruk. Jadwal yang menanti pun tidak mudah.
Persiraja akan menghadapi Sumsel United U-19 pada 18 April, kemudian menjamu Barito Putera U-19 pada 22 April. Selanjutnya, mereka akan bertandang ke markas PSPS Pekanbaru U-19 pada 29 April, sebelum menutup fase ini dengan laga melawan PSS Sleman U-19 pada 2 Mei.
Empat laga ini bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan wajah tim di kompetisi. Dibutuhkan perubahan signifikan, baik dari segi taktik, mentalitas, maupun efektivitas permainan.
Jika tidak segera berbenah, musim ini bisa menjadi pelajaran pahit bagi Persiraja U-19.
Namun jika mampu bangkit, empat laga tersisa bisa menjadi titik balik yang mengubah arah perjalanan mereka.






















Komentar