ACEHFOOTBALL,net — Persaingan di Grup A Championship 2025/2026 kian membara usai rampungnya pekan ke-25.
Perebutan puncak klasemen semakin ketat, sementara tekanan di papan tengah hingga bawah tak kalah sengit.
Adhyaksa FC masih bertahan di puncak klasemen dengan koleksi 47 poin dari 25 pertandingan. Namun, posisi mereka belum sepenuhnya aman. Hanya terpaut satu angka, Garudayaksa FC terus membayangi di peringkat kedua dengan 46 poin.
Situasi ini membuat tiga laga tersisa dipastikan menjadi penentu hidup-mati dalam perebutan tiket promosi.
Kemenangan atau bahkan satu hasil imbang saja bisa berdampak besar bagi kedua tim. Tekanan kini lebih besar berada di pundak Adhyaksa, yang mulai kehilangan margin aman setelah beberapa hasil kurang maksimal.
Di posisi ketiga, FC Bekasi City menunjukkan konsistensi yang patut diperhitungkan. Dengan 41 poin, mereka masih menjaga peluang untuk menyodok ke dua besar, apalagi performa mereka cenderung stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Sumsel United membuntuti di peringkat keempat dengan 39 poin, menjaga asa meski peluang semakin menipis.
Sorotan juga tertuju pada Persiraja Banda Aceh yang kini berada di posisi kelima dengan 38 poin. Laskar Rencong tidak memiliki peluang matematis untuk menembus papan atas.
Dengan dua laga tersisa, maksimal poin yang mampu diraih Fitra Ridwan dkk cuma 44 angka.
Di papan tengah, PSMS Medan dan PSPS Riau sama-sama mengoleksi 34 poin. Keduanya praktis berada di zona aman, namun sulit menembus papan atas tanpa keajaiban di sisa laga.
Sementara itu, Persikad Depok (31 poin) dan Persekat (26 poin) masih harus bekerja keras untuk menjauh dari tekanan papan bawah. Posisi mereka belum sepenuhnya aman, terutama jika tren negatif berlanjut.
Di dasar klasemen, Sriwijaya FC tampak semakin terpuruk. Dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 25 laga, mereka praktis kehilangan daya saing musim ini. Selisih gol yang sangat jauh menjadi cerminan rapuhnya lini pertahanan dan tumpulnya lini serang.
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan, setiap poin kini bernilai krusial. Persaingan bukan hanya soal kualitas, tetapi juga mentalitas dan konsistensi.
Grup A telah berubah menjadi medan tempur terbuka—siapa yang paling siap, dialah yang akan bertahan di puncak.






















Komentar