• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Minggu, Juni 14, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Minggu, Juni 14, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Cerita di Balik Berangkatnya Martunis ke Portugal

MW Kuba MW Kuba
Selasa, 07/07/2015 - 22:03 WIB
in Sepakbola Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Berita seputar bergabungnya Martunis ke Akademi Sporting Lisbon telah menggegerkan dunia. Bagi Martunis, menjadi bagian dari Sporting Lisbon adalah impian yang telah ia impikan sejak kanak-kanak.

“Saya ingin mewujudkan impian itu. Saya berterima kasih kepada Sporting yang sudah memberikan kesempatan ini,” kata Martunis ketika resmi diperkenalkan oleh presiden Sporting di malam puncak ulang tahun Sporting Lisbon yang ke-109 pekan lalu.

Di balik keberangkatannya ke Portugal, tersimpan sekelumit kisah yang hanya diketahui segelintir orang saja. Tanpa campur tangan kedua orang tuanya, Martunis mengurus dan mempersiapkan semuanya bersama kakak asuh sekaligus pembimbingnya Munawardi Ismail, yang sudah seperti abangnya sendiri.

Cerita tentang Martunis ‘dilamar’ Akademi Sporting Lisbon berawal dari kedatangan dua jurnalis Portugal pada 16 Desember 2014 lalu, menjelang peringatan satu dekade tsunami Aceh yang dihelat begitu meriah. Mereka adalah Joao Picanco dan Pauolo Calado.

INFO BOLALAINNYA

Erick Thohir Akui Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda

Erick Thohir Akui Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda

02/05/2024 - 21:24 WIB
Akmal Marhali, Serie A

Persipura Nyaris Batal Masuk AFC Akibat PSSI Tabrak Regulasi

22/12/2020 - 18:18 WIB
Nabil Husein, Liga 1, Borneo FC, Andri Muliadi

Nabil Husein Menikah, Andri Muliadi Ikut Bahagia & Kirim Doa

19/12/2020 - 23:53 WIB
Tarkam, Akmal Marhali, Liga 1, Naturalisasi

SOS: Jangan Sampai PON Jadi Kompetisi Tarkam Nasional

19/12/2020 - 19:55 WIB

Dua jurnalis tersebut menghabiskan waktu dua hari tiga malam untuk meliput seluruh kegiatan Martunis di Banda Aceh. Hasil liputan itu ditayangkan untuk momen 10 tahun tsunami. Di mana Martunis menjadi salah satu ‘aktor’ tragedi kemanusiaan tersebut yang membuat namanya menjadi mercusuar dunia, terutama di Portugal.

Saat berbincang dengan portalsatu.com di kantornya di kawasan Peunayong Banda Aceh pada Sabtu, 4 Juli 2014 lalu, Muna -sapaan akrab Munawardi- menceritakan banyak hal tentang kebersamaannya dengan Martunis yang sudah lebih dari 10 tahun. Terutama di detik-detik keberangkatan Martunis ke Portugal untuk menjemput impiannya sebagai pesepakbola.

Tak lama setelah kepulangan duo jurnalis portugal ke negaranya, pada 12 Januari Martunis mendapatkan ‘surat cinta’ dari Kedutaan Portugal di Jakarta. Isinya tentang undangan Martunis ke Portugal. Surat tersebut dikirim langsung oleh pihak kedutaan ke e-mail Martunis. Martunis girang bukan main.

“Undangan itu untuk keberangkatan pada bulan Maret, tapi karena waktu itu Martunis belum cukup umur akhirnya ditunda sampai Juni, setelah Martunis berusia genap 18 tahun,” kata pria yang berprofesi sebagai wartawan ini.

Setelah mendapat undangan resmi tersebut, otomatis Martunis harus mempersiapkan banyak hal. Khususnya yang menyangkut dengan persiapan administrasi, termasuk mengurus visa ke Kedutaan Portugal di Jakarta. Peran Munawardi memang sangat dominan. Bukan hanya kali itu saja Muna mengurusi keperluan Martunis, tapi sudah sejak 2005 silam.

Martunis dan Munawardi Ismail

Muna juga ikut membantu segala urusan orang tuanya selama itu masih terkait dengan Martunis. Seperti misalnya mengurus proses administrasi ketika Portugal memberi bantuan untuk keluarga Martunis pada 2006 silam. Muna juga yang selama ini mendampingi Martunis acap kali ia diundang ke berbagai pertemuan atau wawancara dengan media.

Kembali ke cerita di atas, sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengurus visa, Martunis harus mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Awalnya kata Muna, prosesnya memang agak berbelit, karena harus punya beberapa surat rekom.

Muna memang ingin mengurus surat dengan proses yang normal saja. Langkah pertama harus sidik jari. Di ruang ini, sang petugas ternyata kenal Martunis. Dia menatap begitu lama, sembari bertanya. Tak lama selesai.

Setelah semua proses hampir selesai, tiba-tiba ada syarat yang belum lengkap. Petugasnya meminta surat pengantar dari Polsek setempat. Muna sengaja tidak memberitahukan siapa Martunis di depan petugas. “Oke, kami kembali besok untuk bawa surat Polsek.” kata Muna sembari mengajak Martunis keluar ruangan.

Sebelum jauh berjalan, keduanya berpapasan dengan seorang petugas yang kebetulan kenal karena Martunis dan Munawardi pernah tampil di acara “Hitam Putih”. Setelah sedikit basa-basi, keduanya diajak masuk lagi ke ruang dimaksud.

Setelah dijelaskan siapa yang sedang mengurus SKCK, sang petugas langsung berceloteh, “kenapa nggak bilang dari kemarin. Akhirnya proses bisa dipercepat, dengan tanpa mengabaikan syarat-syarat utamanya.”

“Di tengah proses kilat itu, si petugas juga kasih wejangan ke Martunis, jangan lupa shalat dan latihan yang rajin kalau sudah berangkat ke Portugal,” kata Muna mengenang sepenggal kisah berkesan itu.

Setelah SKCK dikeluarkan Polresta Banda Aceh, ia dan Martunis langsung terbang ke Jakarta. Sasaran berikutnya adalah membawa surat tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM untuk dilegalisir. Lagi-lagi di sini ada sedikit kendala, tanda tangan pejabat terkait di Polresta Banda Aceh ternyata belum terdata di Kemenkum HAM.

Proses legalisirpun tersendat. Untuk mendapatkan tanda-tangan, berarti harus kembali lagi ke Banda Aceh minta tanda tangan si pembuat SKCK. Tapi petugas bidang perdata di Kemenkum HAM memberi solusi alternatif tanpa harus bolak-balik Banda Aceh-Jakarta.

Alternatifnya legalisir harus dilakukan oleh notaris. Beruntung, sebab Portugal menerima legalisir dari notaris. Muna dibantu seorang aktivis Aceh di Jakarta serta Perwakilan Aceh akhirnya mencari notaris untuk keperluan legalisir surat tersebut.

Setelah semuanya selesai barulah surat itu dibawa ke Departemen Luar Negeri untuk proses lanjutan. “Normalnya membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mengurus surat tersebut. Sementara kami tiket pulang ke Banda Aceh sudah di tangan, jadi harus mengejar waktu dan mencari cara agar cepat selesai.”

Mereka sampai di Deplu sekitar pukul setengah empat sore, sedangkan kantor akan tutup sekitar satu jam lagi. Di kantor Deplu, Muna menyerahkan dokumen tersebut pada bagian registrasi. Menurut petugas, berkas tidak bisa diselesaikan segera, minimal butuh waktu dua-tiga hari.

Di saat itu, Muna minta bantu kepada petugas, karena berkas Martunis harus segera dituntaskan untuk dibawa ke Kedutaan Portugal. Mendengar nama Martunis, petugas itu sedikit mengeryit kening, lalu bertanya, Martunis Ronaldo ya?

Munawardi lantas memberitahukan bahwa memang Martunis itu yang sedang mengurus berkas. Lalu, di luar dugaannya, petugas tersebut menjadi antusias dan langsung mencari-cari Martunis.

“Mana dia, mana dia, foto-foto dulu ya,” kata Muna menirukan ucapan petugas itu. Petugas itu sangat berkesan karena anaknya juga fans Ronaldo dan timnya Real Madrid.

Setelah itu Martunis diminta mengisi formulir khusus dan semua urusan di Deplu tuntas dalam waktu sekitar tiga puluh menit. “Mestinya bisa lebih cepat lagi tapi harus menunggu kepala bagian yang sedang rapat. Berkas-berkas dari Deplu kemudian kami bawa ke kedutaan untuk pengurusan visa yang semuanya diurus oleh orang kedutaan portugal,” katanya.

Diikat Sepakbola

Munawardi pertama kali bertemu dengan Martunis pada 2005 silam untuk kepentingan tugas jurnalistik. Sejak itu ia terus menjalin hubungan dengan Martunis dan keluarganya. Sepak bola-lah yang menjadi perekat hubungannya dengan Martunis.

Munawardi memang sangat menggandrungi olahraga sepak bola, ketika masih kecil ia ingin menjadi seorang pemain sepak bola. Tapi takdir mengantarkannya menjadi seorang wartawan.

“Saya pernah punya kesan yang mendalam tentang sepak bola, karena sepakbola itu bukan sekadar permainan 90 menit untuk mencari kemenangan. Di dalamnya terkait nasib dan keberuntungan,” ujar dia.

Sebuah bukti keberuntungan, menurut Muna, ketika masih kecil dulu ada pertandingan di kampung, dia berlari sampai berkeringat agar bisa menonton pertandingan sejak menit awal. Begitu tiba di lapangan, anak-anak seusianya masih berjejer di pintu masuk.

Mereka masih ditahan penjaga pintu dan belum diizinkan masuk. Begitu Muna berhenti berlari di depan pintu masuk dengan kondisi penuh peluh. Tiba-tiba petugas langsung mengizinkan Muna masuk ke dalam tanpa karcis.

Sedangkan rekan sebaya yang sudah dari tadi ditahan melakukan protes. “Kenapa dia yang baru datang langsung boleh masuk, kami sudah dari tadi masih ditahan. Penjaga pun menjawab, dia benar-benar ingin nonton bola sampai-sampai berlari keringatan, dia benar-benar suka bola, kalian tunggu babak kedua, baru boleh masuk,” kata Muna menceritakan secuil kesannya tentang sepak bola.

Lewat sepak bola ia dan Martunis seolah sedang berbicara ‘bahasa’ yang sama meski bukan bahasa verbal. Ia selalu menemami Martunis latihan. Lebih dari itu, Muna punya alasan sendiri mengapa ia rela membuang tenaga, waktu dan pikirannya untuk Martunis.

“Saya melihat, Ronaldo saja yang bukan siapa-siapanya mau membantu Martunis, apalagi kita (Muna-red) yang sama-sama orang Aceh, sama-sama korban tsunami, sudah sepatutnya membantu Martunis,” ujar wartawan Harian Waspada tersebut.

Kini, meski Martunis sudah berada nun jauh di sana, mereka tetap saling kontak. Bahkan semua dokumen-dokumen tentang Martunis disimpan oleh Munawardi yang juga ketua Warta FC ini, sebuah klub sepakbola amatir milik para jurnalis di Banda Aceh.

Berita ini disiarkan atas kerjasama Media Officer Martunis ACEHFOOTBALL.com dengan Portalsatu.com

Tags: martunisportugal
ShareTweetPin
Previous Post

Nyan Baba Rahman Nggak Jadi Ke Chelsea ?

Next Post

Jupe: Kondisi Sepakbola Indonesia Nggak Sehat

BERITA BOLA LAINNYA

Akmal Marhali

Akmal Marhali Minta PON Jadi Ajang Untuk Pembinaan Atlet

19/12/2020 - 13:03 WIB
Data dan Fakta TSC 2016, Persipura Juaranya

Persipura Protes tak Wakili Indonesia, PSSI Lapor ke AFC

19/12/2020 - 12:03 WIB
Bali United, Timnas U-16, Timnas Indonesia, Akmal Marhali, Tim Nasional U-19

Diari Akmal: PSSI Pilih Bali United dan Persija ke AFC

17/12/2020 - 00:59 WIB
PON Papua 2020

Tiga Pemain Profesional Bisa Perkuat Tim PON Papua 2021

16/12/2020 - 20:53 WIB
PSSI

PSSI Akan Umumkan Wakil Indonesia Untuk Piala AFC

12/12/2020 - 19:35 WIB
Andik Vermansyah

Andik Tanya; Apa Kita Tidak Malu Sama Negara Tetangga

07/12/2020 - 13:22 WIB
Football Camp

Terlibat di Football Camp, Begini Target Jacksen F Tiago

06/12/2020 - 17:23 WIB
Zulfiandi, Madura United

Zulfiandi dan Syahrian Diincar Klub Luar Negeri, Ini Kata RD

05/12/2020 - 00:35 WIB
Bagus Kahfi

Barito Vs Bagus Kelar, Si Pemain Siap Berkarier di Eropa

02/12/2020 - 19:11 WIB
Ryuji Utomo

Persija Pinjamkan Ryuji Utomo ke klub Promosi Liga Malaysia

01/12/2020 - 19:04 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Ini Pembagian 12 Grup Piala Dunia dan Peta Persaingannya

    Ini Pembagian 12 Grup Piala Dunia dan Peta Persaingannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelatih Aceh Ini Bersiap Cetak Sejarah Bersama Tim Sulawesi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Rajanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Shin Tae-yong Janjikan Persija Lebih Menyerang Musim Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Jelang Hadapi Belanda, Jepang Kehilangan Kaptennya

Jelang Hadapi Belanda, Jepang Kehilangan Kaptennya

14/06/2026
Dan Burn: Dari Sepak Bola Amatir ke Piala Dunia, Terasa Tak Nyata

Dan Burn: Dari Sepak Bola Amatir ke Piala Dunia, Terasa Tak Nyata

14/06/2026
Pelatih Tertua di Piala Dunia Yakin Curacao Curi Poin dari Jerman

Pelatih Tertua di Piala Dunia Yakin Curacao Curi Poin dari Jerman

14/06/2026
Ghana Protes Keras Kanada, Visa Piala Dunia Thomas Partey Ditolak

Ghana Protes Keras Kanada, Visa Piala Dunia Thomas Partey Ditolak

14/06/2026
Pelatih Aceh Ini Bersiap Cetak Sejarah Bersama Tim Sulawesi

Pelatih Aceh Ini Bersiap Cetak Sejarah Bersama Tim Sulawesi

12/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia