Bintang

Eks PSMS Medan Jadi Mimpi Buruk Persiraja di Dimurthala

Pemain yang akrab disapa Ari Maring itu mencetak gol tunggal pada menit ke-71 saat Semen Padang menundukkan Persiraja Banda Aceh 1-0, Minggu (13/9/2026) malam.

ACEHFOOTBALL.net — Stadion Haji Dimurthala, Banda Aceh, menjadi saksi lahirnya gol pahit bagi Persiraja pada laga pembuka Pegadaian Championship Liga 2 2026/2027.

Bukan pemain tuan rumah, melainkan Risman Ariyanto Maring, eks PSMS Medan, yang menjadi penentu kemenangan Semen Padang FC.

Pemain yang akrab disapa Ari Maring itu mencetak gol tunggal pada menit ke-71 saat Semen Padang menundukkan Persiraja Banda Aceh 1-0, Minggu (13/9/2026) malam.

Gol tersebut membuat nama Ari Maring menjadi sorotan. Bagi Semen Padang, gol itu memastikan tiga poin perdana sekaligus kemenangan pertama setelah kembali berlaga di Liga 2.

Ari Maring datang ke Semen Padang dengan reputasi sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan, agresivitas, dan kemampuan penetrasi dari sisi lapangan.

Lahir pada 15 Juni 1998, Ari Maring memiliki tinggi sekitar 175 sentimeter dan berposisi utama sebagai winger kanan. Ia juga bisa dimainkan di sisi kiri maupun sebagai pemain depan.

Perjalanan kariernya tidak langsung membawanya ke level teratas. Ari mengawali pembinaan di SSB Ideal Narmada, Lombok, sebelum bergabung dengan Bali United U-19 pada 2017.

Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan di sejumlah klub, termasuk Malang United, Persipal, Sulut United, Nusantara United, PSIM Yogyakarta, Borneo FC, FC Bekasi City, hingga PSMS Medan.

Pengalaman di Liga 2 menjadi salah satu modal penting Ari Maring. Bersama PSIM Yogyakarta pada musim 2023/2024, ia mencatat 17 penampilan dan lima gol.

Sementara pada musim 2025/2026 bersama PSMS Medan, Ari tampil dalam 25 pertandingan dan mencetak empat gol.

Catatan tersebut menunjukkan Ari bukan sekadar pemain yang mengandalkan kecepatan. Ia juga memiliki naluri untuk masuk ke area berbahaya dan menciptakan peluang.

Kemampuan tersebut pula yang membuat Semen Padang merekrutnya untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Saat diperkenalkan, Ari Maring disebut sebagai winger yang memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan penetrasi untuk menambah variasi serangan Kabau Sirah.

Kini, Ari mulai membayar kepercayaan tersebut.

Golnya di Dimurthala menjadi awal perjalanan baru bersama Semen Padang. Setelah berpindah dari satu klub ke klub lain dalam beberapa musim terakhir, pemain bernomor punggung 19 itu memiliki kesempatan menjadi salah satu bagian penting dari upaya Kabau Sirah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dengan usia 28 tahun, pengalaman di kompetisi nasional, serta karakter bermain agresif dari sektor sayap, Ari Maring menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan dalam perjalanan Semen Padang FC musim ini. []

Harian Aceh Indonesia
BINTANG

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *