ACEHFOOTBALL.net — Championship 2026/2027 langsung menyuguhkan drama sejak pekan pertama.
Sepuluh pertandingan menghasilkan 28 gol, kartu merah, laga ketat, hingga kejutan besar ketika sejumlah tim gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah.
Pekan pembuka juga memperlihatkan betapa sulitnya membaca peta persaingan musim ini. Deltras Sidoarjo menjadi tim paling mencolok setelah menghancurkan PSBS Biak 5-0 sekaligus menempati puncak klasemen sementara.
Kejutan terbesar lahir dari Stadion Sriwedari Solo. PSBS Biak yang berstatus sebagai tuan rumah justru tak berdaya menghadapi Deltras Sidoarjo.
The Lobster menang telak 5-0 dan menjadi tim dengan kemenangan terbesar pada pekan pertama. Hasil tersebut sekaligus menjadi sinyal awal bahwa Deltras layak diperhitungkan sejak awal kompetisi.
Sebaliknya, PSBS harus segera membenahi lini pertahanan setelah kebobolan lima gol di laga perdana.
Semen Padang Curi Poin di Aceh
Semen Padang juga mencuri perhatian setelah menundukkan Persiraja Banda Aceh 1-0 di Stadion H. Dimurthala.
Kemenangan tersebut menjadi tiga poin penting bagi Kabau Sirah dalam laga pembuka. Persiraja yang tampil di hadapan pendukung sendiri harus mengawali musim dengan kekalahan.
Drama juga terjadi di laga Sumsel United kontra PSMS Medan. Kedua tim bermain imbang 2-2 dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi dan diwarnai kartu merah untuk pemain PSMS.
Meski harus bermain dengan kekurangan pemain, PSMS tetap mampu mengamankan satu poin dari kandang Sumsel United.
Status sebagai tuan rumah memang masih menjadi modal penting pada pekan pertama. Namun, hasil pertandingan menunjukkan keunggulan tersebut tidak otomatis menjamin kemenangan.
PSIS Semarang membuka kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas PSPS Riau. Persikad Depok juga mengalahkan PSGC Ciamis 2-1.
PS Barito Putera menang tipis 3-2 atas Persipura Jayapura, sedangkan RANS Nusantara mengatasi Persiba Balikpapan dengan skor yang sama.
Persela Lamongan menjadi salah satu tuan rumah yang tampil paling meyakinkan setelah menundukkan Persis Solo 2-0.
Di pertandingan lainnya, Persiku Kudus bermain imbang 1-1 melawan Bekasi City. Dejan juga gagal memaksimalkan status kandang setelah kalah 0-1 dari Tornado Pekanbaru.
Pekan Pertama Jadi Peringatan
Dengan rata-rata 2,8 gol per pertandingan, pekan pertama menunjukkan kecenderungan permainan yang cukup terbuka. Tim-tim tidak ragu tampil menyerang, tetapi sejumlah hasil juga memperlihatkan koordinasi pertahanan yang belum sepenuhnya solid.
Kekalahan telak PSBS menjadi contoh paling jelas. Sementara skor ketat di sejumlah pertandingan menunjukkan margin kesalahan antartim masih sangat tipis.
Jika tren tersebut berlanjut, Championship musim ini berpotensi menghadirkan persaingan yang ketat dan sulit diprediksi.
Tim yang mampu memperbaiki organisasi pertahanan tanpa kehilangan agresivitas di lini depan akan memiliki peluang lebih besar menjaga konsistensi pada pekan-pekan berikutnya. []






















