ACEHSPORT — KONI Kota Banda Aceh mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan keikutsertaan cabang olahraga voli pada Prapora 2026 di Jantho, Aceh Besar.
Langkah tersebut diambil setelah KONI Aceh meminta KONI Kota Banda Aceh mengambil alih sementara pembinaan voli untuk menghadapi Prapora yang dijadwalkan berlangsung 7–14 September 2026.
Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh, H. Heri Julius, S.Sos, MM, mengatakan keputusan tersebut diambil karena kepengurusan voli di tingkat provinsi maupun kota sedang bermasalah.
“Prapora akan digelar pada 7 September ini,” kata Heri Julius, Jumat (4/9/2026) di ruang kerjanya, Banda Aceh.
Menurut Heri, idealnya setiap cabang olahraga memiliki kepengurusan di tingkat provinsi dan kota. Namun, kondisi kepengurusan voli saat ini dikhawatirkan membuat atlet Banda Aceh tidak dapat tampil pada Prapora.
“Kita tidak intervensi ke pengurus. Kita hanya menindaklanjuti arahan KONI Provinsi. Jadi untuk sementara, KONI Kota Banda Aceh mengambil alih cabor voli untuk mengikuti Prapora khusus cabor voli di Banda Aceh,” ujar Heri.
Surat dari KONI Aceh menjadi dasar pengambilan kebijakan tersebut.
“Artinya, KONI Kota Banda Aceh menyelamatkan cabor voli Kota Banda Aceh agar bisa ikut Prapora nantinya,” sambung Heri.
Namun, untuk pembinaan menghadapi Pora, Heri belum memastikan apakah penanganannya akan tetap berada di bawah KONI Banda Aceh atau nantinya dikembalikan kepada cabang olahraga.
Lima Hari Bentuk Tim
Begitu menerima instruksi, KONI Kota Banda Aceh langsung membentuk tim untuk mempersiapkan atlet.
Heri menunjuk Hendri Mustaqim sebagai koordinator, dengan anggota Zaki, Mahdani, dan Wanda.
Tim tersebut langsung bergerak mencari dan merekrut pemain. Hasilnya, KONI Banda Aceh optimistis tim voli dapat lolos dari Prapora.
“Mereka langsung menindaklanjuti mencari pemain-pemain. Alhamdulillah, hari ini laporan dari mereka ke kita bahwa mereka yakin voli Banda Aceh akan lolos ke Prapora,” kata Heri.
Koordinator Tim KONI Kota Banda Aceh, Hendri Mustaqim, mengatakan pembentukan tim dilakukan berdasarkan surat dari KONI Aceh dan perintah Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh.
“Setelah beberapa hari surat diterima, kami melakukan rapat bersama Ketua Umum membahas langkah tindak lanjut. Dalam keputusan rapat, ketua memutuskan dan memerintahkan kami termasuk Zaki, Mahdani selaku Wakil Ketua, Wanda selaku Sekretaris, dan saya sendiri sebagai koordinator untuk mengikuti ajang Prapora yang akan dilaksanakan KONI Aceh untuk cabor voli di JSC Jantho,” kata Hendri.
Prapora cabor voli dijadwalkan berlangsung 7 sampai 14 September 2026.
Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, tim langsung bekerja merekrut atlet dan pelatih.
Berdasarkan informasi dari dua pelatih, Jufrizal dari Bank Aceh dan Dariati dari Pengurus Pengprov PBVSI, dilakukan pengetesan terhadap atlet hingga terbentuk dua tim, yakni regu putra indoor dan regu putri indoor.
“Semua hasil rekrutmen langsung lolos, tidak dilakukan seleksi lagi. Kebutuhan 12 atlet, yang mendaftar 11, jadi semuanya ikut. Kami sangat terbuka bagi atlet yang sudah terdaftar di PBVSI maupun belum. Tetapi kami tidak memaksa, itu hak prerogatif mereka,” jelas Hendri.
KONI Optimistis Lolos
Heri mengatakan KONI Kota Banda Aceh terus memantau langsung perkembangan tim yang baru terbentuk tersebut.
“Kami optimis bisa lolos. Makanya hari ini Ketua dan tim KONI Kota Banda Aceh turun ke lapangan melihat langsung perkembangan. Kami mendengar dari laporan bahwa tim yang dibentuk ini bisa lolos Prapora,” ujar Heri.
Hendri berharap kerja keras selama lima hari dalam merekrut pelatih dan atlet dapat menghasilkan tiket menuju Pora Aceh Jaya.
“Insya Allah dapat lolos ke Pora Aceh Jaya. Jika sukses, ini juga membawa nama harum KONI Kota Banda Aceh,” tutupnya. []

















