Medan – Manajemen PSBL Langsa akhirnya dilaporkan ke PSSI dan Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia (APPI) setelah tunggakan gaji pemain musim 2013/2014 tidak juga terselesaikan.
Pengaduan ini dilakukan seluruh pemain lokal yang berjumlah 18 orang. Surat pengaduan ini mereka layangkan ke PSSI dan APPI di Jakarta pada akhir Desember 2014. Dalam surat itu, seluruh pemain, termasuk kapten tim Rafsanjani ikut menandatangani surat tersebut.
“Sebenarnya jumlah pemain ada 20. Tapi dua lagi pemain asing, jadi hanya 18 pemain lokal yang ikut melaporkan klub,” kata Oki Rengga Winata, pemain yang berposisi penjaga gawang saat mendatang Kantor Serambi Biro Medan, Selasa (13/1/2015).
Oki yang ditemani Samsul Bahri, gelandang bertahan PSBL musim lalu itu mengatakan, klub masih menunggak empat bulan gaji kepada seluruh pemain, termasuk dua pemain asing yang keberadaannya kini tidak diketahui. Pengaduan ini bisa saja dihindarkan bila pengurus klub bisa menjalin komunikasi dengan baik. Para pemain mengaku kehilangan arah setelah tak satu pun pengurus yang bisa memberikan kepastian pelunasan gaji.
Menurut pemain, ketika pembubaran tim pada September 2014, Ketua Umum PSBL, Marzuki Hamid berjanji tunggakan gaji akan selesai sebelum pergantian tahun. “Nyatanya ini sudah 2015. Dan sama sekali tidak ada tanda-tanda diselesaikan,” beber Oki.
Samsul menambahkan, tunggakan gaji bukan hal baru bagi PSBL. Pemain berposisi gelandang bertahan ini merupakan skuad Elang Biru pada musim 2011. Saat ia pergi meninggalkan klub untuk membela PSMS Medan, klub masih terhutang sebesar Rp 15 juta. “Jadi setelah membela PSMS, saya balik lagi ke PSBL. Eh ternyata kena lagi,” kata pemain kelahiran Langsa yang kini menetap di Medan.
Pada musim lalu, PSBL hanya mampu membayar gaji tepat waktu pada bulan pertama. Pembayaran gaji bulan kedua mulai tersendat. Kondisi ini berlangsung hingga kompetisi berakhir dan meninggalkan tunggakan empat bulan gaji.
Ironisnya, kedua pemain yang mewakili seluruh pemain mengaku pesimis surat pengaduan mereka direspon PSSI maupun APPI. Seandainya memang tidak ada reaksi dari kedua lembaga itu, Oki cs mengaku pasrah dan berharap kesadaran pengurus untuk memberikan hak mereka. “Yang jelas kami sudah bekerja, mencurahkan keringat di lapangan. Tinggal pengurus yang melakukan kewajibannya,” tukas Oki.
Sumber: Tribunnews






Komentar