ACEHFOOTBALL.net – Piala Soeratin Aceh 2026 akhirnya melahirkan tiga juara dari tiga kelompok usia.
Menariknya, gelar tersebut tidak didominasi satu daerah atau satu klub, tetapi tersebar ke tiga wilayah: Talenta Aceh Banda Aceh di U-15, Tamiang United, Aceh Tamiang di U-13, dan Persada Aceh Barat Daya (Abdya) di U-17.
Rangkaian kompetisi usia muda yang digelar di seluruh provinsi itu menjadi salah satu gambaran menarik tentang peta sepak bola usia dini di Aceh.
Bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga siapa yang mampu bertahan dalam persaingan dan kemudian membawa nama Aceh ke tingkat nasional.
Pada kelompok U-15, Talenta Aceh menjadi kampiun setelah melewati final dramatis menghadapi Juang FC di Stadion Blang Paseh, Sigli, Sabtu (29/8/2026).
Pertandingan berakhir dengan skor 2-2 hingga waktu normal, sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti. Talenta Aceh akhirnya menang 4-3 dan berhak menjadi wakil Aceh pada putaran nasional.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan karakter Talenta Aceh yang mampu bertahan dalam pertandingan ketat. Gelar juara tidak diraih dengan kemenangan mudah, tetapi melalui tekanan hingga babak penentuan.
Sebelum mencapai final, Talenta Aceh juga termasuk delapan tim yang lolos dari fase grup U-15 bersama SSB Rawa Singkil, SSB Elang Biru, Juang FC, Sultan Aceh FC, Persidi, SSB Rampagoe dan SSB MAN 1 Pidie.
Tamiang United Tampil Meyakinkan
Jika Talenta Aceh harus menunggu adu penalti, cerita berbeda terjadi di kelompok U-13.
Tamiang United tampil dominan pada partai final dengan mengalahkan PSSB Bireuen 3-0 di Stadion Blang Paseh, Sigli, Rabu (26/8/2026).
Kemenangan tersebut memastikan tim asal Aceh Tamiang itu menjadi juara sekaligus mengamankan tiket ke putaran nasional.
Perjalanan Tamiang United menuju final juga cukup meyakinkan. Pada semifinal, mereka menghentikan Kuala Nanggroe FC dengan kemenangan telak 5-1. PSSB Bireuen kemudian menyusul ke partai puncak setelah menundukkan SSB Barona 4-1.
Menariknya, Muhammad Zaki dari Tamiang United juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen U-13.
Artinya, keberhasilan Tamiang United bukan sekadar hasil kolektif. Mereka juga menghasilkan pemain yang menonjol secara individual.
Persada Abdya Sudah Lebih Dulu Mengamankan Tiket
Pada kelompok U-17, Persada Abdya menjadi juara setelah mengalahkan Young Warriors Aceh Timur dengan skor tipis 1-0 pada final.
Satu gol tersebut sudah cukup mengantarkan Persada Abdya menjadi kampiun sekaligus memastikan tiket mewakili Aceh ke putaran nasional.
Persada sebelumnya juga menunjukkan konsistensi dalam perjalanan menuju fase akhir. Salah satunya ketika mereka menang 2-0 atas Muda Sedia Aceh Tamiang untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Dengan demikian, tiga kelompok usia Piala Soeratin Aceh 2026 menghasilkan tiga wakil berbeda:
U-17: Persada Abdya – juara, wakil Aceh Barat Daya.
U-15: Talenta Aceh – juara, wakil Banda Aceh.
U-13: Tamiang United – juara, wakil Aceh Tamiang.
Bukan Sekadar Trofi
Ada hal menarik dari hasil Piala Soeratin Aceh tahun ini. Tiga gelar juara tersebar kepada tiga tim dari daerah berbeda.
Persada membawa nama Abdya dari wilayah barat-selatan Aceh. Talenta Aceh merepresentasikan Banda Aceh. Sementara Tamiang United membawa nama Aceh Tamiang dari wilayah timur.
Peta tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola muda Aceh tidak hanya bertumpu pada satu kawasan.
Kompetisi tahun ini memang digelar dalam beberapa tahap. U-17 lebih dahulu dimainkan di Bireuen mulai 13 Juli 2026, sementara U-15 dan U-13 baru dimulai 20 Agustus di Sigli.
PSSI Aceh sebelumnya juga menetapkan peserta melalui workshop, manager meeting dan drawing untuk ketiga kelompok usia tersebut.
PSSI Aceh sendiri menempatkan Piala Soeratin sebagai bagian penting dari pembinaan dan pencarian pemain muda yang diproyeksikan ke level lebih tinggi.
Pada U-17, bahkan seluruh pertandingan digratiskan agar masyarakat dapat menyaksikan langsung sekaligus memberi dukungan kepada pemain muda.
Kini tantangan sesungguhnya justru dimulai.
Tiga juara Aceh sudah mendapatkan tiket nasional. Persada Abdya, Talenta Aceh dan Tamiang United tidak lagi hanya membawa nama klub atau daerah masing-masing. Mereka akan membawa nama Aceh menghadapi tim-tim terbaik dari provinsi lain.
Di situlah ukuran keberhasilan Piala Soeratin yang merupakan agenda nasional. Seluruh Provinsi di Indonesia akan mengirim wakilnya ke putaran nasional.
Kini, semuanya akan diuji: bukan hanya berapa banyak trofi yang diraih di tingkat provinsi, tetapi sejauh mana talenta-talenta muda Aceh mampu berbicara di panggung nasional. []

















