ACEHFOOTBALL.net — Pemain jebolan Lambhuk Football Academy Banda Aceh, Azizul Muqaddasi, mendapat kepercayaan memperkuat Energi Bintang Baru FC U-17, tim asal Provinsi Riau, pada ajang Piala Soeratin Nasional Zona Sumbagut di Medan, Sumatra Utara.
Azizul menjadi salah satu talenta muda Aceh yang melanjutkan karier sepak bola di luar daerah. Pemain kelahiran binaan Lambhuk Football Academy itu telah menjalani proses pembinaan sejak berusia tujuh tahun.
Sebelum memperkuat Energi Bintang Baru FC U-17, Azizul juga telah memiliki pengalaman bersama sejumlah klub di Riau. Ia tercatat memperkuat Persemai Dumai U-15 pada 2024 dan Tunas Negeri Riau U-17 pada 2026.
Presiden Lambhuk Football Academy, Darmansyah Putra, S.T., mengatakan perjalanan Azizul menjadi bukti bahwa pembinaan sejak usia dini dapat membuka kesempatan bagi pemain muda Aceh untuk bersaing di luar daerah hingga level nasional.
“Azizul menimba ilmu di Lambhuk Football Academy sejak usia 7 tahun. Kami melihat sendiri bagaimana prosesnya dari seorang anak kecil yang datang berlatih hingga sekarang mampu memperkuat tim di tingkat nasional.”
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi yang lebih penting adalah perjalanan ini menjadi inspirasi bagi anak-anak Aceh lainnya,” kata Darmansyah.
Menurutnya, keberhasilan pemain tidak hanya diukur dari level kompetisi yang dicapai, tetapi juga dari proses pembinaan dan perjalanan yang dilalui.
“Kami ingin anak-anak Aceh percaya bahwa mimpi itu boleh setinggi langit. Tidak harus lahir dari akademi besar. Dari gampong, dari lapangan sederhana, dari keluarga sederhana, seorang anak bisa tumbuh dan membawa nama Aceh ke tempat yang lebih jauh,” ujarnya.
Darmansyah mengatakan Lambhuk Football Academy terus berkomitmen menjalankan pembinaan pemain usia dini. Selain kemampuan teknis, akademi tersebut juga menanamkan disiplin, kerja keras, mental bertanding, dan karakter kepada para pemain.
Menurutnya, keberadaan Azizul di tim Riau menjadi salah satu contoh bahwa talenta sepak bola Aceh memiliki peluang berkembang apabila mendapatkan pembinaan dan ruang kompetisi yang berkelanjutan.
Azizul kini membawa pengalamannya dari Lambhuk dan sejumlah klub di Riau ke pentas Piala Soeratin Nasional. Perjalanannya sekaligus menjadi bagian dari cerita panjang pembinaan pemain muda Aceh yang mulai menembus kompetisi di luar daerah. []




















